Materi Ceramah Tafsir Al-Qur'anSurah Al-Baqarah Ayat 3

Materi Ceramah Tafsir Al-Qur'an

Surah Al-Baqarah Ayat 3

📖 Ayat

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ

"(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada yang gaib, mendirikan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka."


BAGIAN PERTAMA: يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ

Beriman kepada yang Gaib

📖 Dalil Tentang Iman

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوْا وَجَاهَدُوْا بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الصّٰدِقُوْنَ

"Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian tidak ragu-ragu dan berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar."
(QS. Al-Hujurat: 15)


Apa Itu Gaib?

Gaib adalah sesuatu yang tidak bisa dijangkau pancaindra.
Termasuk:

  • Allah
  • Malaikat
  • Hari Kiamat
  • Surga
  • Neraka
  • Hisab
  • Mahsyar

📖 Dalil tentang Allah sebagai “Yang Gaib”

عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ
"(Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata."
(QS. Al-Hasyr: 22)


Iman Membentuk Kepribadian

📖

صِبْغَةَ اللّٰهِ ۚ وَمَنْ اَحْسَنُ مِنَ اللّٰهِ صِبْغَةً

"Sibghah Allah. Siapa yang lebih baik sibghah-nya daripada Allah?"
(QS. Al-Baqarah: 138)

📚 Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim menjelaskan:
“Sibghah” artinya celupan. Iman itu seperti cat yang mewarnai seluruh hidup manusia.

Kalau iman kuat, hidupnya “berwarna Allah”.
Kalau iman lemah… hidupnya berwarna cicilan 😄


Iman Bisa Bertambah dan Berkurang

📖

لِيَزْدَادُوْٓا اِيْمَانًا مَّعَ اِيْمَانِهِمْ

"Agar mereka bertambah imannya di atas iman mereka."
(QS. Al-Fath: 4)

📚 Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan:
Ahlus Sunnah sepakat iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan maksiat.

Iman itu seperti sinyal WiFi.
Kalau jauh dari router (majlis ilmu), lemot.
Kalau dekat, full bar 😄


BAGIAN KEDUA: يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ

Menegakkan Salat

Bukan sekadar “mengerjakan”, tapi menegakkan.

📚 Imam At-Tabari dalam Jāmi’ al-Bayān menjelaskan:
“Iqamah” artinya menyempurnakan rukun, syarat, khusyuk, dan kontinuitas.


Dalil Kewajiban Salat

📖

اَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ

"Dirikanlah salat dan tunaikan zakat."
(QS. Al-Baqarah: 43)


Salat Tiang Agama

Rasulullah ﷺ bersabda:

رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلَامُ وَعَمُودُهُ الصَّلَاةُ

"Pokok urusan adalah Islam dan tiangnya adalah salat."
(HR. Tirmidzi)


Salat Mencegah Maksiat

📖

اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ

"Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar."
(QS. Al-Ankabut: 45)

Kalau masih rajin salat tapi masih rajin marah…
Mungkin yang ditegakkan sajadahnya, bukan salatnya 😄


Khusyuk Itu Hati

Rasulullah ﷺ bersabda:

التَّقْوَى هَاهُنَا (sambil menunjuk dada)
"Takwa itu di sini."
(HR. Muslim)

Salat tanpa hati itu seperti kirim pesan tanpa sinyal.
Terkirim? Tidak.
Dibalas? Tidak 😄


BAGIAN KETIGA: وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ

Menginfakkan Sebagian Rezeki

Perhatikan:
Allah tidak berkata “dari harta mereka”…
Tapi “dari rezeki yang Kami beri”.

Supaya kita sadar: itu bukan murni milik kita.


Larangan Kikir dan Boros

📖

وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُوْلَةً اِلٰى عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ

"Jangan engkau jadikan tanganmu terbelenggu di lehermu (kikir), dan jangan terlalu mengulurkannya (boros)."
(QS. Al-Isra: 29)


📖

وَالَّذِيْنَ اِذَآ اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا

"Apabila mereka menginfakkan harta, tidak berlebihan dan tidak kikir."
(QS. Al-Furqan: 67)


Berapa yang Diinfakkan?

📖

قُلِ الْعَفْوَ

"Katakanlah: yang lebih dari kebutuhan."
(QS. Al-Baqarah: 219)


Hadis Tentang Sedekah

Rasulullah ﷺ bersabda:

خَيْرُ الصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ الْغِنَى

"Sebaik-baik sedekah adalah dari kelebihan kebutuhan."
(HR. Bukhari dan Muslim)


📚 Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan:
Sedekah terbaik adalah yang tidak membuat diri sendiri terlantar.

Islam itu seimbang.
Bukan pelit.
Bukan juga tanggal tua baru sadar sedekahnya kebablasan 😄


KESIMPULAN 

Orang bertakwa itu memiliki 3 ciri utama:

  1. Iman yang kuat pada yang gaib
  2. Salat yang ditegakkan
  3. Harta yang dikeluarkan

Iman membangun hubungan dengan Allah.
Salat menguatkan hubungan itu.
Infak membuktikan hubungan itu.

Kalau iman hanya di kepala…
Salat hanya di badan…
Infak tidak ada…

Itu seperti pohon tanpa buah 😄


PENUTUP

Ayat ini bukan teori.
Ini profil orang bertakwa.

Kalau kita ingin termasuk “Hudan lil muttaqin”…
Maka:

✔ Perkuat iman
✔ Perbaiki salat
✔ Ringankan tangan untuk berbagi

Karena harta yang kita simpan… belum tentu milik kita.
Tapi yang kita sedekahkan… pasti milik kita di akhirat.


Tidak ada komentar