Lidah Tajam, Neraka Menyala
“Lidah Tajam, Neraka Menyala”
Tafsir Surah Al-Humazah (الهمزة) Ayat 1–9
🌩 PEMBUKAAN
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Jamaah yang dirahmati Allah…
Surah ini pendek.
Hanya 9 ayat.
Tapi isinya seperti vonis keras.
Ini bukan tentang pezina.
Bukan tentang pembunuh.
Ini tentang orang yang:
- Suka mengumpat
- Suka mencela
- Suka menghitung harta
- Merasa aman karena uang
Dan Allah langsung membuka dengan kata: ويل — celaka!
📖 AYAT 1
وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ
“Celakalah bagi setiap pengumpat lagi pencela.”
📚 Tafsir Ulama
Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim menjelaskan:
الهمزة: الذي يهمز الناس بالفعل
اللمزة: الذي يلمزهم بالقول
“Humazah adalah yang mencela dengan perbuatan (isyarat). Lumazah yang mencela dengan lisan.”
Imam Al-Qurthubi dalam Al-Jāmi’ li Ahkām al-Qur’an:
الويل: وادٍ في جهنم
“Wail adalah lembah di neraka.”
Jadi bukan sekadar “aduh kasihan”…
Tapi ancaman neraka.
📖 Dalil Pendukung
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ
(QS. Al-Hujurat: 11)
“Wahai orang beriman, janganlah suatu kaum merendahkan kaum yang lain.”
Dan Rasulullah ﷺ bersabda:
المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده
(HR. Bukhari no. 10, Muslim no. 40)
“Seorang Muslim adalah yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya.”
😄 Humor Menghidupkan Suasana
Sekarang ini ada orang:
Kalau kumpul bukan silaturahmi…
Tapi sidang membahas orang lain.
Kalau tidak ada yang digosipkan,
seperti makan sayur tanpa garam 😄
Padahal bisa jadi yang digosipkan sudah taubat…
Yang gosip malah belum.
📖 AYAT 2
الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ
“Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya.”
Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam Mafātih al-Ghaib:
يعدده: يحصيه مرة بعد مرة
“Menghitungnya berulang-ulang karena cinta yang berlebihan.”
Bukan sekadar punya harta.
Tapi cinta berlebihan.
📖 Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
لو كان لابن آدم واديان من ذهب لابتغى ثالثا
(HR. Bukhari no. 6439, Muslim no. 1048)
“Jika manusia punya dua lembah emas, ia ingin yang ketiga.”
Manusia tidak pernah puas.
😄 Humor
Ada orang cek saldo sehari lima kali.
Subuh cek.
Dzuhur cek.
Ashar cek.
Maghrib cek.
Isya cek.
Tapi cek hati?
Tidak pernah.
Padahal yang menentukan masuk surga bukan saldo…
Tapi iman.
📖 AYAT 3
يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ
“Dia mengira hartanya akan mengekalkannya.”
Ini ilusi.
Allah berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
(QS. Ali ‘Imran: 185)
“Setiap jiwa akan merasakan mati.”
Harta tidak bisa:
- Menunda sakarat
- Membeli surga
- Menghalangi malaikat maut
😄 Humor
Kalau uang bisa bikin kekal…
Orang kaya pasti tidak ada yang mati.
Tapi faktanya?
Kuburan VIP tetap kuburan 😄
📖 AYAT 4
كَلَّا لَيُنبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ
“Sekali-kali tidak! Dia pasti dilempar ke dalam Huthamah.”
Huthamah dari kata: حطم = menghancurkan.
Imam Ibnu Katsir:
التي تحطم كل ما ألقي فيها
“Yang menghancurkan apa pun yang dilemparkan ke dalamnya.”
📖 AYAT 5–7
**وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ
نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ
الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ**
“Api Allah yang dinyalakan, yang naik sampai ke hati.”
Kenapa sampai hati?
Karena sumber kesombongan ada di hati.
Sumber iri ada di hati.
Sumber sombong ada di hati.
Maka azabnya sampai ke sana.
📖 Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
ناركم هذه جزء من سبعين جزءًا من نار جهنم
(HR. Bukhari no. 3265, Muslim no. 2843)
“Api dunia hanya satu dari 70 bagian api neraka.”
Api dunia saja bikin kita lompat-lompat.
Neraka?
Tidak ada tempat lari.
📖 AYAT 8–9
**إِنَّهَا عَلَيْهِم مُّؤْصَدَةٌ
فِي عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ**
“Ditutup rapat atas mereka, pada tiang-tiang panjang.”
Artinya:
Tidak ada ventilasi.
Tidak ada pintu keluar.
Siksa total.
⚡ INTI BESAR SURAH
Bahaya:
- Lisan yang tajam
- Hati yang sombong
- Cinta dunia berlebihan
Solusi:
- Jaga lisan
- Bersihkan hati
- Gunakan harta untuk akhirat
🌊 PENUTUP
Lidah kecil.
Tapi bisa mengantarkan ke neraka.
Harta banyak.
Tapi tidak bisa menyelamatkan dari azab.
Jangan jadi:
- Kaya tapi celaka.
- Pintar tapi suka mencela.
- Beragama tapi suka menghina.
Post a Comment