JANGAN PANDANG SEBELAH MATA: Ketika Langit Menegur Kekasih-Nya
“JANGAN PANDANG SEBELAH MATA: Ketika Langit Menegur Kekasih-Nya”
🟢PEMBUKAAN
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Saudaraku…
Surah ini unik.
Karena ini satu-satunya surah yang membuka dengan teguran langsung kepada Nabi ﷺ.
عَبَسَ وَتَوَلَّىٰ أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَىٰ
“Dia bermuka masam dan berpaling, karena datang kepadanya seorang buta.”
Bayangkan…
Yang ditegur bukan orang biasa.
Yang ditegur adalah manusia terbaik.
Siapa orang buta itu?
Sahabat mulia: Abdullah bin Umm Maktum
Beliau datang meminta ilmu.
Sementara Nabi ﷺ sedang berdakwah kepada pembesar Quraisy.
Kadang dalam hidup…
Kita juga lebih ramah kepada yang “punya jabatan”…
Daripada yang “punya keikhlasan”.
Kalau pejabat datang → senyum full HD 😁
Kalau orang kecil datang → senyum buffering…
🔥 ALLAH MEMBALIKKAN STANDAR KITA
وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّىٰ
“Tahukah kamu, barangkali ia ingin membersihkan diri.”
Allah mengajarkan:
Yang penting bukan status.
Yang penting adalah hati.
Dalam Surah Al-Hujurat ayat 13:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
“Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”
Saudaraku!
Bisa jadi orang yang kita abaikan…
Justru paling dicintai Allah!
Kita sibuk mencari orang kaya agar dakwah kuat.
Tapi Allah mencari hati yang kuat.
🌊 AL-QUR’AN YANG MULIA
كَلَّا إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ
“Sekali-kali jangan! Sesungguhnya ini adalah peringatan.”
فِي صُحُفٍ مُكَرَّمَةٍ مَرْفُوعَةٍ مُطَهَّرَةٍ بِأَيْدِي سَفَرَةٍ كِرَامٍ بَرَرَةٍ
Al-Qur’an di tangan malaikat yang mulia.
Rasulullah ﷺ bersabda:
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ
(HR. Bukhari & Muslim)
“Orang yang mahir membaca Al-Qur’an bersama malaikat yang mulia lagi taat.”
🎤 (Humor ringan)
Kita hafal password WiFi tetangga…
Tapi lupa hafal satu ayat pun 😅
⚡ MANUSIA LUPA ASALNYA
قُتِلَ الْإِنسَانُ مَا أَكْفَرَهُ
“Binasalah manusia! Betapa kufurnya!”
مِنْ نُطْفَةٍ خَلَقَهُ فَقَدَّرَهُ
Dari setetes mani…
Tapi sombongnya setinggi gunung.
Saudaraku…
Kita ini asalnya cair…
Tapi gaya hidupnya padat kesombongan 😅
Kalau Allah hentikan jantung 3 detik…
Tidak ada lagi update status.
🌾 RENUNGAN MAKANAN
فَلْيَنْظُرِ الْإِنسَانُ إِلَىٰ طَعَامِهِ
“Hendaklah manusia melihat makanannya.”
Allah jelaskan proses hujan, tanah, biji, anggur, zaitun, kurma.
Dalam Surah Al-Waqi'ah:
أَأَنْتُمْ تَزْرَعُونَهُ أَمْ نَحْنُ الزَّارِعُونَ
“Apakah kalian yang menumbuhkannya atau Kami?”
🎤 (Humor segar)
Kita foto makanan 5 menit sebelum makan…
Doa cuma 5 detik sebelum kenyang 😄
الصَّاخَّةُ (HARI YANG MEMECAHKAN TELINGA)
فَإِذَا جَاءَتِ الصَّاخَّةُ
Hari ketika manusia lari:
يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ
Lari dari saudara.
Dari ibu.
Dari ayah.
Dari istri.
Dari anak.
Rasulullah ﷺ bersabda:
يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا
“Manusia dibangkitkan telanjang dan tanpa alas kaki.”
Aisyah bertanya: “Apakah saling melihat?”
Beliau menjawab:
الأَمْرُ أَشَدُّ مِنْ ذَلِكَ
“Urusannya lebih dahsyat dari itu.”
🌅 DUA WAJAH
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُسْفِرَةٌ ضَاحِكَةٌ مُسْتَبْشِرَةٌ
Wajah berseri — orang beriman.
وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌ تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ
Wajah gelap — kafir lagi durhaka.
Sekarang tanya diri kita…
Kita ingin wajah seperti apa?
Wajah bersinar…
Atau wajah tertutup debu penyesalan?
🤲 DOA
Ya Allah…
Ya Rabb yang menegur Nabi-Mu karena kasih sayang…
Tegur kami sebelum Engkau hukum kami…
Ya Allah…
Jika kami pernah meremehkan orang kecil…
Ampuni kami…
Jika kami pernah memilih dunia daripada hati yang tulus…
Ampuni kami…
Ya Allah…
Jadikan kami termasuk wajah yang berseri…
Yang tertawa dan bergembira di hari kiamat…
Jangan jadikan wajah kami tertutup debu…
Debu dosa…
Debu kesombongan…
Debu kelalaian…
Ya Allah…
Kami ini berasal dari setetes…
Jangan biarkan kami mati dalam keadaan sombong…
Ya Allah…
Saat الصَّاخَّةُ datang…
Saat ibu lari dari anak…
Saat suami lari dari istri…
Jangan biarkan kami lari dari-Mu…
Kumpulkan kami bersama orang-orang shalih…
Bersama Nabi-Mu ﷺ…
Bersama para malaikat yang mulia…
Masukkan kami ke dalam surga-Mu
Tanpa hisab
Tanpa azab…
Aamiin ya Rabbal ‘alamin…
Post a Comment