Rububiyah – Uluhiyah – Asma wa Sifat

📚 KAJIAN TAUHID LENGKAP

Rububiyah – Uluhiyah – Asma wa Sifat

Tafsir Perbandingan QS Al-Baqarah: 21

Durasi: ± 2 Jam


BAGIAN I – PEMBUKAAN & LANDASAN 

📖 Ayat Pokok

Al-Qur'an Surah Al-Baqarah: 21

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya:
“Wahai manusia, sembahlah Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”


Tujuan Kajian

  1. Memahami struktur tauhid dalam ayat.

  2. Mengkaji tafsir perbandingan 4 mufassir besar:

    • Ath-Thabari
    • Fakhruddin Ar-Razi
    • Ibnu Katsir
    • Al-Qurtubi
  3. Menyusun pemetaan tauhid:

    • Rububiyah
    • Uluhiyah
    • Asma wa Sifat

BAGIAN II – TAUHID RUBUBIYAH

Frasa Kunci:

رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ

1️⃣ Tafsir Ath-Thabari

Dalam Jāmi’ al-Bayān, beliau menjelaskan:

  • Rabb = Malik (Pemilik)
  • Khaliq (Pencipta)
  • Mudabbir (Pengatur)

Beliau menekankan sisi argumentasi rasional:
Jika Allah satu-satunya pencipta, maka ibadah hanya untuk-Nya.


2️⃣ Tafsir Ar-Razi

Dalam Mafātīḥ al-Ghayb, Ar-Razi menguraikan pendekatan filosofis:

  • Penciptaan menunjukkan kebutuhan makhluk.
  • Yang bergantung tidak layak disembah.
  • Yang Maha Mandiri layak disembah.

Beliau menekankan dalil huduts (kontingensi): Makhluk berubah → yang berubah butuh sebab → sebab pertama adalah Allah.


3️⃣ Tafsir Ibnu Katsir

Ibnu Katsir menegaskan:

  • Pengakuan Rububiyah sudah ada pada orang musyrik.
  • Tapi mereka tidak mentauhidkan ibadah.

Beliau mengaitkan dengan:

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ
(“Jika engkau tanya siapa yang menciptakan mereka, pasti mereka menjawab Allah.”)


4️⃣ Tafsir Al-Qurtubi

Al-Qurtubi fokus pada sisi hukum dan konsekuensi:

  • Siapa mengakui Rububiyah → wajib Uluhiyah.
  • Mengakui pencipta tapi menyembah selain-Nya = kontradiksi akal.

Kesimpulan Rububiyah

Rububiyah =
Mengimani Allah sebagai:

  • Pencipta
  • Pengatur
  • Pemberi rezeki
  • Penguasa alam

Tapi Rububiyah saja belum cukup untuk selamat.


BAGIAN III – TAUHID ULUHIYAH 

Frasa Kunci:

اعبدوا

Ini inti dakwah seluruh rasul.


1️⃣ Analisis Bahasa

Ath-Thabari:

“اعبدوا” = أخلصوا له العبادة
“Murnikan ibadah hanya untuk-Nya.”


2️⃣ Perspektif Ar-Razi

Ar-Razi membedakan:

  • Iman teoritis
  • Iman praktis

Banyak orang percaya Tuhan,
tapi tidak menyerahkan hidupnya pada Tuhan.


3️⃣ Ibnu Katsir

Beliau menegaskan:

Tauhid Uluhiyah =
Menafikan segala sesembahan selain Allah.

Dalil:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ


4️⃣ Al-Qurtubi

Beliau mengaitkan ibadah dengan:

  • Niat
  • Kepatuhan
  • Ketundukan total

Skema Pengajaran Uluhiyah

Level Penjelasan Contoh
Lisan Mengucap syahadat Tauhid verbal
Hati Ikhlas & cinta Tidak riya
Amal Tunduk syariat Shalat, zakat

BAGIAN IV – TAUHID ASMA WA SIFAT 

Walau tidak eksplisit, ayat ini memuat sifat:

  • Rabb (Pemelihara)
  • Khaliq (Pencipta)

Pendekatan 4 Mufassir

Ath-Thabari

Menetapkan sifat sesuai zhahir tanpa tahrif.

Ar-Razi

Cenderung pendekatan teologis rasional, membahas makna filosofis sifat.

Ibnu Katsir

Menetapkan sifat tanpa takyif dan tamtsil.

Al-Qurtubi

Menetapkan sifat dengan prinsip:

  • Tanpa menyerupakan
  • Tanpa menolak

Prinsip Asma wa Sifat

  1. Tanpa tahrif (mengubah makna)
  2. Tanpa ta’thil (menolak)
  3. Tanpa takyif (membayangkan bentuk)
  4. Tanpa tamtsil (menyerupakan)

BAGIAN V – PERBANDINGAN METODOLOGI TAFSIR 

Mufassir Karakter
Ath-Thabari Riwayat & atsar
Ar-Razi Rasional & teologis
Ibnu Katsir Gabungan riwayat & aqidah salaf
Al-Qurtubi Fiqih & hukum

BAGIAN VI – INTEGRASI TAUHID DALAM KEHIDUPAN MODERN 

Masalah hari ini bukan ateisme.

Masalah hari ini:

  • Tauhid teoritis tanpa praktik.
  • Shalat tapi bergantung pada manusia.
  • Mengaku Allah pemberi rezeki, tapi takut miskin melebihi takut dosa.

Tauhid yang benar akan melahirkan:

  1. Tawakal
  2. Keberanian moral
  3. Konsistensi ibadah
  4. Ketahanan mental

BAGIAN VII – PENUTUP STRUKTURAL

QS Al-Baqarah 21 mengandung:

  • Rububiyah → “Rabbakum”
  • Uluhiyah → “I’budu”
  • Asma wa Sifat → “Alladzi Khalaqakum”
  • Tujuan → “La’allakum Tattaqun”

Ini ayat fondasi seluruh bangunan Islam.


REFERENSI KITAB

  1. Ath-Thabari – Jāmi’ al-Bayān
  2. Fakhruddin Ar-Razi – Mafātīḥ al-Ghayb
  3. Ibnu Katsir – Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim
  4. Al-Qurtubi – Al-Jāmi’ li Ahkām al-Qur’ān


Tidak ada komentar