RAMADHAN, CINTA HALAL, DAN BATASAN SYARI’AT

RAMADHAN, CINTA HALAL, DAN BATASAN SYARI’AT


1️⃣ MUKADIMAH: ISLAM BUKAN AGAMA MENYIKSA FITRAH

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Islam bukan agama yang mematikan naluri,
bukan pula agama yang memusuhi kenikmatan.

Islam adalah agama fitrah,
yang mengatur, bukan meniadakan.

😄 Kalau Islam anti senang-senang,
tidak mungkin Allah ciptakan rasa cinta,
tidak mungkin ada kata “halal”.


2️⃣ DALIL UTAMA: HALALNYA HUBUNGAN SUAMI-ISTRI DI MALAM RAMADHAN

📖 Firman Allah Ta‘ala

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ

“Dihalalkan bagi kalian pada malam hari puasa bercampur dengan isteri-isteri kalian. Mereka adalah pakaian bagi kalian, dan kalian pun adalah pakaian bagi mereka.”
(QS. Al-Baqarah: 187)

📌 Makna “rafats”:
perkataan mesra, sentuhan, hingga jima’.

📚 Ibnu Katsir رحمه الله:

“Ayat ini menunjukkan keluasan rahmat Allah kepada hamba-Nya.”
(Tafsir Ibnu Katsir, 1/519)

😄 Jadi kalau ada yang bilang:
“Ramadhan itu bulan puasa, jangan mesra,”
jawab saja: boleh, tapi malam hari 😄


3️⃣ WANITA DAN LAKI-LAKI: PAKAIAN JIWA, BUKAN SEKADAR RAGA

🧕 Tafsir Sahabat

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata:

“Mereka adalah ketenangan bagimu, dan kamu adalah ketenangan bagi mereka.”

📚 (Tafsir Ath-Thabari)

📌 Pakaian itu:

  • menutup aib
  • menghangatkan
  • memperindah
  • melekat paling dekat

😄 Kalau baju saja kita pilih yang nyaman,
masa pasangan hidup diperlakukan seadanya?


4️⃣ HIKMAH: MAKAN, MINUM, DAN BIOLOGI = SYUKUR NIKMAT

Jama'ah..., perhatikan kalimat ini (penting):

“Mereka makan, minum, dan melampiaskan kebutuhan biologis… untuk menampakkan anugerah dan rahmat Allah.”

📌 Artinya:

  • halal itu ibadah
  • menikmati halal bukan dosa
  • menahan diri di siang hari = taqwa
  • menikmati halal di malam hari = syukur

📚 Asy-Syathibi رحمه الله:

“Syariat datang untuk menjaga agama, jiwa, dan keturunan.”
(Al-Muwafaqat)

😄 Puasa itu rem,
malam Ramadhan itu bensin halal.


5️⃣ BATASAN: SAMPAI TERBIT FAJAR, BUKAN “KEBABLASAN”

📖 Firman Allah

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ

“Makan dan minumlah hingga jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.”
(QS. Al-Baqarah: 187)

📌 Setelah adzan Subuh:

  • makan → batal
  • minum → batal
  • jima’ → batal + kafarat berat

😄 Jadi jangan sampai niatnya sahur,
tahunya sudah adzan…


6️⃣ PENGECUALIAN KHUSUS: SAAT I’TIKAF

📖 Lanjutan ayat

وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ

“Dan jangan kalian gauli isteri-isteri kalian ketika kalian sedang beri’tikaf di masjid.”

📚 Ash-Shabuni رحمه الله:

“I’tikaf adalah waktu memutus urusan dunia dan fokus ibadah.”
(Tafsir Ayaatil Ahkaam, I/93)

📌 Pesan penting:

  • ada waktu mendekat ke pasangan
  • ada waktu menjauh demi Allah

😄 I’tikaf itu bukan anti istri,
tapi sedang janji khusus dengan Allah.


7️⃣ PERINGATAN: JANGAN TEROBOS BATAS ALLAH

📖 Penutup ayat

تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا

“Itulah batas-batas Allah, maka jangan kalian melanggarnya.”

📚 Imam Al-Qurthubi رحمه الله:

“Siapa yang menjaga batas Allah, Allah jaga kehormatannya.”

😄 Masalah rumah tangga itu bukan soal kuat atau tidak,
tapi taat atau tidak.


8️⃣ PENUTUP 

  • Halal itu ibadah
  • Syahwat itu amanah
  • Rumah tangga itu ladang pahala

📜 Rasulullah ﷺ bersabda:

وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ

“Pada hubungan suami-istri kalian terdapat pahala.”
(HR. Muslim)

😄 Subhanallah…
yang niatnya benar,
yang halal pun jadi tabungan akhirat.


📚 DAFTAR RUJUKAN

  • Tafsir Ibnu Katsir
  • Tafsir Ath-Thabari
  • Tafsir Al-Qurthubi
  • Tafsir Ayaatil Ahkaam – Ash-Shabuni
  • Al-Muwafaqat – Asy-Syathibi
  • Shahih Bukhari & Muslim


Tidak ada komentar