KEUTAMAAN BEKERJA & MENCARI NAFKAH HALAL
KEUTAMAAN BEKERJA & MENCARI NAFKAH HALAL
Pembukaan
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Segala puji bagi Allah yang membuka pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka,
Yang menjadikan usaha sebagai ibadah,
Yang mengangkat derajat hamba-Nya bukan dengan harta,
tetapi dengan niat dan kejujuran dalam mencari harta.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ,
kepada keluarga, sahabat, dan orang-orang yang meneladani beliau hingga hari kiamat.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullāh…
Bab yang kita baca malam ini bukan sekadar bab ekonomi,
bukan bab dunia,
tetapi bab iman.
Karena cara kita mencari nafkah adalah cermin tauhid kita.
Bagian 1: Mencari Dunia Bisa Menjadi Ibadah atau Petaka
Rasulullah ﷺ bersabda:
«مَنْ طَلَبَ الدُّنْيَا حَلَالًا اسْتِعْفَافًا عَنِ الْمَسْأَلَةِ، وَسَعْيًا عَلَى أَهْلِهِ، وَتَعَطُّفًا عَلَى جَارِهِ، بَعَثَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَوَجْهُهُ كَالْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ»
Barang siapa mencari dunia dengan cara halal,
untuk menjaga diri dari meminta-minta,
menafkahi keluarga,
dan membantu tetangga,
Allah bangkitkan dia di hari kiamat dengan wajah bercahaya seperti bulan purnama.
Namun lanjut Rasulullah ﷺ:
«وَمَنْ طَلَبَ الدُّنْيَا مُكَاثِرًا مُرَائِيًا لَقِيَ اللَّهَ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ»
Siapa yang bekerja demi pamer, demi kesombongan, demi menindas,
maka ia akan menghadap Allah dalam keadaan dimurkai.
🔸 Sama-sama bekerja
🔸 Sama-sama lelah
🔸 Tapi yang satu bercahaya, yang satu celaka
➡️ Bedanya hanya NIAT
Bagian 2: Nabi Daud AS – Raja yang Menangis Karena Makan dari Baitul Mal
Dikisahkan Nabi Daud ‘alaihis salām, seorang raja dan nabi,
keluar menyamar menanyakan pendapat rakyat tentang dirinya.
Malaikat Jibril datang dalam rupa manusia dan berkata:
“Dia hamba yang baik… tapi ada satu kekurangan.”
“Ia makan dari Baitul Mal.”
Apa yang terjadi?
👉 Nabi Daud menangis di mihrabnya
👉 Beliau berdoa:
“Ya Rabb, ajarkan aku pekerjaan dengan tanganku sendiri agar aku tidak bergantung pada harta kaum muslimin.”
Lalu Allah berfirman:
{وَأَلَنَّا لَهُ الْحَدِيدَ}
{وَعَلَّمْنَاهُ صَنْعَةَ لَبُوسٍ لَكُمْ}
Allah lunakkan besi di tangannya.
Nabi Daud membuat baju perang, menjualnya,
dan hidup dari keringat sendiri.
📌 Pelajaran besar:
➡️ Kemuliaan bukan pada jabatan
➡️ Kemuliaan pada kehalalan rezeki
(Nada suara diturunkan, penuh haru)
Bagian 3: Semua Nabi Bekerja – Tidak Ada Nabi Pemalas
- Nabi Ibrahim AS → pedagang kain
- Nabi Zakariya AS → tukang kayu
- Nabi Sulaiman AS → menganyam saat khutbah
- Nabi Muhammad ﷺ → ke pasar, membeli kebutuhan keluarga
📌 Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ كُلَّ مُؤْمِنٍ مُحْتَرِفٍ أَبَا الْعِيَالِ»
Allah mencintai mukmin yang bekerja dan menanggung keluarga
dan tidak mencintai orang sehat yang menganggur.
Bagian 4: Bekerja untuk Orang Tua & Anak = Jalan Allah
Ketika sahabat melihat pemuda kuat lalu berkata:
“Seandainya tenaganya untuk jihad…”
Rasulullah ﷺ meluruskan:
«إِنْ كَانَ يَسْعَى عَلَى أَبَوَيْنِ كَبِيرَيْنِ فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ»
«وَإِنْ كَانَ يَسْعَى عَلَى أَوْلَادِهِ فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ»
➡️ Mengantar anak sekolah = fi sabilillah
➡️ Mencari nafkah halal = jihad diam-diam
(Nada lembut)
Banyak ayah pulang malam,
tak sempat majelis,
tak sempat kajian…
tapi niatnya menjaga keluarganya dari haram
— itu ibadah yang sering tidak disadari.
Bagian 5: Kisah Orang Miskin yang Diajari Nabi Bekerja
Seorang lelaki datang meminta-minta.
Rasulullah ﷺ tidak langsung memberi.
Beliau bertanya:
“Apa yang ada di rumahmu?”
➡️ Dijual
➡️ Dibeli kapak
➡️ Disuruh mencari kayu
15 hari kemudian ia kembali tidak miskin.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ini lebih baik bagimu daripada datang pada hari kiamat dengan noda hitam di wajahmu karena meminta-minta.”
📌 Islam mengangkat martabat manusia
📌 Bukan dengan sedekah terus-menerus, tapi dengan kemandirian
Penutup
Ma’asyiral muslimin…
Bab ini mengajarkan:
- Rezeki halal adalah ibadah
- Kerja adalah kehormatan
- Menganggur tanpa uzur adalah bahaya iman
- Dunia di tangan, bukan di hati
Semoga Allah sucikan niat kita…
Semoga Allah berkahi usaha kita…
Semoga Allah jauhkan rezeki kita dari yang haram…
DOA
Allahumma…
Ya Allah…
Kami datang kepada-Mu membawa tangan yang lelah…
membawa punggung yang letih…
membawa hati yang sering lalai…
Ya Allah…
Jika selama ini kami bekerja tanpa niat ibadah,
ampuni kami…
Jika selama ini kami mengejar dunia
hingga melupakan akhirat,
ampuni kami…
Ya Allah…
Sucikan rezeki kami…
Sucikan nafkah kami…
Jauhkan kami dari harta haram yang mengeraskan hati…
Ya Allah…
Jangan Engkau uji kami dengan kemiskinan yang menyesatkan,
dan jangan Engkau uji kami dengan kekayaan yang melalaikan…
Ya Allah…
Jadikan setiap langkah kami ke tempat kerja sebagai dzikir…
Jadikan keringat kami sebagai penghapus dosa…
Jadikan nafkah kami sebagai jalan menuju surga…
Ya Allah…
Ampuni para ayah yang pulang dalam keadaan lelah…
Ampuni para ibu yang berjuang dalam diam…
Ampuni kami yang sering mengeluh atas rezeki-Mu…
Ya Allah…
Jika kami wafat…
jangan Engkau wafatkan kami dalam keadaan bergantung pada manusia…
wafatkan kami dalam keadaan husnul khatimah,
dengan rezeki halal di tangan
dan iman yang Engkau ridai…
Rabbana taqabbal minna…
Innaka Antas-Sami’ul ‘Alim…
Aamiin… Aamiin… Aamiin ya Rabbal ‘Alamin…
Post a Comment