Keutamaan Perang dan Jihad
Keutamaan Perang dan Jihad
I. PEMBUKAAN
الحمد لله رب العالمين…
Segala puji bagi Allah…
Yang memuliakan hamba-hamba-Nya bukan dengan rupa…
Bukan dengan harta…
Bukan dengan pangkat…
Tetapi dengan pengorbanan dan kejujuran iman.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ…
Manusia paling lembut hatinya…
Namun paling tegar ketika agama Allah diinjak-injak.
Hadirin yang dimuliakan Allah…
Malam ini kita tidak berbicara tentang pedang…
Tetapi tentang hati yang rela berdarah.
Bukan tentang kematian…
Tetapi tentang kehidupan yang bernilai di sisi Allah.
II. DEBU JALAN ALLAH VS API NERAKA
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak akan pernah berkumpul debu di jalan Allah dan asap neraka Jahannam dalam diri seorang hamba selamanya…”
Hadirin…
Debu itu tidak indah…
Tidak wangi…
Tidak dipuji manusia…
Tapi dengarlah…
Debu itu menghalangi api neraka.
Berapa banyak manusia hari ini…
Bajunya bersih…
Tangannya wangi…
Namun hatinya tidak pernah berdebu untuk agama Allah.
Kita takut kotor…
Tapi tidak takut terbakar…
III. LANGKAH KECIL YANG MENGALAHKAN DUNIA
Nabi ﷺ bersabda:
“Satu langkah pagi atau sore di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”
Satu langkah…
Bukan seumur hidup…
Bukan darah yang mengalir deras…
Satu langkah yang jujur.
Hadirin…
Banyak orang ingin surga…
Tapi enggan melangkah.
Kita ingin pahala besar…
Tapi malas berkorban kecil.
Padahal…
Surga tidak dibuka oleh mimpi…
Surga dibuka oleh langkah yang menyakitkan ego.
IV. KISAH ABDULLAH BIN RAWAHAH
Abdullah bin Rawahah رضي الله عنه…
Ia ingin shalat Jumat bersama Nabi ﷺ…
Ia ingin kebaikan…
Tapi Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seandainya engkau menginfakkan seluruh isi bumi, engkau tidak akan menyamai keutamaan keberangkatan mereka.”
Hadirin…
Terkadang ketaatan yang kita anggap baik…
Justru kalah oleh ketaatan yang lebih berat.
Tidak semua ibadah yang kita sukai…
Adalah ibadah yang Allah cintai.
V. RIBATH: MENJAGA SAAT ORANG LAIN TIDUR
Salman Al-Farisi berkata:
Satu malam berjaga di jalan Allah…
Lebih baik dari sebulan puasa dan shalat di rumah.
Kenapa?
Karena Allah mencintai orang yang terjaga ketika yang lain terlelap.
Hadirin…
Siapa hari ini yang masih mau berjaga untuk agama?
Siapa yang masih mau lelah agar iman tetap hidup?
Atau kita hanya ingin pahala…
Tanpa rasa letih…
VI. JIHAD BUKAN SEKADAR BERTARUNG
Rasulullah ﷺ ditanya:
“Apa jihad yang paling utama?”
Beliau menjawab:
“Yang kudanya terluka dan darahnya tertumpah.”
Namun dengarkan pula ini…
Beliau juga bersabda:
Islam itu ucapan yang baik…
Memberi makan…
Menyebarkan salam…
Hadirin…
Jihad adalah totalitas.
Dengan harta…
Dengan waktu…
Dengan air mata…
Dengan kesabaran…
Bukan sekadar mengangkat senjata…
Tapi mengangkat iman saat iman hampir mati.
VII. KISAH LELAKI HABASYI
Datang seorang lelaki Habasyi…
Hitam rupanya…
Bau badannya…
Tak punya nasab…
Ia berkata:
“Wahai Rasulullah…
Jika aku mati dalam perjuangan…
Di manakah aku?”
Rasulullah ﷺ menjawab:
“Engkau di surga.”
Ia tidak minta wajah tampan…
Tidak minta nama besar…
Ia hanya ingin diterima Allah.
Dan ketika ia gugur…
Nabi ﷺ bersabda:
“Hari ini Allah memperindah wajahmu…
Mengharumkan baumu…
Dan memuliakan nasabmu.”
Hadirin…
Allah tidak melihat rupa…
Allah melihat siapa yang mati dengan jujur.
Berapa banyak manusia indah wajahnya…
Namun busuk di sisi Allah…
VIII. SYAHID: SATU-SATUNYA YANG INGIN KEMBALI
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak ada orang yang mati dan ingin kembali ke dunia… kecuali orang yang mati syahid.”
Kenapa?
Karena mereka melihat apa yang tidak kita lihat.
Mereka tahu…
Bahwa luka di jalan Allah…
Lebih manis dari seluruh kenikmatan dunia.
IX. DOA
Ya Allah…
Kami bukan pejuang…
Kami bukan pemberani…
Kami lemah, ya Allah…
Hati kami mudah goyah…
Cinta dunia menjerat kami…
Ya Allah…
Jika kami tidak mampu berjihad dengan darah…
Jangan cabut dari kami kejujuran niat…
Ya Allah…
Jangan jadikan kami penonton perjuangan…
Jangan jadikan kami pengecut di hadapan kebenaran…
Ya Allah…
Jika Engkau takdirkan kami hidup…
Hidupkan kami dalam ketaatan…
Dan jika Engkau takdirkan kami mati…
Matikan kami dalam husnul khatimah...
اللهم اختم لنا بخير…
اللهم تقبل دموعنا…
اللهم لا تحرمنا الصدق…
آمين… آمين… آمين…
Post a Comment