Siapa Sebenarnya yang Menumbuhkan, Menurunkan, dan Menghidupkan ?



“Siapa Sebenarnya yang Menumbuhkan, Menurunkan, dan Menghidupkan?”

(Renungan Tauhid, Syukur, dan Detik-Detik Kematian – QS Al-Wāqi‘ah)


🟢 PEMBUKAAN 

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm.

Alḥamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Segala puji bagi Allah yang memberi makan kita tanpa minta laporan,
memberi minum tanpa kontrak,
dan memberi hidup tanpa kita tahu caranya.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ,
manusia paling bersyukur walau paling sedikit hartanya.

➡️ Jamaah sekalian…
Pernahkah kita bertanya:

“Ini semua karena usaha saya… atau karena Allah?”

Kalau panen berhasil: “Alhamdulillah… tapi pupuknya mahal.”
Kalau gagal panen: “Cuaca gak jelas!”
Jarang bilang: “Mungkin Allah sedang mendidik saya.”

Nah, hari ini Allah mengajak kita mikir,
bukan pakai filsafat Yunani,
tapi pakai tanah, air, api, dan kematian.


🟡 ALLAH BISA MENGGANTI KITA KAPAN SAJA

QS Al-Wāqi‘ah: 61–62

عَلَىٰ أَنْ نُبَدِّلَ أَمْثَالَكُمْ وَنُنشِئَكُمْ فِي مَا لَا تَعْلَمُونَ

Artinya:
"Untuk menggantikan kalian dengan orang-orang seperti kalian, dan menciptakan kalian dalam keadaan yang tidak kalian ketahui."

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْأَةَ الْأُولَىٰ فَلَوْلَا تَذَكَّرُونَ

"Sungguh kalian telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapa kalian tidak mengambil pelajaran?"

📝 Tafsir Ulama

  • Ibnu Katsir:
    Allah mengingatkan, “Kalau menciptakan dari tidak ada saja mampu, apalagi mengganti dan membangkitkan.”
    📚 Tafsīr Ibn Kathīr

  • Al-Qurṭubī:
    Bentuk “yang tidak kalian ketahui” bisa berupa perubahan rupa dan keadaan di akhirat.
    📚 Al-Jāmi‘ li Aḥkāmil Qur’ān

😄 Humor Mimbar

Jamaah…
HP kalau error → di-restart.
Manusia kalau sombong → Allah bisa ganti generasi.
Dan ingat… Allah tidak pernah kehabisan stok manusia.


🟢 SIAPA YANG MENUMBUHKAN TANAMAN?

QS Al-Wāqi‘ah: 63–67

أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَحْرُثُونَ ۝ أَأَنتُمْ تَزْرَعُونَهُ أَمْ نَحْنُ الزَّارِعُونَ

"Apakah kalian yang menumbuhkannya, atau Kami?"

لَوْ نَشَاءُ لَجَعَلْنَاهُ حُطَامًا

"Kalau Kami kehendaki, Kami jadikan ia kering dan hancur."

📝 Tafsir Ulama

  • As-Sa‘dī:
    Manusia hanya sebab, Allah pencipta hasil.
    📚 Tafsīr As-Sa‘dī

😄 Humor Mimbar

Petani bilang: “Ini hasil kerja keras saya.”
Padahal…
Benih ditanam → Allah yang pecahkan.
Akar tumbuh → Allah yang arahkan.
Buah manis → Allah yang maniskan.

Manusia cuma nyangkul,
Allah yang menghidupkan.


🟡 AIR MINUM – NIKMAT YANG PALING SERING DILUPAKAN

QS Al-Wāqi‘ah: 68–70

أَأَنتُمْ أَنزَلْتُمُوهُ مِنَ الْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ الْمُنزِلُونَ

"Kaliankah yang menurunkannya dari awan atau Kami?"

لَوْ نَشَاءُ جَعَلْنَاهُ أُجَاجًا

"Kalau Kami kehendaki, Kami jadikan ia asin."

😄 Humor Mimbar

Air galon habis → panik.
Air hujan berhenti → protes.
Tapi jarang bersyukur saat minum.

Padahal kalau Allah jadikan asin,
air mineral berubah jadi air laut versi galon.


🟢 API – NIKMAT DAN PERINGATAN NERAKA

QS Al-Wāqi‘ah: 71–74

نَحْنُ جَعَلْنَاهَا تَذْكِرَةً لِنَارِ جَهَنَّمَ

"Kami jadikan api sebagai peringatan neraka Jahannam."

📝 Tafsir

  • Ibnu Katsir:
    Api dunia kecil dan lemah dibanding api neraka.
    📚 Tafsīr Ibn Kathīr

Hadis Pendukung

قال رسول الله ﷺ:

«نَارُكُمْ هَذِهِ الَّتِي يُوقِدُ ابْنُ آدَمَ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ نَارِ جَهَنَّمَ»
(HR. Bukhari & Muslim)

😔 Kalau api dunia saja kita tak tahan,
bagaimana api neraka?


🔴 DETIK-DETIK KEMATIAN

QS Al-Wāqi‘ah: 83–87

فَلَوْلَا إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ
"Mengapa ketika nyawa sampai di tenggorokan…"

وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ
"Kami lebih dekat kepadanya daripada kalian…"

📝 Tafsir Ulama

  • Al-Qurṭubī:
    Ini tantangan tauhid:
    Jika tak percaya kebangkitan, kembalikan nyawa itu!
    📚 Al-Jāmi‘ li Aḥkāmil Qur’ān

😢
Di saat itu…

  • Jabatan tak bisa menolong
  • Anak tak bisa menahan
  • Uang tak bisa menawar

Yang berbicara hanya amal.


🕊️ PENUTUP 

Jamaah…
Kita hidup dari nikmat Allah,
tapi sering lupa bersyukur.
Kita yakin mati,
tapi sering menunda taubat.

📌 Maka Allah tutup ayat ini dengan perintah:

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ
"Maka bertasbihlah dengan menyebut nama Rabbmu Yang Maha Agung."



Tidak ada komentar