Menjaga Tauhid di Tengah Gelombang Zaman: Isa Rasul, Allah Maha Esa
“Menjaga Tauhid di Tengah Gelombang Zaman: Isa Rasul, Allah Maha Esa”
BAGIAN I – PEMBUKAAN
Alhamdulillāhi Rabbil ‘Ālamīn…
Segala puji hanya milik Allah, Tuhan seluruh alam.
Dialah yang menciptakan kita… memberi kita iman… memberi kita Islam…
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ…
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Di zaman ini, aqidah tidak lagi diserang dengan pedang.
Ia diserang dengan film.
Dengan media sosial.
Dengan toleransi yang salah arah.
Dengan kalimat: “Semua agama sama saja.”
Hari ini kita berdiri untuk menegaskan:
Tauhid tidak pernah berubah.
BAGIAN II – GELOMBANG PERTAMA (TEGAS – KUAT)
📖 QS. Al-Mā’idah: 73
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا إِلَٰهٌ وَاحِدٌ
“Sungguh telah kafir orang-orang yang mengatakan Allah adalah salah satu dari yang tiga. Padahal tidak ada Tuhan selain Tuhan Yang Maha Esa.”
Ini bukan kata ustadz.
Ini bukan kata ormas.
Ini firman Allah.
Allah menggunakan kata لَقَدْ – sungguh, benar-benar.
Penegasan yang sangat kuat.
📚 Imam Ibnu Katsir berkata:
Ayat ini membatalkan keyakinan trinitas dan menetapkan keesaan mutlak Allah.
Kalau Allah satu… maka ibadah hanya satu tujuan!
Kalau Allah satu… maka doa hanya satu arah!
Kalau Allah satu… maka hati tidak boleh bercabang!
BAGIAN III – LOGIKA TAUHID
Allah berfirman:
📖 QS. Al-Anbiya: 22
لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَا
“Seandainya ada tuhan selain Allah di langit dan bumi, niscaya keduanya rusak.”
Bayangkan…
Kalau Tuhan tiga…
Yang satu mau hujan…
Yang satu mau panas…
Yang satu lagi bilang: “Terserah deh…”
Alam ini bukan grup WhatsApp yang penuh voting! 😄
Kalau ketua RT saja dua bisa ribut…
Apalagi Tuhan tiga?
Tauhid itu sederhana…
Dan justru karena sederhana, ia kuat.
BAGIAN IV – ISA ‘ALAIHISSALAM ADALAH RASUL
📖 QS. Al-Mā’idah: 75
مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ
كَانَا يَأْكُلَانِ الطَّعَامَ
“Almasih putra Maryam hanyalah seorang rasul… Keduanya makan makanan.”
Perhatikan kalimat ini…
Allah tidak berkata panjang.
Cukup satu kalimat:
“Mereka makan.”
📚 Imam Al-Qurthubi menjelaskan:
Yang makan berarti butuh.
Yang butuh bukan Tuhan.
Tuhan tidak lapar.
Tuhan tidak haus.
Tuhan tidak lelah.
🎤 (Nada lembut)
Isa ‘alaihissalam adalah nabi mulia.
Kita mencintainya.
Kita memuliakannya.
Tapi kita tidak menyembahnya.
BAGIAN V – HADIS PERINGATAN KERAS
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ
فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدٌ
“Jangan kalian berlebihan memujiku seperti Nasrani memuji Isa. Aku hanyalah hamba.”
(HR. Bukhari)
Nabi saja melarang dipuji berlebihan.
Karena berlebihan dalam cinta…
bisa berubah menjadi syirik.
BAGIAN VI – (REFLEKSI DIRI)
Jamaah…
Mungkin kita tidak mengatakan Allah tiga.
Tapi…
Apakah hati kita benar-benar satu?
Atau kita masih menyembah:
- Jabatan?
- Harta?
- Popularitas?
- Status sosial?
Tauhid bukan hanya menolak trinitas…
Tauhid adalah membersihkan hati dari segala tandingan Allah.
BAGIAN VII – KHUSUS KELUARGA
Yang paling kita takutkan bukan serangan luar…
Yang kita takutkan…
Anak kita tumbuh tanpa tauhid yang kuat.
Hari ini mereka hafal lagu luar Barat …
Tapi tidak hafal Al-Ikhlas.
Mereka tahu superhero…
Tapi tidak tahu sifat Allah.
Inilah ancaman sebenarnya.
BAGIAN VIII – PENEGUHAN AKIDAH KELUARGA
📖 QS. Luqman: 13
يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah…”
Ini nasihat ayah kepada anak.
Rumah tangga harus menjadi benteng tauhid.
Kalau anak kita rusak akhlaknya… masih bisa diperbaiki.
Tapi kalau aqidahnya rusak…
Dunia akhirat hancur.
BAGIAN IX – PENUTUP
Tauhid adalah warisan paling mahal.
Bukan tanah.
Bukan rumah.
Bukan tabungan.
Warisan terbaik adalah:
“La ilaha illallah.”
💧 DOA
Allahumma yā Allah…
Engkaulah Tuhan Yang Maha Esa…
Tidak beranak dan tidak diperanakkan…
اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك
“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.”
Ya Allah…
Jangan Engkau cabut iman dari hati kami saat sakaratul maut…
Ya Allah…
Jika Engkau uji kami dengan harta, jangan Engkau cabut tauhid kami…
Jika Engkau uji kami dengan anak, jangan Engkau cabut aqidah mereka…
Ya Allah…
Lindungi anak-anak kami dari syirik yang terang…
Dan dari syirik yang tersembunyi…
Ya Allah…
Jangan Engkau biarkan rumah kami kosong dari dzikir…
Jangan Engkau biarkan anak kami jauh dari Qur’an…
Ya Allah…
Tanamkan dalam dada mereka:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
Jadikan kalimat tauhid sebagai nafas terakhir kami…
Ya Allah…
Jika Engkau ambil nyawa kami…
Ambillah dalam keadaan:
لا إله إلا الله محمد رسول الله
Ya Allah…
Kumpulkan keluarga kami di surga-Mu…
Bukan hanya di dunia.
Aamiin… Aamiin… Ya Rabbal ‘Alamin…
Post a Comment