WAHAI MANUSIA, SEMBAHLAH RABB-MU!
🌿 CERAMAH TAUHID RUBUBIYAH & UBUDIYAH
“WAHAI MANUSIA, SEMBAHLAH RABB-MU!”
📖 AYAT POKOK
Al-Qur'an Surah Al-Baqarah Ayat 21
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
Artinya: “Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
I. SERUAN UNIVERSAL: “YA AYYUHAN-NAAS”
Ayat ini tidak dimulai dengan:
- يا أيها الذين آمنوا (wahai orang beriman)
Tapi:
- يا أيها الناس (wahai manusia)
📚 Ath-Thabari dalam Jāmi’ al-Bayān menjelaskan:
هذا خطاب عام لجميع بني آدم
“Ini adalah seruan umum untuk seluruh anak Adam.”
📖 Rujukan: Jāmi’ al-Bayān, 1/330.
Artinya: Islam bukan agama suku. Bukan agama Arab. Bukan agama budaya.
Ia risalah untuk seluruh manusia.
II. PERINTAH UTAMA SEMUA RASUL: TAUHID
Ayat ini adalah inti dakwah seluruh nabi.
📖 Dalil 1 – Surah An-Nahl: 36
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ
“Dan sungguh Kami telah mengutus pada setiap umat seorang rasul (yang menyerukan): Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.”
📖 Dalil 2 – Surah Al-A’raf: 59 (Nabi Nuh)
فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ
“Wahai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada Tuhan bagi kalian selain Dia.”
📚 Ibnu Katsir menjelaskan:
هذه أول دعوة الرسل وآخرها
“Inilah awal dan akhir dakwah para rasul.”
(Tafsir Ibnu Katsir, 1/134)
III. MAKNA “اعبدوا”
Apa itu ibadah?
📚 Ibnu Taimiyah mendefinisikan:
العبادة اسم جامع لكل ما يحبه الله ويرضاه من الأقوال والأعمال الظاهرة والباطنة
“Ibadah adalah segala sesuatu yang Allah cintai dan ridhai, berupa ucapan dan perbuatan, lahir maupun batin.”
(Al-‘Ubudiyyah)
Artinya:
- Shalat → ibadah
- Senyum karena Allah → ibadah
- Mengajar ikhlas → ibadah
- Bahkan tidur dengan niat kuat ibadah → pahala
Humor ringan 😄
Kalau tidur niatnya supaya kuat tahajud → pahala.
Kalau tidur niatnya supaya kuat begadang nonton drama… ya beda server.
IV. MENGAPA DISEBUT “RABB”?
اعبدوا ربكم
Allah tidak menyebut “Ilah” dulu. Tapi “Rabb”.
Rabb artinya:
- Pencipta
- Pemelihara
- Pengatur
- Pendidik
📚 Al-Qurtubi mengatakan:
ذكر الربوبية قبل الألوهية لأن من أقر بأنه رب لزمه أن يعبده
“Disebutkan Rububiyah sebelum Uluhiyah, karena siapa yang mengakui Allah sebagai Rabb, wajib menyembah-Nya.”
(Al-Jāmi’ li Ahkām al-Qur’ān, 1/225)
Logikanya sederhana: Kalau Dia yang menciptakan kita… Masa kita malah menyembah ciptaan-Nya?
V. TUJUAN IBADAH: TAKWA
لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Agar kalian bertakwa.
Takwa bukan sekadar takut. Tapi menjaga diri dari murka Allah.
📚 Ali bin Abi Thalib menjelaskan takwa:
التقوى هي الخوف من الجليل والعمل بالتنزيل والرضا بالقليل والاستعداد ليوم الرحيل
“Takwa adalah takut kepada Allah Yang Maha Agung, mengamalkan wahyu, ridha dengan yang sedikit, dan bersiap untuk hari kepulangan.”
VI. SYUKUR ATAU AZAB?
📖 Surah Ibrahim: 7
لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Jika kalian bersyukur, Aku akan tambah nikmat. Jika kalian kufur, azab-Ku sangat pedih.”
Syukur bukan cuma bilang “Alhamdulillah”.
Syukur = pakai nikmat untuk taat.
HP dipakai ngaji → syukur.
HP dipakai stalking mantan 3 jam → itu bukan tafsir nikmat.
VII. HADIS PENDUKUNG
Rasulullah ﷺ bersabda:
حَقُّ اللَّهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
“Hak Allah atas hamba-hamba-Nya adalah mereka menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya.”
(HR. Bukhari-Muslim)
VIII. ANALISA SPIRITUAL KONTEMPORER
Masalah manusia modern bukan tidak percaya Tuhan.
Masalahnya:
- Sibuk.
- Lupa tujuan hidup.
- Mengganti Tuhan dengan karier.
- Mengganti kiblat dengan popularitas.
Sekarang banyak orang tidak menyembah patung. Tapi menyembah:
- Likes.
- Followers.
- Validasi.
Padahal Allah bilang: اعبدوا ربكم
IX. RENUNGAN PENUTUP
Saudaraku…
Kalau Allah yang menciptakan kita, Memberi kita jantung, Memberi kita udara, Memberi kita iman…
Lalu siapa lagi yang pantas disembah?
Jangan sampai: Mulut bilang Allah, Tapi hati tunduk pada dunia.
📚 FOOTNOTE RUJUKAN
- Ath-Thabari, Jāmi’ al-Bayān, Dar Hijr.
- Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, Dar Tayyibah.
- Al-Qurtubi, Al-Jāmi’ li Ahkām al-Qur’ān, Dar Al-Kutub Al-Mishriyyah.
- Ibnu Taimiyah, Al-‘Ubudiyyah.
- Shahih Bukhari & Muslim, Kitab Al-Iman.
Post a Comment