GHIBAH: DOSA LISAN YANG PALING DIREMEHKAN, PALING MEMBUNUH
“GHIBAH: DOSA LISAN YANG PALING DIREMEHKAN, PALING MEMBUNUH”
⏱️ PEMBUKAAN
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Alhamdulillāh…
Segala puji bagi Allah yang menutup aib kita, padahal jika satu saja dibuka, mungkin kita sudah tidak berani keluar rumah.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ,
manusia paling bersih lisannya,
yang diamnya ibadah,
dan ucapannya penyelamat umat.
Hadirin yang dimuliakan Allah…
Kalau hari ini kita dikumpulkan,
bukan karena kita paling suci,
tapi karena Allah masih mau menegur kita… sebelum lisan kita menjerumuskan kita ke neraka.
⏱️ BAGIAN I – APA ITU GHIBAH
Rasulullah ﷺ bertanya kepada para sahabat:
“Tahukah kalian apa itu ghibah?”
Sahabat menjawab:
Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Engkau menyebut saudaramu dengan sesuatu yang ia benci.”
Ditanya:
“Bagaimana kalau memang benar?”
Jawab Nabi ﷺ:
“Kalau benar, itu ghibah.
Kalau tidak benar, itu buhtān (fitnah).”
💥 Jamaah… ini penting:
- Benar → tetap dosa
- Tidak benar → dosa lebih besar
➡️ Jadi jangan bilang:
“Ini kan fakta…”
“Ini kan kenyataan…”
“Ini kan demi kebaikan…”
Setan juga jujur ketika menggoda Adam.
🎭 Humor halus (biar jamaah hidup):
Kadang kita bilang:
“Bukan gibah ya… cuma sharing.”
Kalau ganti nama dosa, terus halal,
berarti riba bisa kita ganti jadi ‘bagi hasil terpaksa’.
⏱️ BAGIAN II – GHIBAH ITU MEMAKAN BANGKAI SAUDARA
Allah berfirman (QS. Al-Hujurat: 12):
“Apakah salah seorang dari kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?”
Lalu Allah berkata:
“Maka tentu kalian membencinya.”
💔 Jamaah…
Allah tidak bilang “seperti”,
tapi “itulah hakikatnya.”
Rasulullah ﷺ melihat pada malam Isra’ Mi’raj:
Orang-orang dicabik lambungnya,
lalu dipaksa memakan daging sendiri,
dan dikatakan:
“Makanlah daging saudaramu seperti dulu kamu makan di dunia.”
📌 Siapa mereka?
➡️ Para penggibah.
⏱️ BAGIAN III – GHIBAH ITU DOSA KOLEKTIF
Angin busuk pernah tercium di Madinah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ada orang-orang yang menggibahi kaum muslimin.”
Lalu ulama berkata:
“Hari ini bau itu tidak terasa,
bukan karena ghibah hilang,
tapi karena hidung kita sudah terbiasa.”
😔
Seperti orang tinggal di tempat penyamakan kulit,
bau busuk… tapi tetap makan.
⏱️ BAGIAN IV – KISAH NYATA KAMPUNG INDONESIA
🏘️ Kisah 1: Grup WA RT
Ada grup WA RT.
Awalnya info ronda, iuran, hajatan.
Lalu suatu malam:
“Bu A itu kok jarang ikut pengajian ya…”
Disambung:
“Iya… anaknya juga begitu…”
💥 Satu pesan… jadi neraka kolektif.
Besoknya Bu A tidak datang ke masjid lagi.
Anaknya pindah sekolah.
Dan yang menggibah… merasa tidak salah.
Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:
“Engkau menyebutkan yang paling buruk dari dirinya.”
🏠 Kisah 2: Warisan Keluarga
Satu keluarga pecah bukan karena harta,
tapi karena cerita dari mulut ke mulut.
“Katanya dia serakah…”
“Katanya dia licik…”
Akhirnya bukan hanya warisan yang hilang,
tapi silaturahmi, pahala, dan doa orang tua.
🕌 Kisah 3: Orang Shalih tapi Lisannya Longgar
Hasan Al-Bashri pernah diberitahu:
“Ada orang yang menggibahimu.”
Beliau tidak marah,
tapi mengirim sepiring kurma.
Dan berkata:
“Katanya engkau mengirimkan pahala kepadaku.
Aku ingin membalasnya.”
😭
Kita?
Dikirim pahala… malah kirim balik dosa.
⏱️ BAGIAN V – PENUTUP NASIHAT
Jamaah…
Kalau tak mampu berbuat baik,
jangan menyakiti.
Kalau tak mampu memuji,
jangan mencela.
Kalau tak kuat menahan lisan,
lebih baik diam.
Karena banyak orang masuk neraka bukan karena zina, riba, atau khamr…
tapi karena LISAN.
🤲 DOA
Allahumma…
Kami datang bukan membawa amal…
Kami datang membawa dosa yang kami lupakan satu per satu.
Ya Allah…
Jika Engkau buka aib kami hari ini…
Kami tidak pantas duduk di rumah-Mu.
Ya Allah…
Berapa banyak lisan kami melukai tanpa darah,
menghancurkan tanpa suara,
membunuh kehormatan saudara kami…
lalu kami pulang dengan merasa baik-baik saja…
😭
Ya Allah…
Ampuni ghibah yang kami anggap sepele…
yang kami bungkus dengan candaan…
yang kami sembunyikan di balik nasihat…
Ampuni kami yang tersenyum sambil merobohkan pahala orang lain.
Ya Allah…
Jika hari ini ada saudara kami yang hatinya hancur karena lisan kami…
maka sembuhkanlah hatinya,
dan jangan Kau tuntut kami di hadapan-Mu tanpa ampunan.
Ya Allah…
Kami takut hari kiamat…
datang dengan shalat, puasa, sedekah…
tapi bangkrut karena lisan.
😭
Ya Allah…
Jangan Engkau jadikan kami orang yang masuk neraka pertama karena ghibah,
sebagaimana janji-Mu kepada orang yang mati tanpa taubat.
Ya Allah…
Didik lisan kami sebelum Engkau menghisab kami…
Remukkan kesombongan kami sebelum Engkau mempermalukan kami…
Jika Engkau cabut nyawa kami malam ini…
jadikan taubat ini taubat terakhir yang Engkau terima.
Rabbana…
Ampuni orang tua kami…
Ampuni guru-guru kami…
Ampuni tetangga yang pernah kami sakiti dengan lisan…
Ya Allah…
Jadikan kami hamba yang lisannya dzikir,
diamnya fikir,
dan hatinya takut kepada-Mu.
Rabbana taqabbal minna…
Innaka Antas-Sami’ul ‘Alim…
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Post a Comment