Jangan Menukar Ayat Allah dengan Harga Murah
🕌 KHUTBAH JUMAT
“Jangan Menukar Ayat Allah dengan Harga Murah”
(QS Al-Baqarah: 41)
KHUTBAH PERTAMA
Khutbatul Hājah
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.
مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
Amma ba‘du,
Ma‘asyiral muslimin rahimakumullāh,
Aku berwasiat kepada diri saya dan kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benar takwa. Ketakwaan adalah bekal terbaik untuk menghadapi kehidupan dunia dan akhirat.
Allah Ta‘ala berfirman:
وَاٰمِنُوْا بِمَآ اَنْزَلْتُ مُصَدِّقًا لِّمَا مَعَكُمْ وَلَا تَكُوْنُوْٓا اَوَّلَ كَافِرٍۢ بِهٖ ۖ وَلَا تَشْتَرُوْا بِاٰيٰتِيْ ثَمَنًا قَلِيْلًا ۖ وَّاِيَّايَ فَاتَّقُوْنِ
Artinya:
“Berimanlah kepada apa yang Aku turunkan (Al-Qur’an) sebagai pembenar bagi apa yang ada pada kamu. Janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya. Janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit dan hanya kepada-Ku hendaknya kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 41)
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Ayat ini mengandung empat pesan besar.
Pertama: Perintah Beriman kepada Al-Qur’an
Beriman kepada Al-Qur’an bukan sekadar mengakui kebenarannya, tetapi menerima seluruh ajarannya tanpa memilah-milah.
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan.” (QS. Al-Baqarah: 208)
Iman yang sempurna adalah iman yang tunduk pada seluruh hukum Allah, baik yang sesuai dengan hawa nafsu maupun yang terasa berat.
Kedua: Larangan Menjadi Orang yang Pertama Mengingkari Kebenaran
Allah melarang menjadi orang yang pertama mengingkari kebenaran, padahal telah mengetahui bukti dan dalilnya.
Orang yang mengetahui kebenaran namun menolaknya karena kepentingan dunia termasuk dalam ancaman berat. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya yang paling berat azabnya pada hari kiamat adalah orang alim yang tidak bermanfaat ilmunya.”
(HR. Ath-Thabrani)
Ilmu adalah amanah. Siapa yang mengetahui kebenaran, maka ia wajib membelanya.
Ketiga: Larangan Menukar Ayat dengan Harga Murah
Jamaah rahimakumullah,
Inilah inti peringatan ayat ini:
وَلَا تَشْتَرُوْا بِاٰيٰتِيْ ثَمَنًا قَلِيْلًا
Jangan menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit.
Harga sedikit itu bisa berupa:
- Jabatan
- Harta
- Popularitas
- Kepentingan politik
- Keuntungan sesaat
Allah berfirman:
مَا عِندَكُمْ يَنفَدُ وَمَا عِندَ اللَّهِ بَاقٍ
“Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.” (QS. An-Nahl: 96)
Dunia fana, akhirat kekal. Maka sangat rugi orang yang menukar yang kekal dengan yang sementara.
Keempat: Perintah Bertakwa Hanya kepada Allah
Ayat ini ditutup dengan:
وَّاِيَّايَ فَاتَّقُوْنِ
Artinya: “Hanya kepada-Ku hendaknya kamu bertakwa.”
Takutlah kepada Allah, bukan kepada manusia.
Takutlah kehilangan ridha Allah, bukan takut kehilangan dunia.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa mencari keridhaan Allah walaupun manusia murka, maka Allah akan meridhainya dan menjadikan manusia ridha kepadanya.”
(HR. Ibnu Hibban)
Ma‘asyiral muslimin rahimakumullāh,
Marilah kita bermuhasabah.
Sudahkah kita memegang teguh Al-Qur’an?
Ataukah kita masih menyesuaikan agama dengan kepentingan dunia?
Semoga Allah menjaga iman kita hingga akhir hayat.
أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم
KHUTBAH KEDUA
الحمد لله رب العالمين، حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه كما يحب ربنا ويرضى.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد،
Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita memperbarui ketakwaan kita kepada Allah.
Jangan sampai kehidupan dunia membuat kita lalai dari kebenaran. Jangan sampai kita mengetahui ayat-ayat Allah, namun kita menundanya, mengabaikannya, atau bahkan menolaknya demi kepentingan dunia.
Allah mengingatkan:
يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ ۙ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
“Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.” (QS. Asy-Syu‘ara: 88-89)
Maka bersihkan hati kita.
Perbaiki niat kita.
Teguhkan komitmen kita terhadap Al-Qur’an.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang setia kepada ayat-ayat-Nya.
DOA
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات.
اللهم ثبت قلوبنا على دينك، ولا تجعل الدنيا أكبر همنا ولا مبلغ علمنا.
اللهم ارزقنا الإخلاص في القول والعمل، واجعلنا من أهل القرآن الذين هم أهلك وخاصتك.
اللهم أصلح ولاة أمورنا، ووفقهم لما تحب وترضى.
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.
عباد الله،
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم ولذكر الله أكبر والله يعلم ما تصنعون.
Post a Comment