Materi Ceramah Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Baqarah Ayat 4

Materi Ceramah Tafsir Al-Qur'an

Surah Al-Baqarah Ayat 4


📖 Ayat

وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ

"Dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan yang diturunkan sebelum engkau, serta mereka yakin akan adanya akhirat."


BAGIAN PERTAMA

Iman kepada Wahyu yang Diturunkan Kepadamu

Yang dimaksud adalah Al-Qur’an.

📖 Dalil

اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ

"Sesungguhnya Kami yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an) dan Kami pula yang menjaganya."
(QS. Al-Hijr: 9)

📚 Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim menjelaskan:
Ayat ini jaminan ilahi bahwa Al-Qur’an tidak akan berubah sampai hari kiamat.

Kalau file di laptop bisa corrupt…
Al-Qur’an tidak pernah corrupt 😄


BAGIAN KEDUA

Iman kepada Kitab-Kitab Sebelumnya

📖 Dalil

قُوْلُوْٓا اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَمَآ اُنْزِلَ اِلَيْنَا وَمَآ اُنْزِلَ اِلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ وَالْاَسْبَاطِ وَمَآ اُوْتِيَ مُوْسٰى وَعِيْسٰى وَمَآ اُوْتِيَ النَّبِيُّوْنَ مِنْ رَّبِّهِمْ ۚ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْهُمْ

"Katakanlah: Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya‘qub dan anak cucunya, serta apa yang diberikan kepada Musa dan Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka."
(QS. Al-Baqarah: 136)


Kitab-Kitab Sebelumnya

  • Taurat → kepada Nabi Musa
  • Zabur → kepada Nabi Dawud
  • Injil → kepada Nabi Isa
  • Ṣuḥuf → kepada Nabi Ibrahim

📚 Imam Al-Qurtubi dalam Al-Jāmi’ li Ahkām al-Qur’an menjelaskan:
Iman kepada kitab sebelumnya bersifat ijmali (global), sedangkan kepada Al-Qur’an harus tafsili (rinci).

Artinya kita meyakini kitab itu wahyu Allah, tetapi tidak mengikuti syariatnya karena telah disempurnakan oleh Islam.


BAGIAN KETIGA

Tidak Membeda-bedakan Para Rasul

📖

لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ

"Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya."
(QS. Al-Baqarah: 285)

Islam mengajarkan penghormatan kepada semua nabi.
Bukan fanatik buta.

Kalau ada orang berkata, “Saya cinta Nabi Muhammad tapi benci Nabi Musa”…
Itu seperti bilang, “Saya suka nasi tapi benci beras.” 😄


BAGIAN KEEMPAT

Yakin kepada Akhirat

Perhatikan kata: يُوقِنُونَ (mereka meyakini)
Bukan sekadar percaya, tapi yakin tanpa ragu.


📖 Dalil Tentang Keyakinan Akhirat

وَاِنَّ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ

"Sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya."
(QS. Al-Ankabut: 64)


📖

كُلُّ نَفْسٍ ذَآىِٕقَةُ الْمَوْتِ

"Setiap jiwa akan merasakan mati."
(QS. Ali Imran: 185)


Hadis Tentang Iman kepada Akhirat

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam."
(HR. Bukhari dan Muslim)


📚 Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan:
Hadis ini menunjukkan bahwa iman kepada akhirat harus tampak dalam akhlak.

Kalau masih suka julid, nyinyir, komentar pedas…
Mungkin keyakinan akhiratnya masih buffering 😄


DAMPAK IMAN KEPADA AKHIRAT

  1. Tidak mudah zalim
  2. Tidak mudah korupsi
  3. Tidak mudah sombong
  4. Tidak takut miskin karena yakin ada balasan

Orang yang yakin akhirat itu seperti orang yang yakin ada ujian nasional.
Dia pasti belajar.
Bukan santai-santai main game 😄


KOMENTAR ULAMA

📚 Sayyid Qutb dalam Fi Zhilal al-Qur’an menjelaskan:
Ayat ini membentuk kesadaran sejarah umat. Seorang Muslim merasa terhubung dengan seluruh nabi dan umat terdahulu. Ia bukan umat eksklusif, tetapi bagian dari mata rantai risalah tauhid.

📚 Imam At-Tabari menyebutkan bahwa keyakinan kepada akhirat adalah pembeda antara mukmin sejati dan munafik.


PESAN BESAR AYAT INI

Orang bertakwa memiliki tiga fondasi lanjutan:

  1. Iman kepada Al-Qur’an
  2. Iman kepada kitab sebelumnya
  3. Yakin penuh kepada akhirat

Kalau iman kepada kitab membuat kita taat,
Maka iman kepada akhirat membuat kita takut berbuat maksiat.


PENUTUP MENGGETARKAN

Saudaraku…

Kita ini hidup mungkin 60–70 tahun.
Akhirat? Selamanya.

Kalau untuk liburan 3 hari saja kita bisa nabung berbulan-bulan…
Kenapa untuk akhirat yang selamanya kita santai-santai saja? 😄

Ayat ini mengajak kita:

✔ Jangan fanatik sempit
✔ Jangan sombong golongan
✔ Jangan lupa akhirat

Karena hidup bukan sekadar gaji bulanan…
Tapi perjalanan menuju perhitungan abadi.



Tidak ada komentar