KEUTAMAAN RIBĀṬ: BERJAGA DEMI AGAMA ALLAH
KEUTAMAAN RIBĀṬ: BERJAGA DEMI AGAMA ALLAH
PEMBUKAAN
الحمد لله رب العالمين
نحمده ونستعينه ونستغفره
ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ…
kepada keluarganya…
kepada para sahabatnya…
dan kepada orang-orang yang setia menjaga agama ini sampai akhir zaman…
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Malam ini…
izinkan mimbar ini mengajak kita diam sejenak…
menundukkan kepala…
dan bertanya jujur pada hati masing-masing:
“Apa yang sudah aku jaga demi agama Allah?”
Bukan…
apa yang sudah kita tuntut dari Islam…
tetapi apa yang sudah kita pertahankan untuk Islam.
Karena Islam ini…
tidak turun dalam keadaan aman…
Islam ini lahir dari air mata, darah, dan penjagaan.
Dan itulah yang disebut oleh para ulama sebagai RIBĀṬ.
MAKNA RIBĀṬ
Jamaah rahimakumullah…
Ribāṭ bukan sekadar berdiri di benteng dengan senjata.
Ribāṭ adalah:
- Berjaga saat yang lain tertidur
- Teguh saat yang lain mundur
- Diam menahan takut, demi Allah tidak diinjak
Ribāṭ adalah kesediaan hati untuk berdiri paling depan,
atau tetap bertahan paling akhir,
saat agama ini terancam.
Dan dengarkan…
apa kata Rasulullah ﷺ:
“Berjaga satu hari di jalan Allah
lebih utama daripada puasa seribu hari
dan shalat malam seribu malam.”
Seribu hari puasa…
seribu malam qiyam…
Itu 83 tahun ibadah.
Dan Rasulullah ﷺ mengatakan:
satu hari ribāṭ… lebih utama.
KENAPA RIBĀṬ SEDAHSYAT ITU?
Karena jamaah…
Ribāṭ itu ibadah yang dilakukan di ambang takut.
Takut mati…
takut kalah…
takut sendirian…
Tapi tetap bertahan.
Salman Al-Farisi رضي الله عنه meriwayatkan:
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa wafat dalam keadaan ribāṭ,
ia diselamatkan dari fitnah kubur,
dan amalnya terus mengalir sampai hari kiamat.”
Bayangkan…
kubur yang gelap…
kubur yang sempit…
kubur yang biasanya menjadi awal ketakutan…
DILEWATI tanpa fitnah.
Kenapa?
Karena orang itu menjaga agama Allah ketika hidupnya terancam.
RIBĀṬ YANG TIDAK KITA SADARI
Jamaah…
Hari ini…
mungkin kita tidak berdiri di benteng perang.
Tapi dengarkan baik-baik…
➡️ Menjaga iman di zaman fitnah adalah ribāṭ
➡️ Menjaga shalat di tengah lalai adalah ribāṭ
➡️ Menjaga anak dari rusaknya akhlak adalah ribāṭ
➡️ Menjaga sunnah saat ditertawakan adalah ribāṭ
Berapa banyak orang hari ini lari dari ribāṭ?
- Shalat ditinggalkan demi pekerjaan
- Akidah dikompromikan demi kenyamanan
- Kebenaran ditinggalkan demi aman
Kita ingin Islam…
tapi tidak ingin berjaga.
KISAH SAHABAT & SALAF
‘Utsman bin ‘Affan رضي الله عنه berkata:
“Aku menyembunyikan hadis ini karena aku sayang kepada kalian…”
Lalu beliau meriwayatkan keutamaan ribāṭ.
Kenapa disembunyikan?
Karena takut umat tidak sanggup.
Dan dengarkan ini…
‘Abdurrahman bin ‘Auf رضي الله عنه,
orang yang memerdekakan 30 budak dalam satu waktu…
Beliau berkata:
“Gerakan kecil seorang mujahid mengambil cambuknya
lebih utama daripada apa yang engkau lihat aku lakukan.”
Amal besar…
masih kalah dengan gerakan kecil orang yang berjaga demi Allah.
KONDISI KITA HARI INI
Jamaah…
Kita menangis saat doa…
tapi tidur saat Islam dilecehkan.
Kita ingin surga…
tapi tidak mau berdiri menjaga agama.
Berapa banyak dari kita…
yang lelah bukan karena jihad,
tapi karena mengejar dunia?
Kalau Rasulullah ﷺ hidup hari ini…
apakah beliau akan menemukan kita sedang berjaga…
atau sedang lalai?
DOA
Ya Allah…
kami bukan penjaga benteng…
tapi kami mohon…
jangan jadikan kami pengkhianat agama-Mu…
Ya Allah…
ampuni kami yang terlalu sering tidur
saat kebenaran membutuhkan penjagaan…
Ya Allah…
jika kami tidak mampu mati syahid…
jangan wafatkan kami dalam keadaan lari…
Ya Allah…
hidupkan kami dalam iman…
wafatkan kami dalam ribāṭ…
bangkitkan kami bersama orang-orang
yang Engkau ridai…
Post a Comment