KEUTAMAAN HAJI
KEUTAMAAN HAJI
PEMBUKAAN
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Alhamdulillah…
Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin…
Segala puji bagi Allah…
Yang masih memberi kita iman,
yang masih memberi kita waktu,
yang masih memberi kita kesempatan untuk menangis di hadapan-Nya…
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ,
keluarganya, sahabatnya,
dan kepada kita semua… umat yang lebih banyak dosa daripada amal,
tetapi tidak pernah Allah tutup pintu ampunan-Nya…
Jamaah yang dirahmati Allah…
Malam ini…
kita tidak sedang membahas ilmu tinggi,
tidak sedang berlomba siapa paling pintar…
Malam ini…
kita sedang berhadapan dengan panggilan Allah.
Panggilan yang tidak semua orang mendengarnya…
Panggilan yang tidak semua orang disiapkan untuk menjawabnya…
Panggilan itu bernama: HAJI.
BAGIAN I – HAJI ADALAH PANGGILAN, BUKAN SEKADAR PERJALANAN
Allah berfirman:
وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ
“Serulah manusia untuk berhaji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta-unta yang kurus…”
(QS. Al-Hajj: 27)
Saudaraku…
Yang memanggil bukan travel…
Yang memanggil bukan Kementerian…
Yang memanggil bukan undangan manusia…
Yang memanggil adalah ALLAH…
Dan ketika Allah memanggil…
💔 Tidak semua orang diberi izin untuk datang.
Ada yang kaya… tapi tak pernah berangkat.
Ada yang sehat… tapi tak pernah terpanggil.
Ada yang punya waktu… tapi tak pernah tergerak.
Dan ada orang sederhana…
tabungannya sedikit…
hidupnya pas-pasan…
💧 tapi Allah undang dia…
Kenapa?
Karena haji bukan tentang uang…
tapi tentang izin.
BAGIAN II – SETIAP LANGKAH JAMAAH HAJI ADALAH AMPUNAN
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidaklah seorang hamba keluar dari rumahnya untuk berhaji,
melainkan setiap kali ia mengangkat dan meletakkan kakinya,
gugur dosa-dosanya seperti gugurnya daun dari pohon…”
Bayangkan, jamaah…
👣 Satu langkah… satu dosa gugur…
👣 Dua langkah… dua dosa luruh…
💔 Lalu bagaimana dengan kita yang tidak berhaji?
Kita melangkah ke mana?
Ke arah apa kaki ini membawa kita?
Ke masjid… atau ke maksiat?
Ke kebaikan… atau ke dosa?
💧 Haji menghapus dosa karena ia perjalanan kembali kepada Allah…
BAGIAN III – TALBIYAH ADALAH JAWABAN SEORANG HAMBA
Ketika jamaah haji berkata:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ
Allah menjawab:
لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ
“Aku dengar panggilanmu…
Aku lihat keadaanmu…”
Saudaraku…
Kita sering berdoa,
tapi jarang menjawab panggilan Allah.
Allah memanggil shalat… kita menunda.
Allah memanggil taubat… kita menunggu.
Allah memanggil hijrah… kita ragu.
💔 Padahal talbiyah sejati bukan di Makkah saja…
tapi di setiap ketaatan.
BAGIAN IV – ARAFAH: HARI ALLAH MEMBANGGAKAN HAMBA-NYA
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Allah membanggakan jamaah haji di Arafah di hadapan para malaikat-Nya…”
Bayangkan…
Langit terbuka…
Malaikat menyaksikan…
Allah berfirman:
“Lihatlah hamba-hamba-Ku…
datang kepada-Ku dalam keadaan lusuh, berdebu,
menghabiskan harta, melelahkan badan…”
💧 Lalu Allah berfirman:
“Aku ampuni mereka…
seperti hari ketika ibu mereka melahirkan mereka…”
💔 Siapa di antara kita yang tidak ingin pulang tanpa dosa?
BAGIAN V – SETAN PALING HINA PADA HARI ARAFAH
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setan tidak pernah terlihat sehina dan selemah pada hari Arafah…”
Kenapa?
Karena dosa-dosa besar diampuni…
Karena hamba-hamba kembali kepada Allah…
💧 Dan setan menangis bukan karena iba…
tapi karena kalah…
DOA
Saudaraku…
💔 Jika hari ini kita belum berhaji…
apakah kita sudah berhijrah dari dosa?
💔 Jika belum sampai ke Baitullah…
apakah hati ini sudah pulang kepada Allah?
💔 Jika belum bertalbiyah di Makkah…
apakah hidup ini sudah menjawab panggilan-Nya?
DOA
Ya Allah…
Jika Engkau panggil orang-orang yang mampu ke Baitullah-Mu…
💧 panggillah juga hati kami yang penuh dosa ini…
Ya Allah…
Kami datang bukan dengan pakaian ihram…
tapi dengan hati yang koyak oleh maksiat…
Kami datang bukan dengan air mata yang suci…
tapi dengan air mata penyesalan yang terlambat…
Ya Allah…
Jika Engkau ampuni jamaah haji di Arafah…
💧 ampuni kami yang berdiri di hadapan-Mu malam ini…
Jika Engkau bersihkan dosa mereka seperti bayi yang baru lahir…
💧 bersihkan juga hati kami dari kesombongan, riya’, dan cinta dunia…
Ya Allah…
Jika kaki kami belum mampu melangkah ke Tanah Haram…
💧 jangan Engkau haramkan hati kami dari rahmat-Mu…
Ya Allah…
Undanglah kami ke rumah-Mu…
dengan cara-Mu…
di waktu-Mu…
dalam keadaan Engkau ridha kepada kami…
Ya Allah…
Jangan wafatkan kami…
kecuali dalam keadaan Engkau telah mengampuni kami…
Rabbana taqabbal minna…
Innakas Sami‘ul ‘Alim…
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Post a Comment