Keutamaan Puasa Sunnah & Puasa Ayyāmul Bīḍ


Keutamaan Puasa Sunnah & Puasa Ayyāmul Bīḍ

(فضـل صوم التطوع وصوم الأيام البيض)


Pendahuluan 

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Kalau Ramadan itu wajib, puasa sunnah itu ibarat bonus poin.
Kalau wajib itu nilai minimal lulus, sunnah itu nilai tambah bikin naik kelas.

Masalahnya…
👉 kita ini rajin cari diskon di pasar,
👉 rajin nunggu cashback online,
👉 tapi diskon pahala dari Allah malah sering dilewatkan.

Puasa sunnah itu diskon pahala tanpa syarat minimal belanja,
tanpa kuota,
tanpa voucher habis. 😄


1. Puasa: Amalan Rahasia Antara Hamba & Allah

Hadis Pokok

النص العربي:

«وَالْعَمَلُ الَّذِي لَا يَعْلَمُ ثَوَابَ عَامِلِهِ إِلَّا اللَّهُ فَهُوَ الصَّوْمُ»

Terjemah:

“Amalan yang pahalanya tidak diketahui oleh siapa pun kecuali Allah adalah puasa.”

📚 Riwayat Abu Laits As-Samarqandi – Tanbīh al-Ghāfilīn

Penguat dari Hadis Shahih

النص العربي:

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: «كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ»

Terjemah:

“Setiap amal anak Adam untuknya, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
📚 HR. al-Bukhari no. 1904, Muslim no. 1151

Komentar Ulama

🔹 Imam an-Nawawi رحمه الله:

“Puasa disebut ‘untuk Allah’ karena paling jauh dari riya’. Orang bisa pura-pura shalat, pura-pura sedekah, tapi tidak ada yang tahu dia puasa kecuali Allah.”

📚 Syarh Shahih Muslim

💡 Humor nusuk: Shalat bisa kelihatan,
sedekah bisa diposting,
puasa?
👉 nggak ada story IG: “Guys, aku puasa nih.” 😄


2. Malaikat Mendoakan Orang yang Puasa

Hadis Bilal radhiyallahu ‘anhu

النص العربي:

«إِنَّ الصَّائِمَ إِذَا كَانَ عِنْدَ قَوْمٍ يَأْكُلُونَ تُسَبِّحُ أَعْضَاؤُهُ وَتُصَلِّي عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ»

Terjemah:

“Orang yang berpuasa ketika berada di tengah orang yang makan, anggota tubuhnya bertasbih dan malaikat mendoakannya.”

📚 Tanbīh al-Ghāfilīn

💡 Humor realita: Antum duduk di hajatan,
orang lain nambah nasi,
antum nambah pahala.
Yang lain sendok bergerak,
yang bergerak justru malaikat. 😄


3. Puasa di Hari Panas: Investasi Akhirat

Hadis Abu Musa al-Asy’ari

النص العربي:

«مَا مِنْ عَبْدٍ أَظْمَأَ نَفْسَهُ فِي يَوْمٍ حَارٍّ إِلَّا أَرْوَاهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ»

Terjemah:

“Tidaklah seorang hamba menahan haus di hari yang panas, kecuali Allah akan memberinya minum pada hari Kiamat.”

📚 Tanbīh al-Ghāfilīn

🔹 Ibnu Rajab رحمه الله:

“Haus di dunia itu sementara, tapi minuman di akhirat itu selamanya.”

📚 Lathā’if al-Ma‘ārif

💡 Humor kena banget: Di dunia hausnya cuma sampai maghrib,
di akhirat hausnya 50 ribu tahun.
Mending haus sekarang atau nanti? 😅


4. Puasa Ayyāmul Bīḍ = Puasa Sepanjang Tahun

Hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu

النص العربي:

«صِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صِيَامُ الدَّهْرِ»

Terjemah:

“Puasa tiga hari setiap bulan adalah seperti puasa sepanjang tahun.”

📚 HR. al-Bukhari & Muslim

📌 Ayyāmul Bīḍ:

  • 13
  • 14
  • 15 (saat bulan purnama)

Dalil Al-Qur’an

النص العربي:

{مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا}

Terjemah:

“Barang siapa membawa satu kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipat.”
📖 QS. al-An‘ām: 160

🔹 Penjelasan Ulama: 3 hari × 10 pahala × 12 bulan = 360 hari pahala.

💡 Humor jamaah: Puasa cuma 3 hari,
pahalanya setahun.
Ini bukan MLM,
ini rahmat Allah. 😄


5. Islam Tidak Suka Berlebihan

Kisah Abdullah bin ‘Amr

النص العربي:

«إِنَّ لِكُلِّ عَامِلٍ شِرَّةً وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةً…»

Terjemah:

“Setiap amal ada masa semangat dan ada masa futur…”

📚 HR. Ahmad, Abu Dawud

🔹 Imam Ibn Hajar:

“Amal terbaik adalah yang kontinu, meskipun sedikit.”

📚 Fath al-Bari

💡 Humor kena sasaran: Puasa sunnah jangan kayak diet Senin,
Senin semangat,
Selasa dendam. 😄


Penutup

Puasa sunnah bukan soal kuat-kuatan,
tapi cinta kepada Allah.

Bukan soal siapa paling lapar,
tapi siapa paling ikhlas.

Kalau belum mampu banyak,
mulailah sedikit.
Allah tidak menuntut sempurna,
Allah menuntut setia.


Kitab Rujukan

  1. Tanbīh al-Ghāfilīn – Abu Laits as-Samarqandi
  2. Shahih al-Bukhari
  3. Shahih Muslim
  4. Lathā’if al-Ma‘ārif – Ibnu Rajab
  5. Fath al-Bārī – Ibnu Hajar
  6. Syarh Shahih Muslim – an-Nawawi


Tidak ada komentar