SABAR MENGHADAPI MUSIBAH & KEHILANGAN
SABAR MENGHADAPI MUSIBAH & KEHILANGAN
PEMBUKAAN (±10 menit)
الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا…
Jamaah rahimakumullah…
Tidak ada satu manusia pun di dunia ini yang hidupnya lurus terus tanpa belokan.
Yang membedakan kita bukan siapa yang paling sedikit musibahnya,
tapi siapa yang paling benar sikapnya saat musibah datang.
Ada yang diuji:
- kehilangan pasangan
- kehilangan orang tua
- kehilangan anak
- kehilangan harta
- kehilangan kesehatan
- bahkan… kehilangan semangat hidup
Dan sering kali kita bertanya:
“Kenapa harus saya, ya Allah?”
Padahal pertanyaan yang benar:
“Apa yang Allah ingin perbaiki dari diri saya?”
BAGIAN 1
MUSIBAH ADALAH JANJI ALLAH
Dalil Al-Qur’an
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
(QS. Al-Baqarah: 155)
Artinya:
“Sungguh Kami pasti menguji kalian dengan rasa takut, lapar, berkurangnya harta, jiwa, dan hasil usaha. Dan sampaikan kabar gembira bagi orang-orang yang sabar.”
📌 Perhatikan kata “lanabluwannakum”
➡️ PASTI Kami uji
Bukan mungkin. Bukan kadang-kadang.
Kalau hidup kita belum pernah diuji…
justru patut khawatir.
Penjelasan Ulama
Imam Ibn Katsir رحمه الله berkata:
“Ujian adalah tanda perhatian Allah, bukan tanda kebencian.”
📚 Tafsir Ibn Katsir
😄 Humor halus
Kalau anak tidak pernah ditegur orang tuanya, itu bukan karena paling disayang…
tapi karena sudah tidak diharap.
BAGIAN 2
SEMUA YANG KITA MILIKI ADALAH TITIPAN
Hadits Nabi ﷺ (inti dari hadits yang Anda kirim)
إِنَّ نُفُوسَنَا وَأَمْوَالَنَا وَأَهَالِينَا وَأَوْلَادَنَا… مِنْ مَوَاهِبِ اللَّهِ وَعَوَارِيهِ الْمُسْتَوْدَعَةِ
Artinya:
“Sesungguhnya jiwa, harta, keluarga, dan anak-anak kita adalah pemberian Allah dan titipan.”
📌 Titipan itu:
- boleh kita pakai
- tapi bukan milik mutlak
😄 Humor nusuk Kalau sandal di masjid hilang:
“Ya Allah… sandal saya!”
Kalau anak diambil Allah:
“Ya Allah… kenapa?”
Padahal dua-duanya sama-sama titipan.
BAGIAN 3
SALAH ALAMAT DALAM MENGELUH
Hadits Anas bin Malik رضي الله عنه
مَنْ أَصْبَحَ يَشْكُو مُصِيبَتَهُ فَإِنَّمَا يَشْكُو اللَّهَ
Artinya:
“Barangsiapa mengeluhkan musibahnya (dengan protes), maka ia sedang mengeluhkan Allah.”
📌 Islam tidak melarang menangis
Islam melarang menyalahkan takdir
Curhat kepada Allah → ibadah
Protes kepada Allah → bahaya
BAGIAN 4
SABAR PALING MAHAL: DETIK PERTAMA
Hadits Nabi ﷺ
إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الْأُولَى
Artinya:
“Sabar yang paling bernilai adalah saat benturan pertama.”
📌 Saat:
- kabar kematian datang
- kabar sakit keras
- kabar usaha bangkrut
- kabar rumah tangga hancur
😄 Humor realita Setelah 40 hari:
- tetangga sudah lupa
- pahala sudah dicatat
- yang tersisa hanya sikap kita dulu
BAGIAN 5
MENANGIS BOLEH, MERATAPI DILARANG
Hadits wafatnya Ibrahim putra Nabi ﷺ
الْقَلْبُ يَحْزَنُ وَالْعَيْنُ تَدْمَعُ وَلَا نَقُولُ مَا يُسْخِطُ الرَّبَّ
Artinya:
“Hati bersedih, mata menangis, tapi kami tidak mengucapkan yang dimurkai Allah.”
📌 Air mata → rahmat
Ucapan marah → bisa jadi dosa
BAGIAN 6
PAHALA SABAR ITU BESAR SEKALI
Hadits Tingkatan Sabar
1️⃣ Sabar taat → 600 derajat
2️⃣ Sabar meninggalkan maksiat → 300 derajat
3️⃣ Sabar saat musibah → 900 derajat
😄 Humor penyejuk
Makanya Allah sering “naikkan level” ujian…
karena bonusnya juga naik
BAGIAN 7
PENUTUP
Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:
“Musibah itu satu. Jika disertai keluh kesah, ia menjadi dua.”
📌 Jangan tambah musibah:
- musibah pertama → takdir
- musibah kedua → sikap kita sendiri
🤲 DOA
Allahumma…
di hadapan-Mu kami bukan siapa-siapa…
Kami datang bukan membawa amal…
kami datang membawa luka… air mata… dan dosa…
Ya Allah…
betapa sering kami mengeluh saat Engkau menguji
betapa sering kami marah saat Engkau mengambil
betapa sering kami lupa bahwa semua ini bukan milik kami…
Ya Allah…
ampuni dosa kami yang tidak sabar
ampuni lisan kami yang pernah protes
ampuni hati kami yang pernah su’uzhan kepada-Mu
Jika hari ini Engkau uji kami dengan kehilangan…
jangan Engkau ambil iman kami
Jika hari ini Engkau uji kami dengan sakit…
jangan Engkau cabut harapan kami
Ya Allah…
untuk hamba-Mu yang kehilangan pasangan…
lapangkan dadanya
kuatkan imannya
gantikan kesedihannya dengan kedekatan kepada-Mu
Untuk hamba-Mu yang kehilangan anak…
jadikan anak itu penjemput orang tuanya di surga
jadikan air mata itu saksi keimanan
Ya Allah…
jika musibah ini penghapus dosa, kami ridha
jika musibah ini pengangkat derajat, kami pasrah
jika musibah ini peringatan, kami ingin berubah
Jangan Engkau jadikan musibah ini
sebagai jalan kami menjauh dari-Mu
tapi jadikan ia jembatan kembali kepada-Mu
Ya Allah…
kami takut mati dalam keadaan tidak sabar
kami takut mati dalam keadaan marah pada takdir
kami takut bertemu-Mu dengan hati yang penuh keluhan
Tapi kami berharap…
Engkau Maha Lembut
Engkau Maha Penerima Taubat
Engkau Maha Mengerti air mata hamba-Mu
Ya Allah…
akhiri hidup kami dengan husnul khatimah
temui kami dengan rahmat-Mu
kumpulkan kami dengan orang-orang yang kami cintai di surga-Mu
Rabbana la tuzigh qulubana ba’da idz hadaytana…
Walhamdulillahi rabbil ‘alamin…
Post a Comment