MARAH, DENDAM, DAN HATI YANG TERBAKAR API

“MARAH, DENDAM, DAN HATI YANG TERBAKAR API”


🌿 PEMBUKAAN 

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn…
Segala puji hanya milik Allah,
Yang menciptakan hati,
yang membolak-balikkan perasaan,
dan yang Maha Mengetahui isi dada kita, meskipun tersenyum di luar.

Shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ,
teladan akhlak paling agung,
yang dihina tapi tidak membalas,
disakiti tapi tidak mendendam.

Jamaah rahimakumullāh…

Hari ini kita akan bicara tentang satu penyakit hati
yang semua orang pernah kena,
yang tidak kelihatan,
tapi paling banyak membakar pahala.

Namanya: MARAH… dan DENDAM.


😂 PEMECAH SUASANA: HUMOR RT & WA GRUP 

Jamaah…
Orang Indonesia itu unik.

Di WA Grup RT:

  • Salah kirim stiker → “hehe”
  • Salah paham → perang dunia

😄

Ada yang tulis:

“Mohon iuran keamanan ya, 20 ribu.”

Langsung ada yang jawab:

“Kenapa harus saya terus?”

Padahal iuran cuma 20 ribu…
tapi marahnya bisa 20 tahun.

Di pasar:

  • Ditawar dikit → senyum
  • Ditawar kebanyakan → muka berubah

😄

Padahal rezeki Allah…
yang dimarahi pembeli.


🔥 TRANSISI SERIUS

Jamaah…

Marah itu bukan dosa.
Tapi menuruti marah,
itu pintu dosa.

Dan dendam
itu marah yang disimpan,
lalu dirawat,
lalu dibesarkan.


📖 DALIL UTAMA: MARAH ITU API 

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ الْغَضَبَ جَمْرَةٌ مِنَ النَّارِ

“Marah itu bara api dari neraka.”

(HR. Abu Dawud)

Jamaah…
Bara api itu kecil.
Tapi kalau ditiup…
jadi kebakaran.

Makanya orang marah:

  • suara naik
  • mata melotot
  • tangan gemetar

Itu api.


😄 HUMOR NYENTIL

Kalau kompor bocor → kita matikan.
Kalau marah bocor → malah direkam.

😄

Kalau bensin bocor → bahaya.
Kalau emosi bocor → status WA.


🧠 TERAPI NABI SAAT MARAH (±10 MENIT)

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ قَائِمٌ فَلْيَجْلِسْ…

“Jika salah seorang di antara kalian marah saat berdiri, duduklah…”

(HR. Abu Dawud)

Kenapa? Karena marah butuh panggung.

Kalau berdiri → siap bertengkar.
Kalau duduk → mulai mikir.
Kalau rebahan → ngantuk.

😄
Makanya Nabi ajarkan: turunkan posisi, turunkan emosi.


🏘️ KISAH KAMPUNG: DENDAM WARISAN 

Jamaah…

Ada saudara:

  • dari kecil satu piring
  • satu tikar
  • satu kamar

Begitu orang tua meninggal… warisan dibuka…

Yang tadinya:

“Abang… adik…”

Jadi:

“Itu hak saya!”

Tanah satu petak,
tapi musuh seumur hidup.

Jamaah…
Orang itu tidak miskin harta,
tapi miskin lapang dada.


📖 DALIL AL-QUR’AN: ORANG TAKWA 

Allah berfirman:

وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ

“Orang-orang yang menahan marah dan memaafkan manusia.”

(QS Ali ‘Imran: 134)

Menahan marah itu:

  • bukan kalah
  • bukan lemah

Tapi tinggi iman.


😄 HUMOR PASAR & TETANGGA

Di pasar:

“Bu, mahal amat!”

Dijawab:

“Kalau murah, bukan saya yang jual!”

😄

Padahal cuma bercanda…
yang dipendam jadi dendam.

Tetangga nggak nyapa:

“Sombong!”

Padahal bisa jadi:

  • dia mikir utang
  • dia lagi sedih
  • atau minus pulsa 😄

🧕 KISAH ULAMA: MENANG ATAS MARAH 

Umar bin Abdul Aziz رحمه الله berkata:

“Jika aku menghukummu saat marah, itu karena nafsuku, bukan karena Allah.”

Jamaah…
Kalau marah memimpin keputusan,
iman disuruh diam.


🔔 PENUTUP CERAMAH 

Jamaah…

Marah itu:

  • cepat
  • panas
  • memuaskan sesaat

Tapi penyesalan… lama.

Dendam itu:

  • manis diingat
  • pahit di akhirat

Kalau hari ini kita pulang:

  • masih menyimpan marah
  • masih memelihara dendam

Maka yang kita bawa bukan pahala,
tapi api.


🤲 DOA 

Ya Allah…
Kami sering berkata sabar…
tapi hati kami panas…

Ya Allah…
Kami sering terlihat tersenyum…
tapi dada kami penuh dendam…

Ya Allah…
Ampuni marah kami yang melampaui batas…
Ampuni kata-kata kasar yang pernah keluar…
Ampuni sikap dingin yang kami balut dengan ego…

Ya Allah…
Ada nama yang kami ingat dengan emosi…
Ada wajah yang membuat dada kami sesak…

Ya Allah…
Hari ini kami lepaskan…
Kami serahkan kepada-Mu…

Ya Allah…
Bersihkan hati kami dari dendam…
Lapangkan dada kami dengan sabar…
Ganti amarah kami dengan ridha…

Ya Allah…
Jangan wafatkan kami
dalam keadaan membenci sesama muslim…

Ya Allah…
Jika ada hak kami yang terzalimi,
ambilkan di akhirat dengan cara-Mu,
bukan dengan dendam kami…

(istighfar panjang, shalawat, ditutup doa)



Tidak ada komentar