PINTU AR-RAYYAN: PANGGILAN KEHORMATAN BAGI AHLI PUASA
🌙 PINTU AR-RAYYAN: PANGGILAN KEHORMATAN BAGI AHLI PUASA
🔊 PEMBUKAAN
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ…
(ambil napas… perlahan… tatap jamaah…)
Jamaah yang dirahmati Allah…
Tidak ada kenikmatan yang lebih besar selain ketika Allah masih memberi kita umur untuk bertemu Ramadhan.
Ada yang tahun lalu bersama kita…
Sekarang sudah di alam kubur.
Ada yang dulu berdiri di shaf ini…
Sekarang tinggal namanya disebut dalam doa.
Dan kita…
Masih Allah beri kesempatan.
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Imam Ibnu Katsir menjelaskan: tujuan puasa adalah mematahkan syahwat dan melatih jiwa menuju takwa.¹
Puasa bukan sekadar lapar.
Puasa adalah latihan menjadi calon penghuni surga.
🔥 BAGIAN 1: SURGA PUNYA DELAPAN PINTU
Rasulullah ﷺ bersabda:
فِي الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ لَا يَدْخُلُهُ إِلَّا الصَّائِمُونَ
“Di surga ada delapan pintu. Di antaranya ada pintu bernama Ar-Rayyan, tidak memasukinya kecuali orang yang berpuasa.”
(HR. Bukhari no. 3257)
Bayangkan hari kiamat…
Padang mahsyar panasnya luar biasa.
Manusia tenggelam dalam keringat.
Tiba-tiba terdengar seruan:
أَيْنَ الصَّائِمُونَ؟
“Mana orang-orang yang berpuasa?”
Jamaah…
Itu bukan panggilan biasa.
Itu panggilan kehormatan!
Imam An-Nawawi menjelaskan dalam Syarh Shahih Muslim bahwa ini menunjukkan kemuliaan khusus bagi ahli puasa.²
Bukan semua orang berdiri.
Hanya yang puasanya benar.
Pertanyaannya…
Kalau malam ini dipanggil…
Apakah kita berdiri?
💧 BAGIAN 2: MAKNA AR-RAYYAN
Ar-Rayyan artinya: segar, puas, hilang dahaga.
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata dalam Fathul Bari:
Nama itu sesuai dengan keadaan ahli puasa; mereka menahan haus di dunia, lalu Allah hilangkan hausnya selamanya di akhirat.³
Di dunia:
Jam 12 siang lihat air es seperti lihat bidadari 😄
Di akhirat:
Minuman langsung dari Allah.
Allah berfirman:
وَسَقَاهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُورًا
“Dan Tuhan mereka memberi mereka minuman yang suci.”
(QS. Al-Insan: 21)
MasyaAllah…
Kita menahan haus 14 jam.
Allah balas dengan minuman abadi.
😂 HUMOR
Kadang ada yang puasanya kuat…
Tapi emosinya meledak-ledak.
Pagi: sabar.
Siang: mulai sensi.
Sore: semua orang salah.
Maghrib: baru senyum lagi 😄
Padahal Nabi ﷺ bersabda:
الصِّيَامُ جُنَّةٌ
“Puasa adalah perisai.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Perisai itu melindungi, bukan cuma lambung… tapi hati!
Jangan sampai kita dapat gelar:
“Ahli lapar, bukan ahli sabar.” 😄
⚖ BAGIAN 3: PUASA ITU UNTUK ALLAH
Hadits qudsi:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
“Semua amal anak Adam untuknya, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya.”
(HR. Bukhari no. 5927; Muslim no. 1151)
Kenapa khusus?
Karena puasa adalah rahasia.
Orang bisa pura-pura shalat.
Orang bisa pura-pura sedekah.
Tapi puasa?
Kalau mau batal diam-diam, siapa yang tahu?
Hanya Allah.
Itulah sebabnya pahalanya tanpa batas.
🌋 BAGIAN 4: NAIK KE PUNCAK – BAYANGKAN HARI KIAMAT
Jamaah…
Hari itu tidak ada jabatan.
Tidak ada gelar.
Tidak ada followers.
Yang ada hanya amal.
Allah berfirman:
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ • إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
“Hari ketika harta dan anak tidak berguna, kecuali yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.”
(QS. Asy-Syu’ara: 88–89)
Ketika panggilan Ar-Rayyan dikumandangkan…
Yang bangkit adalah orang-orang yang dulu:
✔ Bangun sahur walau ngantuk
✔ Menahan haus walau kerja berat
✔ Menjaga lisan walau digoda
Dan pintu itu ditutup.
Haditsnya tegas:
فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ
“Jika mereka telah masuk, pintu itu ditutup dan tidak ada lagi yang masuk.”
(HR. Bukhari 1896)
Ditutup!
Tidak bisa nego.
Tidak bisa titip nama.
Tidak bisa pakai orang dalam.
💔 BAGIAN 5: TURUN KE RENUNGAN
Mari jujur…
Sudah berapa Ramadhan kita lewati?
Sudah berapa yang benar-benar mengubah kita?
Apakah kita puasa dari dosa?
Atau cuma puasa dari nasi?
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Betapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan dari puasanya kecuali lapar dan haus.”
(HR. Ahmad; hasan)
Jangan sampai kita hanya lapar…
Tapi tidak lolos Ar-Rayyan.
🌧 DOA
اللَّهُمَّ يَا رَبَّنَا…
Engkau yang mempertemukan kami dengan Ramadhan…
Engkau pula yang mengetahui kualitas puasa kami…
Ya Allah…
Kalau puasa kami masih banyak cacat…
Ampuni kami…
Ya Allah…
Kami menahan lapar karena-Mu…
Kami menahan haus karena-Mu…
Kami menahan syahwat karena-Mu…
Jangan Engkau sia-siakan semuanya…
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الصَّائِمِينَ الصَّادِقِينَ
Ya Allah jadikan kami ahli puasa yang jujur…
اللَّهُمَّ نَادِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ الصَّائِمِينَ
Ya Allah panggil nama kami bersama ahli puasa…
Ya Allah…
Ketika terdengar seruan:
“Mana orang-orang yang berpuasa?”
Jangan biarkan kami diam…
Jangan biarkan kami tertunduk…
Bangkitkan kami Ya Rabb…
Masukkan kami melalui pintu Ar-Rayyan…
Ya Allah…
Sejukkan dahaga kami di padang mahsyar…
Berikan kami minuman dari tangan Nabi-Mu…
Ya Allah…
Tutup hidup kami dengan husnul khatimah…
Pertemukan kami di surga-Mu…
Dekatkan kami dengan wajah-Mu…
آمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
📚 FOOTNOTE RUJUKAN
- Tafsir Ibnu Katsir, tafsir QS Al-Baqarah: 183.
- Syarh Shahih Muslim, 8/31.
- Fathul Bari, 4/131-132.
Post a Comment