Tauhid Tak Tergoyahkan: Isa ‘Alaihissalām Rasul, Bukan Tuhan
“Tauhid Tak Tergoyahkan: Isa ‘Alaihissalām Rasul, Bukan Tuhan”
I. PEMBUKAAN
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn.
Washshalātu wassalāmu ‘alā Sayyidinā Muhammad, wa ‘alā ālihi wa shahbihi ajma‘īn.
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Hari ini kita membahas ayat yang sangat tegas dalam menjaga kemurnian tauhid:
QS. Al-Mā’idah ayat 73 dan 75.
Ayat ini bukan untuk menyerang siapa pun.
Bukan untuk menghina.
Bukan untuk memancing debat kusir.
Tetapi untuk menjaga kemurnian aqidah kita.
Karena tauhid itu seperti kaca kristal — sekali retak, susah kembali utuh.
II. QS. AL-MĀ’IDAH AYAT 73
📖 Teks Arab
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوْٓا اِنَّ اللّٰهَ ثَالِثُ ثَلٰثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ اِلٰهٍ اِلَّآ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ ۗوَاِنْ لَّمْ يَنْتَهُوْا عَمَّا يَقُوْلُوْنَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
📖 Terjemahan
“Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga. Padahal tidak ada tuhan selain Tuhan Yang Maha Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kufur di antara mereka akan ditimpa azab yang sangat pedih.”
III. PENEGASAN TAUHID DALAM AL-QUR’AN
Allah menegaskan keesaan-Nya di banyak tempat:
1️⃣ QS. Al-Ikhlāṣ: 1-4
قُلْ هُوَ اللّٰهُ أَحَدٌ
اللّٰهُ الصَّمَدُ
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa…
📚 Tafsir Ibn Kathīr:
Allah menafikan dari diri-Nya segala bentuk keserupaan dan kemajemukan.
2️⃣ QS. Al-Anbiyā’: 22
لَوْ كَانَ فِيْهِمَا آلِهَةٌ اِلَّا اللّٰهُ لَفَسَدَتَا
“Seandainya di langit dan di bumi ada tuhan-tuhan selain Allah, pasti keduanya rusak.”
📚 Tafsir Al-Qurṭubī (Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān)
Ayat ini adalah dalil rasional bahwa kemajemukan Tuhan akan menyebabkan konflik kekuasaan.
🎤 Humor ringan:
Kalau ketua RT saja dua, rapatnya bisa sampai Subuh…
Apalagi Tuhan tiga? 😄
Alam semesta ini bukan arisan, jamaah!
IV. ANALISIS LOGIS TAUHID (PENDEKATAN AKIDAH)
Ulama Ahlus Sunnah menjelaskan:
📚 Imam Ath-Thahawi dalam Al-‘Aqidah Ath-Thahawiyyah:
وَهُوَ وَاحِدٌ لَا شَرِيكَ لَهُ
“Dia Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya.”
📚 Imam Al-Ghazali – Al-Iqtishad fil I‘tiqad
Tuhan yang sempurna tidak mungkin terbagi, karena pembagian menunjukkan keterbatasan.
Kalau sesuatu bisa dibagi, berarti dia bukan absolut.
🎤 Humor lagi:
Kalau Tuhan bisa dibagi tiga, berarti bisa diskon dong?
“Promo akhir tahun: beli satu Tuhan gratis dua!” 😅
Na‘ūdzu billāh… agama bukan marketplace!
V. QS. AL-MĀ’IDAH AYAT 75
📖 Teks Arab
مَا الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَ اِلَّا رَسُوْلٌۚ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُۗ وَاُمُّهٗ صِدِّيْقَةٌ ۗ كَانَا يَأْكُلَانِ الطَّعَامَ ۗ اُنْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الْاٰيٰتِ ثُمَّ انْظُرْ اَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ
📖 Terjemahan
“Almasih putra Maryam hanyalah seorang rasul… Keduanya makan makanan…”
VI. DALIL MANUSIAWINYA ISA
Ayat ini sederhana tapi menghancurkan klaim ketuhanan.
“Kānā ya’kulāniṭ ṭa‘ām” — keduanya makan.
📚 Tafsir Ibn Kathīr:
Orang yang makan pasti membutuhkan, dan yang membutuhkan tidak mungkin Tuhan.
🎤 Humor halus:
Tuhan kok lapar?
Kalau Tuhan lapar, siapa yang kasih makan?
Kalau Tuhan haus, siapa yang kasih minum?
Kalau Tuhan masuk kamar kecil… siapa yang jaga alam semesta? 😄
Jamaah ketawa boleh, tapi maknanya dalam.
VII. DALIL HADIS
📖 Hadis Riwayat Bukhari & Muslim
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
لَا تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ
فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدٌ
فَقُولُوا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ
“Janganlah kalian berlebihan memujiku sebagaimana kaum Nasrani berlebihan terhadap Isa bin Maryam. Aku hanyalah hamba, maka katakanlah: hamba Allah dan Rasul-Nya.”
📚 (HR. Bukhari no. 3445)
Ini peringatan keras dari Nabi ﷺ.
VIII. KESAKSIAN ISA DI HARI KIAMAT
📖 QS. Al-Mā’idah: 116
ءَاَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُوْنِيْ وَاُمِّيَ اِلٰهَيْنِ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۖ
Isa menjawab:
مَا قُلْتُ لَهُمْ اِلَّا مَآ اَمَرْتَنِيْ بِهٖٓ
“Aku tidak mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku.”
📚 Tafsir Ibn Kathīr:
Ini bukti bahwa Isa tidak pernah mengajarkan penyembahan dirinya.
IX. PENDAPAT ULAMA BESAR
📚 Imam Fakhruddin Ar-Razi – Mafātihul Ghaib
Konsep trinitas secara logika mengandung kontradiksi internal antara kesatuan dan kemajemukan.
📚 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah – Al-Jawāb Ash-Ṣaḥīḥ
Isa ‘alaihis-salām adalah hamba Allah, dan pengangkatannya tidak mengubah status kehambaannya.
X. SIKAP KITA SEBAGAI MUSLIM
- Tegas dalam aqidah
- Santun dalam dakwah
- Tidak menghina
- Tidak mencaci
📖 QS. An-Naḥl: 125
ادْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ
“Serulah dengan hikmah dan nasihat yang baik.”
🎤 Humor penutup ringan:
Kalau ada yang bilang Tuhan tiga…
Kita jawab:
“Maaf, di rumah saya listrik 3 phase saja sudah ribet… apalagi Tuhan 3.” 😄
XI. PENUTUP
Tauhid itu sederhana:
Satu Tuhan.
Tidak beranak.
Tidak diperanakkan.
Tidak makan.
Tidak mati.
Tidak disalib.
Tidak butuh bantuan.
Allah Maha Kaya.
Kita yang butuh.
Post a Comment