Tertawa yang Melalaikan, Menangis yang Menyelamatkan
Tertawa yang Melalaikan, Menangis yang Menyelamatkan
🔹 PEMBUKAAN
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin…
Segala puji hanya milik Allah, Rabb yang melihat tawa kita, mendengar bisik dosa kita, dan menunggu tangisan taubat kita.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad ﷺ,
yang lebih banyak menangis daripada tertawa,
padahal dijamin surga.
Jamaah rahimakumullah…
Hari ini kita akan bicara tentang tertawa.
Bukan tertawa karena bahagia,
tapi tertawa yang bikin lupa akhirat.
Dan tenang…
Saya tahu jamaah Indonesia ini nggak bisa serius terus.
Makanya saya selipkan humor…
tapi humor yang habis ketawa langsung mikir:
“Loh… itu saya.”
🔹 PEMANAS SUASANA
Jamaah…
Kalau dengar ceramah neraka:
“Iya ustadz… ngeri…”
Tapi kalau dengar:
“Ibu-ibu, sembako naik!”
Langsung:
“Astaghfirullah… ini kiamat kecil!”
Kematian diumumkan lewat toa masjid:
“Innalillahi…”
Lima menit kemudian:
“Pak RT, jadinya arisan tetap jalan kan?”
🔹 DALIL UTAMA: TERTAWA & HATI
Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُـمِيتُ الْقَلْبَ»
“Sesungguhnya banyak tertawa itu mematikan hati.”
📚 HR. Tirmidzi
Bukan saya yang bilang.
Nabi ﷺ.
Bukan tertawa haram semuanya.
Yang dilarang adalah:
- Tertawa tanpa makna
- Tertawa tanpa rasa takut pada Allah
- Tertawa di atas dosa
Allah berfirman:
{فَلْيَضْحَكُوا قَلِيلًا وَلْيَبْكُوا كَثِيرًا}
“Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak.”
📖 QS. At-Taubah: 82
🔹 HUMOR RT & WA GRUP
Jamaah…
Di WA Grup RT:
- Video lucu → 200 balasan
- Pengumuman shalat jamaah → dibaca doang
Ada yang share:
“Hati-hati riba”
Jawaban:
“Siap pak RT 🙏”
Besoknya:
“Pinjam dulu, nanti nyusul bunganya.”
🔹 NASIHAT ULAMA: GARAM DUNIA
Nabi Isa ‘alaihissalam berkata:
يَا مِلْحَ الْأَرْضِ لَا تُفْسِدُوا
“Wahai garam bumi, jangan kalian rusak.”
Abu Laits As-Samarqandi menjelaskan:
“Yang dimaksud garam adalah ulama.”
Kalau garam dapur basi, bisa beli di pasar.
Kalau ulama basi, siapa yang memperbaiki umat?
🔹 KISAH NUSUK
Hasan Al-Bashri melihat pemuda tertawa terbahak-bahak.
Beliau bertanya:
“Nak, apakah kamu sudah melewati shirath?”
“Belum.”
“Kamu tahu ke surga atau neraka?”
“Tidak.”
“Lalu… untuk apa tertawa?”
📌 Pemuda itu tidak pernah tertawa lagi seumur hidupnya.
🔹 REALITA PASAR & HAJATAN
Jamaah…
Di pasar:
- Timbangan dikurangi → “Ah, sedikit.”
- Dosa dikurangi? → “Nanti aja.”
Di hajatan:
- Ketawa sampai lupa shalat
- Musik keras, adzan kalah suara
Tapi pas ditanya:
“Iman aman kan?”
Jawabannya:
“InsyaAllah…”
🔹 PERINGATAN KERAS NABI SAW.
Rasulullah ﷺ bersabda:
«لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ، لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا»
Kalau kita tahu:
- gelapnya kubur
- panasnya neraka
- lamanya hisab
Kita nggak akan kebanyakan ketawa.
🤲 DOA
Ya Allah…
Malam ini kami datang membawa tawa-tawa kosong kami…
Ya Allah…
Berapa banyak kami tertawa…
di atas dosa yang belum kami taubati…
Ya Allah…
Jika tawa kami membuat hati kami keras…
maka lembutkan hati kami dengan air mata…
Ya Allah…
Kami sering tertawa di WA grup…
tapi jarang menangis dalam sujud…
Ya Allah…
Kami sering bercanda di hajatan…
tapi lalai dari kematian…
Ya Allah…
Jika hari ini Engkau cabut nyawa kami…
apakah tawa kami cukup untuk menyelamatkan kami?
Ya Allah…
Ampuni:
- tawa karena dusta
- canda yang melukai
- senyum yang menipu
Ya Allah…
Jangan Engkau jadikan kami orang yang tertawa di dunia
lalu menangis tanpa akhir di neraka…
Ya Allah…
Jadikan air mata ini saksi…
bahwa kami ingin kembali…
Ya Allah…
Terimalah taubat kami…
sebelum tawa kami berhenti di kubur…
(ditutup istighfar berjamaah, shalawat, dan doa penutup majelis)
📚 KITAB RUJUKAN
- Tanbihul Ghafilin – Abu Laits As-Samarqandi
- Ihya’ Ulumiddin – Imam Al-Ghazali
- Siyar A’lam An-Nubala’ – Adz-Dzahabi
- Riyadhus Shalihin – Imam An-Nawawi
Post a Comment