MENYEMPURNAKAN SHALAT & KHUSYUK: ANTARA GERAKAN TUBUH DAN TANGIS JIWA

MENYEMPURNAKAN SHALAT & KHUSYUK:

ANTARA GERAKAN TUBUH DAN TANGIS JIWA


Pembukaan 

الحمد لله رب العالمين،
نحمده ونستعينه ونستغفره،
ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا…

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Marilah kita tundukkan hati kita, sebelum kita tundukkan kepala kita.
Karena shalat bukan sekadar berdiri, rukuk, dan sujud,
tetapi berdirinya hati di hadapan Allah.

Berapa banyak orang yang shalat…
namun hatinya berjalan ke pasar.
Berapa banyak yang rukuk dan sujud…
namun jiwanya tidak pernah hadir.

Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Shalat itu adalah timbangan.
Siapa yang menyempurnakannya, akan disempurnakan baginya.
Siapa yang menguranginya, maka kalian tahu ancaman Allah bagi orang-orang yang curang.”

Saudara-saudaraku…
shalat kita akan ditimbang.
Bukan lamanya…
bukan indahnya bacaan…
tetapi kejujurannya di hadapan Allah.


Bagian 1: Shalat yang Dicuri 

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Maukah aku beritahukan pencuri yang paling buruk?”
Para sahabat berkata: “Ya, wahai Rasulullah.”
Beliau bersabda:
“Orang yang mencuri dari shalatnya.”

Ketika ditanya bagaimana ia mencuri, Rasulullah menjawab:

“Ia tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya.”

Astaghfirullah…

Kita takut maling di luar rumah…
tapi kita sendiri mencuri dari shalat kita.

Rukuk hanya formalitas.
Sujud hanya rutinitas.
Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:

“Posisi paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika sujud.”

Tapi…
berapa banyak sujud yang tidak membawa kita dekat?
Karena hati kita tidak ikut turun.


Bagian 2: Ancaman Orang yang Lalai 

Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Barang siapa shalatnya tidak mencegahnya dari kemungkaran,
maka shalat itu tidak menambahnya di sisi Allah kecuali semakin jauh.”

Allahu Akbar…

Shalat seharusnya membuat kita lebih lembut
lebih jujur…
lebih takut berbuat dosa…

Kalau setelah shalat kita masih ringan bermaksiat,
masih kasar kepada keluarga,
masih berani menipu dan menyakiti…

Maka yang rusak bukan Allah,
tetapi shalat kita.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”

Bukan shalatnya yang salah…
tetapi cara kita menghadap Allah.


Bagian 3: Kisah Khusyuk yang Membuat Jamaah Diam 

Ma’asyiral muslimin…

Hudzaifah bin Yaman pernah melihat seseorang shalat tanpa tuma’ninah.
Lalu ia berkata:

“Seandainya engkau mati dalam keadaan seperti ini,
engkau mati bukan di atas fitrah.”

Allahu Akbar…

Ada orang hidup di atas Islam,
tapi mati tanpa shalat yang layak.

Muslim bin Yasar berkata kepada keluarganya:

“Jika aku shalat, silakan kalian berbincang.
Aku tidak mendengar kalian.”

Ada pula Ya‘qub Al-Qari’…
selendangnya dicuri saat shalat…
dikembalikan lagi saat shalat…
dan ia tidak merasakan apa-apa.

Rabi‘ah Al-‘Adawiyah…
sepotong bambu menusuk matanya saat sujud…
dan ia baru merasakannya setelah shalat selesai.

Saudara-saudaraku…

Kita menangis karena dunia…
mereka lupa dunia karena shalat.


Bagian 4: Tangisan Para Kekasih Allah 

Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma…
jika hendak wudhu, wajahnya pucat.

Ia berkata:

“Aku akan berdiri di hadapan Raja Yang Maha Perkasa.”

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu…
tubuhnya gemetar saat waktu shalat tiba.

Ia berkata:

“Ini adalah amanah besar yang ditolak langit dan gunung.”

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma…
menangis hanya karena mendengar adzan.

Ia berkata:

“Seandainya manusia tahu makna adzan,
mereka tidak akan bisa tidur.”

Saudara-saudaraku…

Adzan bukan alarm.
Shalat bukan jeda aktivitas.
Itu panggilan langit.


Bagian 5: Puncak Haru 

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Dua orang shalat, rukuk dan sujudnya sama,
namun jarak nilai shalat mereka seperti langit dan bumi.”

Yang satu berdiri dengan tubuhnya.
Yang satu berdiri dengan jiwanya.

Yang satu pulang tanpa apa-apa.
Yang satu pulang dengan ampunan.

Maka wahai diri-diri yang lemah…

Kalau selama ini shalat kita kering…
kalau selama ini shalat kita dingin…
kalau selama ini shalat kita terburu-buru…

Malam ini…
kita menangislah di hadapan Allah.


DOA 

Allahumma…

Ya Allah…
jika shalat kami selama ini buruk,
kami datang membawa penyesalan…

Ya Allah…
ampuni shalat yang lalai,
rukuk yang tergesa,
sujud yang tidak khusyuk…

Ya Allah…
kami malu berdiri di hadapan-Mu
sementara hati kami tidak bersama-Mu…

Ya Allah…
lembutkan hati kami dalam shalat…
hadirkan rasa takut dan rindu…
jadikan shalat kami penyejuk jiwa…

Ya Allah…
jangan Engkau jadikan shalat kami hanya gerakan…
jadikan ia cahaya di kubur kami…
penyelamat di hari pertemuan…

Ya Allah…
jika kami mati malam ini…
jangan Engkau cabut nyawa kami
kecuali Engkau ridha kepada kami…

Ya Allah…
terimalah taubat kami…
ampuni dosa kami…
perbaiki shalat kami…

Rabbana taqabbal minna…
innaka Antas-Sami‘ul ‘Alim…

وصلى الله على نبينا محمد
وعلى آله وصحبه أجمعين

آمين… آمين… آمين…



Tidak ada komentar