Peringatan Keras dari Tertawa Berlebihan
Peringatan Keras dari Tertawa Berlebihan
1️⃣ PEMBUKA YANG “NGENA”
Pembukaan:
Jamaah rahimakumullah…
Ada orang kalau dengar ceramah tentang neraka, dia ketawa.
Tapi kalau dengar promo diskon, dia serius.
Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:
«لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ، لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا»
“Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.”
📚 HR. Bukhari dan Muslim
Humor nusuk:
Kita ini unik…
Dengar kabar kematian tetangga: “Innalillah…” lalu lanjut ngopi.
Dengar WA grup: “Gas elpiji naik” — langsung panik nasional.
2️⃣ MAKNA “ULAMA ADALAH GARAM DUNIA”
Ucapan Nabi Isa ‘alaihissalam:
يَا مِلْحَ الْأَرْضِ لَا تُفْسِدُوا…
“Wahai garam bumi, janganlah kalian rusak…”
📌 Penjelasan Al-Faqih Abu Laits As-Samarqandi:
- Garam = ulama
- Dunia rusak → ulama memperbaiki
- Kalau ulama rusak, siapa yang memperbaiki dunia?
Komentar Ulama:
- 📚 Tanbihul Ghafilin, Abu Laits As-Samarqandi
- 📚 Ihya’ Ulumiddin, Imam Al-Ghazali
Humor RT:
Kalau garam dapur basi, masih bisa beli di warung.
Tapi kalau ulama basi, mau beli di mana?
Tokopedia? Shopee? WA Grup RT?
3️⃣ BAHAYA TERTAWA TANPA KONTROL
Dalil Al-Qur’an:
{فَلْيَضْحَكُوا قَلِيلًا وَلْيَبْكُوا كَثِيرًا}
“Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak.”
📖 QS. At-Taubah: 82
Hadis Rasulullah ﷺ:
«إِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُـمِيتُ الْقَلْبَ»
“Banyak tertawa mematikan hati.”
📚 HR. Tirmidzi
Penjelasan Hasan Al-Bashri:
“Aku heran dengan orang yang tertawa, padahal di belakangnya ada neraka, dan bergembira padahal di depannya ada kematian.”
Humor kampung:
Kita ini bisa ketawa ngakak di hajatan…
Tapi pas azan subuh?
“Nanti aja… masih ngantuk, kan belum kiamat.”
4️⃣ TERTAWA YANG DIBOLEHKAN & YANG DILARANG
Rasulullah ﷺ:
«كَانَ لَا يَضْحَكُ إِلَّا تَبَسُّمًا»
“Beliau tidak tertawa kecuali tersenyum.”
📚 HR. Bukhari
📌 Kesimpulan ulama:
- 😊 Senyum → sunnah
- 😆 Canda ringan → mubah
- 🤣 Ngakak berlebihan → makruh, bahkan haram jika melalaikan
Humor WA Grup:
Ada orang ketawa di grup WA pakai stiker sampai 20 biji…
Tapi pas ada pesan: “Shalat berjamaah” — centang biru aja enggak.
5️⃣ KISAH NUSUK: NASIHAT HASAN AL-BASHRI
Seorang pemuda tertawa terbahak-bahak.
Hasan Al-Bashri berkata:
“Nak… apakah kamu sudah melewati shirath?”
“Belum.”
“Apakah kamu tahu kamu ke surga atau neraka?”
“Tidak.”
“Lalu… untuk apa tertawa?”
📌 Pemuda itu tidak pernah tertawa lagi.
📚 Siyar A’lam An-Nubala’
6️⃣ REALITA INDONESIA
- Dosa dibuat konten → demi views
- Bohong biar lucu → demi like
- Ghibah → dibungkus candaan
Hadis keras:
«وَيْلٌ لِمَنْ يَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ النَّاسَ»
“Celaka orang yang berdusta untuk membuat orang tertawa.”
📚 HR. Abu Dawud
Humor pahit:
Zaman sekarang, orang takut dosa kalau lupa doa makan…
Tapi bohong demi konten?
“Yang penting viral, ustadz.”
7️⃣ PENUTUP
Jamaah…
Tawa kita akan berhenti di kubur.
Tapi tangisan kita… bisa menyelamatkan kita.
🤲 DOA
Ya Allah…
Jika hari ini kami masih bisa tertawa, itu karena Engkau masih menutup aib kami…
Ya Allah…
Jangan Engkau cabut iman kami saat kami tertawa dalam kelalaian…
Ya Allah…
Jadikan air mata kami di dunia ini, penghalang dari api neraka…
Ya Allah…
Ampuni dosa lisan kami…
Ampuni tawa yang melukai…
Ampuni candaan yang mengandung dusta…
Ya Allah…
Jika hari ini kami belum bisa menangis…
Maka jadikan hati kami hati orang-orang yang ingin menangis…
Jangan Engkau jadikan kami orang yang tertawa di dunia,
lalu menangis tanpa henti di akhirat…
📚 KITAB RUJUKAN UTAMA
- Tanbihul Ghafilin – Abu Laits As-Samarqandi
- Ihya’ Ulumiddin – Imam Al-Ghazali
- Siyar A’lam An-Nubala’ – Adz-Dzahabi
- Riyadhus Shalihin – Imam An-Nawawi
Post a Comment