PERBANDINGAN DETAIL ZAKAT FITRAH MENURUT EMPAT MAZHAB

📚 PERBANDINGAN DETAIL ZAKAT FITRAH MENURUT EMPAT MAZHAB


I. Landasan Normatif

📖 Dalil Al-Qur’an

Walaupun zakat fitrah tidak disebut eksplisit, para ulama mengaitkannya dengan keumuman perintah zakat dan pensucian jiwa:

Surah Al-A‘la Ayat 14–15

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّىٰ ۝ وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّىٰ

Terjemahan:
"Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri, dan mengingat nama Tuhannya lalu ia salat."

Menurut Ibn Kathir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, sebagian ulama salaf menafsirkan tazakka dengan zakat fitrah sebelum shalat ‘Id.


📖 Dalil Hadis Pokok

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ
(HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj)

Terjemahan:
"Rasulullah ﷺ mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas setiap Muslim, baik budak maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar."


II. Status Hukum Zakat Fitrah

Mazhab Status Hukum
Hanafi Wajib
Maliki Wajib
Syafi’i Wajib
Hanbali Wajib

Catatan penting:

Menurut Abu Hanifa, zakat fitrah hukumnya wajib (bukan fardhu) dalam istilah ushul Hanafi—artinya berdasar dalil zhanni, bukan qath’i.

Sedangkan jumhur (Maliki, Syafi’i, Hanbali) menyebutnya fardhu.


III. Siapa yang Wajib Mengeluarkan?

1️⃣ Mazhab Hanafi

Wajib atas Muslim yang memiliki nisab melebihi kebutuhan pokok pada hari ‘Id.
Tidak disyaratkan puasa.

2️⃣ Mazhab Maliki

Wajib atas setiap Muslim yang memiliki kelebihan makanan sehari semalam.

3️⃣ Mazhab Syafi’i

Wajib atas setiap Muslim yang memiliki kelebihan makanan untuk diri dan tanggungannya pada malam dan hari ‘Id.

4️⃣ Mazhab Hanbali

Sejalan dengan Syafi’i: cukup memiliki kelebihan dari kebutuhan dasar.

📌 Perbedaan utama:
Hanafi mensyaratkan nisab (standar kekayaan minimal).
Tiga mazhab lain tidak mensyaratkan nisab.


IV. Untuk Siapa Dibayarkan?

Hadis:

طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ
(HR. Abu Dawud)

Terjemahan:
"Sebagai pensuci bagi orang yang berpuasa dari perkataan sia-sia dan kotor, dan sebagai makanan bagi orang miskin."

Pandangan Mazhab:

  • Hanafi: Boleh diberikan kepada satu golongan dari delapan asnaf (QS At-Taubah: 60).
  • Maliki: Dikhususkan untuk fakir dan miskin.
  • Syafi’i: Boleh untuk seluruh asnaf delapan.
  • Hanbali: Lebih utama untuk fakir miskin.

V. Jenis dan Bentuk Zakat Fitrah

Hadis Ukuran

صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ

Satu sha’ ≈ ± 2,5–3 kg (perbedaan takaran klasik).

Pandangan Mazhab:

1️⃣ Hanafi

Boleh membayar dengan nilai uang (qimah).
Ini ijtihad khas Hanafi berdasarkan prinsip maslahat.

Dalil rasional: kebutuhan fakir bisa lebih terpenuhi dengan uang.

2️⃣ Maliki

Harus makanan pokok daerah (tidak boleh uang menurut pendapat masyhur).

3️⃣ Syafi’i

Wajib berupa makanan pokok.
Tidak sah dengan uang menurut qaul jadid.

4️⃣ Hanbali

Mayoritas tidak membolehkan uang; harus makanan.

📌 Isu Kontemporer:
Banyak lembaga fatwa modern membolehkan uang dengan pertimbangan maslahat sosial.


VI. Waktu Pembayaran

1️⃣ Waktu Wajib

Saat terbenam matahari akhir Ramadhan.

2️⃣ Waktu Afdhal

Sebelum shalat ‘Id.

Hadis:

مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ
(HR. Abu Dawud)

Perbandingan:

Mazhab Boleh Sebelum ‘Id?
Hanafi Boleh sejak awal Ramadhan
Maliki 1–2 hari sebelum ‘Id
Syafi’i Sejak awal Ramadhan
Hanbali 1–2 hari sebelum ‘Id

VII. Zakat Fitrah untuk Janin

  • Hanafi: Tidak wajib.
  • Maliki: Tidak wajib.
  • Syafi’i: Tidak wajib, tetapi sunnah.
  • Hanbali: Sunnah (berdasarkan praktik Uthman ibn Affan).

VIII. Hikmah dan Filosofi

Menurut Ibn Qudamah dalam Al-Mughni, zakat fitrah:

  1. Penyempurna puasa
  2. Solidaritas sosial
  3. Penutup kekurangan Ramadhan

Menurut Al-Qurtubi, zakat fitrah adalah jembatan antara ibadah individual dan keadilan sosial.


IX. Analisis Ushul Fiqh atas Perbedaan

Perbedaan terjadi karena:

  1. Perbedaan memahami keumuman ayat zakat (QS At-Taubah: 60).
  2. Perbedaan memahami maqashid (tujuan syariat).
  3. Perbedaan dalam qiyas dan istihsan (khusus Hanafi).

Mazhab Hanafi menggunakan pendekatan maslahat dan istihsan.
Mazhab Syafi’i lebih tekstual (ta‘abbudi).
Mazhab Maliki mempertimbangkan ‘amal ahl Madinah.
Mazhab Hanbali kuat dalam atsar sahabat.


🔎 KESIMPULAN ILMIAH

  1. Zakat fitrah wajib menurut seluruh mazhab.
  2. Perbedaan utama pada:
    • Nisab (khusus Hanafi)
    • Boleh tidaknya uang
    • Distribusi asnaf
    • Waktu pembayaran
  3. Ikhtilaf ini menunjukkan fleksibilitas syariat.

🌙 Penutup Reflektif

Zakat fitrah bukan sekadar 2,5 kg beras.
Ia adalah simbol bahwa Ramadhan tidak hanya membentuk pribadi bertakwa,
tetapi juga membangun masyarakat yang peduli.

Puasa membersihkan jiwa,
Zakat fitrah membersihkan harta,
Keduanya menyempurnakan kemenangan ‘Idul Fitri.



Tidak ada komentar