PINTU SURGA AR-RAYYAN: KHUSUS UNTUK ORANG YANG BERPUASA
PINTU SURGA AR-RAYYAN: KHUSUS UNTUK ORANG YANG BERPUASA
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ.
Muqaddimah: Ramadhan, Tamu Agung yang Dirindukan
Jamaah yang dirahmati Allah…
Setiap tahun kita menunggu satu bulan yang membuat warung siang hari sepi… tapi masjid malam hari penuh! 😄
Bulan yang membuat alarm subuh lebih rajin dari biasanya.
Bulan yang membuat ibu-ibu lebih semangat ke dapur… dan bapak-bapak lebih sering ke masjid.
Itulah Ramadhan.
Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
📖 Tafsir Para Ulama
- Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa tujuan puasa adalah menundukkan hawa nafsu dan melatih jiwa agar mencapai derajat takwa.¹
- Imam Al-Qurthubi menyebutkan bahwa puasa adalah ibadah rahasia yang sulit dimasuki riya’, karena tidak ada yang tahu kecuali Allah dan pelakunya.²
Artinya…
Kalau shalat masih bisa dilihat orang, sedekah bisa difoto (walau jangan ya 😄), tapi puasa?
Kita bisa saja pura-pura puasa, tapi Allah tahu!
Bagian 1: Hadits Pintu Ar-Rayyan
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ...
“Sesungguhnya di surga ada satu pintu yang disebut Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melaluinya pada hari kiamat. Tidak ada yang masuk melalui pintu itu selain mereka…”
(HR. Bukhari no. 1896; Muslim no. 1152)
Hadits lain:
فِي الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ، لَا يَدْخُلُهُ إِلَّا الصَّائِمُونَ
“Di surga ada delapan pintu. Salah satunya dinamakan Ar-Rayyan, tidak memasukinya kecuali orang-orang yang berpuasa.”
(HR. Bukhari no. 3257)
Makna Ar-Rayyan
Secara bahasa, “Ar-Rayyan” berarti: kenyang, puas, tidak haus.
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan:
Nama Ar-Rayyan diambil dari kata “ar-riyy” (hilang dahaga). Karena orang yang berpuasa menahan haus di dunia, maka mereka diberi kepuasan yang sempurna di akhirat.³
Subhanallah…
Di dunia kita menahan haus.
Di akhirat Allah hilangkan haus itu selamanya.
Bayangkan jamaah…
Di dunia saja, jam 12 siang sudah lihat kulkas seperti lihat Ka'bah… 😄
Apalagi di padang mahsyar yang panasnya luar biasa…
Allah balas dengan pintu khusus!
Bagian 2: Al-Jazā’ min Jinsil ‘Amal
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا اتِّقَاءَ اللَّهِ إِلَّا أَعْطَاكَ اللَّهُ خَيْرًا مِنْهُ
“Tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah kecuali Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.”
(HR. Ahmad 5/78, shahih)
Dalam hadits qudsi:
يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَأَكْلَهُ وَشُرْبَهُ مِنْ أَجْلِي
“Ia meninggalkan syahwat, makan dan minumnya karena-Ku.”
(HR. Bukhari no. 7492; Muslim no. 1151)
Dan:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
“Setiap amal anak Adam untuknya, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya.”
(HR. Bukhari no. 5927; Muslim no. 1151)
Imam An-Nawawi menjelaskan dalam Syarh Shahih Muslim bahwa keistimewaan ini menunjukkan kemuliaan puasa dibanding ibadah lainnya.⁴
Kenapa puasa istimewa?
Karena puasa adalah “ibadah tanpa saksi”.
Kalau kita lapar…
Tidak ada yang tahu kecuali Allah.
Bagian 3: Gambaran Kenikmatan Surga
Allah berfirman:
وَسَقَاهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُورًا
“Dan Tuhan mereka memberi mereka minuman yang suci.”
(QS. Al-Insan: 21)
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ
“Sesungguhnya orang-orang bertakwa berada di dalam surga dan mata air.”
(QS. Adz-Dzariyat: 15)
Para mufassir menjelaskan bahwa orang yang bertakwa—termasuk yang berpuasa—akan diberi minuman yang tidak pernah habis dan tidak pernah membuat haus lagi.
Subhanallah…
Di dunia:
Air dingin satu gelas terasa luar biasa.
Di akhirat:
Minuman dari Allah langsung!
Bagian 4: Humor Reflektif (Biar Jamaah Hidup 😄)
Jamaah…
Kadang ada yang puasanya kuat…
Tapi marahnya lebih kuat.
Pagi puasa.
Dzuhur mulai lemas.
Ashar mulai sensi.
Maghrib baru senyum lagi. 😄
Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:
“Puasa adalah perisai…” (HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya puasa itu tameng, bukan cuma menahan lapar, tapi menahan emosi.
Jangan sampai kita dapat gelar:
“Lulus puasa, tapi tidak lulus sabar.”
Kalau ada yang ganggu, bilang saja:
إِنِّي صَائِمٌ
“Aku sedang berpuasa.”
Bukan bilang:
“Nanti ya setelah Maghrib kita selesaikan!” 😄
Penutup: Siapkah Kita Dipanggil?
Bayangkan hari kiamat…
Diseru:
أَيْنَ الصَّائِمُونَ؟
“Mana orang-orang yang berpuasa?”
Mereka berdiri.
Mereka berjalan.
Mereka masuk melalui pintu Ar-Rayyan.
Lalu pintu itu ditutup.
Tidak ada lagi yang masuk.
Pertanyaannya…
Kalau panggilan itu hari ini…
Apakah kita berdiri?
Doa Penutup
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الصَّائِمِينَ الْمَقْبُولِينَ
Ya Allah jadikan kami termasuk orang-orang yang puasanya Engkau terima.
اللَّهُمَّ أَدْخِلْنَا بَابَ الرَّيَّانِ
Ya Allah masukkan kami melalui pintu Ar-Rayyan.
اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ الْكَرِيمِ
Ya Allah jangan Engkau haramkan kami dari kenikmatan memandang wajah-Mu.
آمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
Footnote Rujukan
- Tafsir Ibnu Katsir, tafsir QS Al-Baqarah: 183.
- Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an, tafsir QS Al-Baqarah: 183.
- Fathul Bari, 4/131–132.
- Syarh Shahih Muslim, 8/31.
Post a Comment