Namimah: Dosa Lisan yang Merobohkan Kampung, Keluarga, dan Akhirat


“Namimah: Dosa Lisan yang Merobohkan Kampung, Keluarga, dan Akhirat”


1️⃣ PEMBUKAAN 

Mukadimah

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا…

Shalawat kepada Nabi ﷺ.

Pembuka yang mengena (humor ringan):
Jamaah sekalian…
Ada dosa yang tidak bikin capek,
tidak perlu keluar uang,
tidak perlu angkat kaki,
cukup duduk, kopi panas, HP di tangan, WA grup dibuka…
👉 dosa jalan sendiri!
Namanya: namimah – adu domba.

Kadang pelakunya bilang:

“Saya cuma nyampein aja, Pak…”

Padahal yang disampaikan itu api 🔥.


2️⃣ DEFINISI NAMIMAH 

📖 Definisi Ulama

Imam an-Nawawi rahimahullah:

النميمة هي نقل كلام الناس بعضهم إلى بعض على جهة الإفساد
“Namimah adalah memindahkan perkataan seseorang kepada yang lain dengan tujuan merusak hubungan.”
📚 Syarh Shahih Muslim

➡️ Bukan hanya bohong,
➡️ Bahkan bisa benar,
tapi niat dan dampaknya merusak.

Humor ringan:
Kalau bohong itu dosa,
namimah itu dosa + bonus kerusakan massal.


3️⃣ DALIL AL-QUR’AN TENTANG NAMIMAH 

🔹 QS. Al-Qalam: 11–12

Arab:

هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ

Terjemah:

“Yang banyak mencela dan ke sana kemari menyebarkan namimah.”

📌 Komentar Ibnu Katsir:

Ini adalah sifat manusia paling hina, karena merusak hubungan dan menebar kebencian.
📚 Tafsir Ibnu Katsir


🔹 QS. Al-Hujurat: 6

Arab:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

Terjemah:

“Wahai orang-orang beriman, jika datang orang fasik membawa berita, maka telitilah…”

Humor nyeletuk:
Ini ayat anti forward tanpa mikir 😄
Bukan anti WA, tapi anti kebodohan berjamaah.


4️⃣ DALIL HADIS: NAMIMAH DOSA BESAR 

🟥 Hadis Hudzaifah رضي الله عنه

Arab:

«لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَتَّاتٌ»

Terjemah:

“Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.”
📚 HR. Bukhari & Muslim

⚠️ Catatan penting:
“Tidak masuk surga” = ancaman besar, bukan dosa kecil.


🟥 Hadis Kubur Disiksa

Arab:

«وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ»

Terjemah:

“Yang satu lagi disiksa karena berjalan dengan namimah.”
📚 HR. Bukhari & Muslim

Ulama berkata:

“Disebut kecil menurut manusia, tapi besar di sisi Allah.”

Humor pahit:
Di dunia dianggap receh,
di kubur tagihannya mahal.


5️⃣ KISAH NYATA: KAMPUNG 

📍 Kisah 1: WA Grup RT

Di satu kampung… Satu orang nulis di WA:

“Bu RT kayaknya pilih kasih ya…”

Tidak lama:

  • Ronda pecah
  • Arisan bubar
  • Hajatan sepi
  • Salam cuma angguk

Padahal awalnya cuma satu chat.

➡️ Namimah = bom tanpa suara.


📍 Kisah 2: Warisan Saudara

Tiga bersaudara rukun… Satu orang bisik:

“Kata kakakmu, kamu serakah…”

Akhirnya:

  • Tanah dijual
  • Saudara tak salaman
  • Orang tua wafat dengan hati hancur

Padahal belum tentu benar.


6️⃣ PERKATAAN ULAMA SALAF 

🧠 Umar bin Abdul Aziz

“Jika kamu benar, kamu namimah.
Jika kamu dusta, kamu fasik.”

📚 Tarikh al-Khulafa


🧠 Hasan al-Bashri

“Orang yang membawa cerita kepadamu, akan membawa ceritamu ke orang lain.”

Humor menohok:
Namimah itu bocor permanen,
bukan bocor halus, tapi rembes nasional 😅


7️⃣ CARA MENYELAMATKAN DIRI 

Jika didatangi tukang adu domba: 1️⃣ Jangan percaya langsung
2️⃣ Tegur dengan lembut
3️⃣ Benci perbuatannya, bukan orangnya
4️⃣ Jangan su’udzon
5️⃣ Jangan kepo
6️⃣ Jangan sebar ulang

➡️ Putus rantai, bukan tambah panjang.


8️⃣ PENUTUP

Jamaah… Berapa keluarga hancur karena lisan? Berapa persahabatan mati karena cerita? Berapa pahala gugur karena “katanya”?

Nabi ﷺ bersabda:

“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam.”


🤲 DOA 

Allahumma ya Allah…
Kami datang dengan lisan yang kotor…
Dengan kata yang melukai…
Dengan cerita yang kami sebar tanpa takut kubur…

Ya Allah…
Jika dosa ini Kau hitung satu per satu,
tak ada satu pun dari kami yang selamat…

Ya Allah…
Ampuni dosa lisan kami…
Ampuni chat yang kami kirim…
Ampuni suara yang kami lepaskan…
Ampuni cerita yang membuat saudara kami menangis…

Ya Allah…
Jika karena namimah kami
ada rumah tangga yang retak…
ada saudara yang bermusuhan…
ada kampung yang pecah…

Maka kami mohon…
satukan kembali hati kami…

Ya Allah…
Jangan Kau siksa kami di kubur karena lisan
Jangan Kau bakar kami di neraka karena cerita
Jangan Kau tutup pintu surga karena adu domba

Ya Allah…
Jadikan lisan kami dzikir
Jadikan jari kami istighfar
Jadikan mulut kami penjaga ukhuwah

Rabbana…
Kami pulang dari majelis ini
dengan hati yang takut…
dan harap akan rahmat-Mu…

🤲 Aamiin ya Rabbal ‘alamin…



Tidak ada komentar