RAHMAT & KASIH SAYANG: TIKET LANGSUNG MENUJU RAHMAT ALLAH

“RAHMAT & KASIH SAYANG: TIKET LANGSUNG MENUJU RAHMAT ALLAH”


I. PEMBUKAAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillāh…
Segala puji bagi Allah Ar-Rahmān Ar-Rahīm,
yang membuka Al-Qur’an dengan rahmat,
menurunkan Nabi dengan rahmat,
dan tidak membuka pintu surga kecuali dengan rahmat-Nya.

Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad ﷺ,
manusia paling lembut hatinya,
tapi paling tegas dalam kebenaran.

📖 Dalil pembuka:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.”
(QS. Al-Anbiyā’: 107)

🧠 Komentar Imam Ibn Katsir:

“Seluruh ajaran Nabi ﷺ berpangkal pada rahmat—baik hukum, akhlak, maupun muamalah.”

😂 Humor pembuka:
Kadang kita bangga,

“Saya tegas!”

Padahal tegas tanpa rahmat itu bukan sunnah…
itu emosi dapat dalil 😄


II. RAHMAT BISA MENGHAPUS DOSA BESAR (KISAH ANJING) 

📖 Hadis utama (no. 573):

«بَيْنَا رَجُلٌ يَمْشِي فِي الطَّرِيقِ… فَسَقَى الْكَلْبَ، فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ»
“Seorang lelaki sangat kehausan… ia memberi minum seekor anjing, maka Allah bersyukur kepadanya dan mengampuninya.”
(HR. Bukhari & Muslim)

📖 Terjemah ringkas:
Satu perbuatan rahmat kepada hewan,
menghapus dosa manusia.

🧠 Imam An-Nawawi رحمه الله:

“Hadis ini dalil bahwa rahmat kepada makhluk, sekecil apa pun, bisa menjadi sebab ampunan dosa besar.”

😂 Humor:
Ada orang bilang,

“Saya belum pantas masuk surga.”

Tenang…
anjing saja jadi sebab surga orang lain,
apalagi kita yang shalat tapi galak 😄

📖 Lanjutan hadis:

«فِي كُلِّ ذَاتِ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ»
“Pada setiap makhluk bernyawa ada pahala.”
(HR. Bukhari & Muslim)

➡️ Bukan cuma manusia, semua makhluk.


III. TIDAK MASUK SURGA KECUALI ORANG YANG PENYAYANG

📖 Hadis (no. 574):

«لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا رَحِيمٌ»
“Tidak masuk surga kecuali orang yang penyayang.”

Para sahabat berkata:
“Kami semua penyayang.”

Nabi ﷺ menjawab:

«لَيْسَ رَحْمَةَ أَحَدِكُمْ نَفْسَهُ خَاصَّةً…»
“Bukan kasih sayang kepada diri sendiri, tapi kepada manusia secara umum.”

🧠 Ibn Rajab رحمه الله:

“Orang yang hanya sayang pada kelompoknya, belum mencapai rahmat yang dituntut syariat.”

😂 Humor:
Sayang istri,
sayang anak,
tapi tetangga parkir sedikit langsung viral 😄
Itu sayang bersyarat.


IV. JANGAN BANTU SETAN ATAS ORANG BERDOSA 

📖 Atsar (no. 574):

«إِذَا رَأَيْتُمْ أَخَاكُمْ قَدْ أَصَابَهُ جَزَاءٌ… وَلَكِنْ قُولُوا اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ»
“Jika saudaramu dihukum, jangan melaknatnya… doakan: ‘Ya Allah, rahmatilah dia.’”

🧠 Al-Hasan Al-Basri:

“Mencela orang yang jatuh dalam dosa adalah kesombongan tersembunyi.”

😂 Humor:
Kadang kita bilang:

“Saya cuma mengingatkan.”

Padahal nadanya:

“Syukurin saya bukan kamu.” 😄


V. UMAT INI SATU TUBUH 

📖 Hadis (no. 575):

«مَثَلِ الْعُضْوِ مِنَ الْجَسَدِ…»
“Seperti satu anggota tubuh…”

📖 Dalil penguat:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara.”
(QS. Al-Hujurāt: 10)

🧠 Imam Al-Qurthubi:

“Ukhuwah tanpa rahmat hanyalah slogan.”

😂 Humor:
Kalau kaki kiri sakit,
kaki kanan tidak bilang:

“Itu bukan urusan saya.” 😄


VI. CONTOH NYATA: UMAR & PARA KHALIFAH 

📖 Kisah Umar menjaga musafir (no. 575)
📖 Kisah Umar menanggung ahli dzimmah tua
📖 Kisah Umar mengejar unta zakat

🧠 Ibnul Jauzi:

“Keadilan Umar lahir dari rahmat, bukan kekuasaan.”

😂 Humor:
Umar itu khalifah,
tapi masih patroli malam.

Kita?
Satpam kompleks saja ditanya RT dulu 😄


VII. PARA NABI DIDIDIK DENGAN HEWAN 

📖 Hadis:

«مَا مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا وَقَدْ رَعَى»
“Tidak ada nabi kecuali pernah menggembala.”

🧠 Komentar Al-Fuqaha’:

“Menggembala melatih sabar, lembut, dan tanggung jawab.”

📖 Kisah Musa dan kambing (no. 579)

😂 Humor:
Kalau kambing saja dikejar demi rahmat,
masa manusia kita kejar dengan komentar pedas? 😄


VIII. INTI AJARAN AGAMA

📖 Ucapan Thawus رحمه الله:

“Takutlah pada Allah… berharaplah… cintai orang lain seperti dirimu.”

📖 Dalil penutup:

«الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ»
“Orang yang penyayang akan disayangi Ar-Rahman.”
(HR. Tirmidzi)


PENUTUP 

Jamaah…

Kalau iman kita keras,
biasanya bukan karena dalil,
tapi karena hati yang lupa rahmat.

📖 Allah berfirman:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ
“Maka dengan rahmat Allah engkau bersikap lembut.”
(QS. Ali ‘Imran: 159)



Tidak ada komentar