AMAL YANG MEMBUNUH PEMILIKNYA

 “AMAL YANG MEMBUNUH PEMILIKNYA”


I. PEMBUKAAN 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Alhamdulillāh…
Segala puji bagi Allah…
yang menyembunyikan banyak dosa kita,
tapi menampakkan sedikit kebaikan kita,
agar kita tidak hancur oleh rasa malu…
namun sering justru hancur oleh rasa bangga.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ,
yang paling mulia di sisi Allah,
namun paling takut terhadap amalnya sendiri.

Jamaah yang dimuliakan Allah…
Malam ini kita tidak bicara tentang zina…
tidak bicara tentang riba…
tidak bicara tentang dosa besar yang tampak…

Malam ini kita bicara tentang penyakit para ahli ibadah.
Penyakit orang shalih.
Penyakit orang berilmu.
Penyakit orang yang rajin sujud.

👉 AL-‘UJUB.

Penyakit yang tidak terasa sakit,
tapi mematikan.

Banyak orang masuk neraka bukan karena maksiat,
tapi karena bangga pada ketaatannya.


II. DEFINISI AL-‘UJUB – DOSA YANG TIDAK KITA TANGISI 

Al-‘Ujub adalah…
ketika seseorang:

  • melihat amalnya
  • memujinya dalam hati
  • lalu merasa aman dari murka Allah

Ibnu Mas‘ud رضي الله عنه berkata:

“Keselamatan ada pada dua perkara: takwa dan niat.
Dan kebinasaan ada pada dua perkara: putus asa dan ujub.”

Perhatikan, jamaah…
Ujub disandingkan dengan qunūṭ (putus asa).

Kenapa?

Karena:

  • qunūṭ menghancurkan orang berdosa
  • ujub menghancurkan orang taat

Yang satu merasa terlalu kotor untuk Allah,
yang satu merasa terlalu suci untuk takut kepada Allah.

Padahal…
yang merasa suci…
itulah yang paling berbahaya.


III. IBADAH PANJANG, HANCUR OLEH SATU KALIMAT 

Wahb bin Munabbih رحمه الله menceritakan:

Ada seorang lelaki…
beribadah kepada Allah 70 tahun.
Puasa… shalat… munajat…

Namun satu hajatnya tidak dikabulkan.
Lalu ia berkata kepada dirinya:

“Seandainya ada kebaikan padamu, niscaya doamu dikabulkan.”

Saat itu juga…
Allah mengutus malaikat berkata:

“Satu saat engkau merendahkan dirimu
lebih baik daripada seluruh ibadahmu selama 70 tahun.”

(Jeda panjang)
Subhānallāh…

70 tahun ibadah…
dikalahkan oleh satu detik kehinaan di hadapan Allah.

Berapa banyak dari kita…
yang ibadahnya baru 7 hari
sudah merasa paling benar?


IV. AMAL BESAR, TAPI ALLAH CABUT CAHAYANYA 

Asy-Sya‘bi رحمه الله berkata:

Ada seorang lelaki…
jika ia berjalan, awan menaunginya.

Lalu ia merasa kagum pada dirinya:
“Orang seperti ini berjalan di bawah naunganku?”

Maka ketika ia berpisah dengan orang lain…
awan itu pergi bersama orang yang tidak ujub.

Jamaah…
Bukan amal yang membuat Allah dekat…
tapi kerendahan hati.

Begitu ujub masuk…
Allah cabut:

  • ketenangan
  • keberkahan
  • penerimaan

Amal tetap ada…
tapi tanpa cahaya.


V. ORANG YANG PALING TAKUT ADALAH YANG PALING DEKAT 

Umar bin Al-Khaththab رضي الله عنه berkata:

“Tanda baiknya taubat: engkau mengenal dosamu.
Tanda baiknya amal: engkau meninggalkan ujub.
Tanda baiknya syukur: engkau menyadari kekuranganmu.”

Umar bin Abdul Aziz رحمه الله…
jika khutbah lalu takut ujub…
beliau hentikan khutbahnya.

Jika menulis lalu takut ujub…
beliau sobek tulisannya.

Lalu beliau berdoa:

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan diriku.”

Orang shalih…
takut pada amalnya…
sementara kita…
bangga pada amal yang belum tentu diterima.


VI. SHALAT MALAM YANG MEMBAKAR PEMILIKNYA 

Mutharrif bin Abdullah رحمه الله berkata:

“Aku lebih suka tidur lalu bangun menyesal,
daripada shalat malam lalu bangga.”

Kenapa?

Karena dosa membuat kita menangis,
tapi ujub membuat kita tertawa.

Dan dosa yang ditangisi…
lebih dekat pada ampunan…
daripada amal yang dibanggakan.


VII. UKURAN KEBAIKAN MENURUT ORANG SHALIH

Aisyah رضي الله عنها ditanya:

“Kapan aku tahu aku orang baik?”

Beliau menjawab:

“Jika engkau merasa dirimu banyak dosa.”

“Kapan aku tahu aku orang buruk?”

Beliau menjawab:

“Jika engkau merasa sudah berbuat baik.”

Kalau begitu…
berapa banyak dari kita…
yang sebenarnya sedang dalam bahaya…
tapi merasa aman?


VIII. Doa

Ya Allah…
kami datang membawa amal…
tapi lebih banyak membawa dosa…

Jika Engkau timbang amal kami dengan keadilan-Mu…
kami binasa…
jika Engkau timbang dengan rahmat-Mu…
kami berharap selamat…

Ya Allah…
hancurkan ujub dalam hati kami…
sebelum Engkau hancurkan kami di hari kiamat…

Ya Allah…
jangan biarkan kami masuk neraka
karena merasa aman dari-Mu…

Jangan biarkan kami tertipu
oleh shalat kami…
oleh ilmu kami…
oleh dakwah kami…

Ya Allah…
jadikan kami hamba yang menangis karena dosa…
bukan hamba yang bangga karena amal…

Ya Allah…
jika Engkau cabut amal kami…
jangan cabut taubat kami…

Jika Engkau tutup pintu pujian manusia…
bukakan pintu rahmat-Mu…

Ya Allah…
kami tidak punya apa-apa
selain kehinaan di hadapan-Mu…

Terimalah kami…
bukan karena amal kami…
tapi karena Engkau Maha Pengampun

Āmīn… Āmīn… Yā Rabbal ‘Ālamīn…



Tidak ada komentar