REZEKI HALAL ATAU API NERAKA? Bahaya Mencari Nafkah Tanpa Takwa
“REZEKI HALAL ATAU API NERAKA?”
Bahaya Mencari Nafkah Tanpa Takwa
I. PEMBUKAAN
Pembukaan mimbar
Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh…
Alhamdulillāh…
Segala puji bagi Allah ﷻ yang menjamin rezeki kita, bukan karena kuatnya usaha kita, tapi karena luasnya rahmat-Nya.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, manusia paling takut pada yang haram, padahal beliau paling dijamin rezekinya.
Jamaah yang dirahmati Allah…
Bab yang kita bahas malam ini bukan bab ringan.
Ini bab yang membuat para salaf menangis di pasar,
bab yang membuat Abu Bakar memuntahkan makanan,
bab yang membuat ulama lebih takut pada satu dirham haram daripada seribu cambukan.
Bab ini bernama:
Bahaya Mencari Nafkah dan Waspada dari yang Haram.
II. PEDAGANG BANYAK DOSA – HADIS YANG MENAMPAK KERAS
Disebutkan dari Nabi ﷺ:
«إِنْ شِئْتُمْ حَلَفْتُ أَنَّ أَكْثَرَ التُّجَّارِ فُجَّارٌ»
“Jika kalian mau, aku bersumpah bahwa kebanyakan pedagang adalah orang-orang fajir (banyak dosa).”
Jamaah…
Ini bukan celaan profesi,
ini peringatan bahaya.
Karena:
- Ada dusta demi untung
- Ada sumpah palsu demi laku
- Ada penipuan demi cepat kaya
Rasulullah ﷺ bersabda lagi:
«أَعْجَبُ لِلتَّاجِرِ يَحْلِفُ نَهَارًا وَيَحْتَسِبُ لَيْلًا»
“Aku heran pada pedagang yang bersumpah di siang hari, lalu menipu dalam hitungan di malam hari.”
III. EMPAT PILAR DUNIA – DAN PEDAGANG DI DALAMNYA
Para ulama berkata:
“Agama dan dunia tidak tegak kecuali dengan empat golongan: ulama, penguasa, mujahid, dan pencari nafkah.”
➡️ Ulama rusak → umat sesat
➡️ Penguasa rusak → rakyat menderita
➡️ Mujahid rusak niat → kalah sebelum perang
➡️ Pedagang rusak amanah → manusia saling memakan
Jamaah…
Kalau pedagang khianat,
siapa yang bisa dipercaya?
IV. SYARAT PEDAGANG SELAMAT
Ulama hikmah berkata:
Pedagang tidak akan selamat dunia–akhirat kecuali dengan tiga penjagaan:
1️⃣ Lisan yang bersih
- Tidak dusta
- Tidak banyak sumpah
- Tidak kata kotor
2️⃣ Hati yang bersih
- Tidak menipu
- Tidak khianat
- Tidak hasad
3️⃣ Jiwa yang terikat akhirat
- Menjaga shalat Jumat
- Menjaga jamaah
- Menuntut ilmu
- Lebih mencintai ridha Allah daripada laba
V. UCAPAN SAHABAT YANG MENGGETARKAN
Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه berkata:
«مَنْ لَمْ يَتَفَقَّهْ فِي الدِّينِ غَرِقَ فِي الرِّبَا ثُمَّ غَرِقَ ثُمَّ غَرِقَ»
“Siapa yang berdagang tanpa ilmu fikih, ia akan tenggelam dalam riba… lalu tenggelam… lalu tenggelam.”
Umar bin Khattab رضي الله عنه berkata:
«لَا يَبِعْ فِي سُوقِنَا إِلَّا مَنْ قَدْ تَفَقَّهَ فِي الدِّينِ»
“Jangan berdagang di pasar kami kecuali orang yang paham agama.”
VI. BETAPA LANGKANYA HARTA HALAL
Ibnu Abbas رضي الله عنهما berkata:
“Mencari rezeki halal lebih berat daripada memindahkan gunung.”
Yunus bin ‘Ubaid رحمه الله berkata:
“Aku tidak tahu hari ini sesuatu yang lebih langka daripada satu dirham halal.
Seandainya kami menemukannya, niscaya kami jadikan ia sebagai obat.”
Jamaah…
Bukan karena halal itu tidak ada,
tapi karena manusia tidak sabar.
VII. SETIAP HARTA AKAN DIHISAB
Mu‘adz bin Jabal رضي الله عنه berkata, Nabi ﷺ bersabda:
«لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ… وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ»
“Tidak bergeser kaki seorang hamba di hari kiamat hingga ditanya…
tentang hartanya: dari mana ia peroleh dan ke mana ia belanjakan.”
VIII. DOA TAK NAIK KARENA MAKANAN HARAM
Yahya bin Mu‘adz رحمه الله berkata:
“Ketaatan ada di gudang Allah, kuncinya doa, dan giginya makanan halal.”
Bagaimana doa naik, kalau perut kita diisi yang haram?
Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ الْجَنَّةَ عَلَى كُلِّ جَسَدٍ نَبَتَ مِنَ الْحَرَامِ»
“Allah mengharamkan surga bagi jasad yang tumbuh dari yang haram.”
IX. PUNCAK MUHASABAH
Jamaah…
Apakah rezeki kita:
- bersih dari riba?
- bersih dari suap?
- bersih dari penipuan?
- bersih dari zalim?
Ataukah kita berkata:
“Yang penting keluarga makan…”
Padahal neraka lebih pantas ditakuti daripada lapar sementara.
DOA
اللَّهُمَّ يَا رَبَّنَا…
Ya Allah…
Jika hari ini kami berdiri dengan tubuh yang tumbuh dari rezeki yang Engkau benci…
kami mohon ampun ya Allah…
Ya Allah…
Sucikan rezeki kami…
Sucikan harta kami…
Sucikan makanan anak-anak kami…
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ مَالٍ يُدْخِلُنَا النَّارَ
وَنَسْأَلُكَ رِزْقًا حَلَالًا طَيِّبًا يُقَرِّبُنَا إِلَيْكَ
Ya Allah…
Jika Engkau sempitkan dunia kami demi menjaga akhirat kami,
kami ridha ya Rabb…
Jangan Engkau beri kami dunia
jika dunia itu menjauhkan kami dari-Mu…
رَبَّنَا تَقَبَّلْ تَوْبَتَنَا
وَاغْسِلْ قُلُوبَنَا
وَاخْتِمْ أَعْمَارَنَا بِالْحَلَالِ وَالْحُسْنَى
Āmīn… Āmīn… Āmīn…
Post a Comment