Sumpah Angin, Ancaman Langit, dan Hari Tanpa Alasan

“Sumpah Angin, Ancaman Langit, dan Hari Tanpa Alasan”

(Tadabbur Surah Al-Mursalat)


BAGIAN 1 – SUMPAH-SUMPAH ALLAH (Ayat 1–7)

📖 Ayat 1–5

وَالْمُرْسَلَاتِ عُرْفًا
فَالْعَاصِفَاتِ عَصْفًا
وَالنَّاشِرَاتِ نَشْرًا
فَالْفَارِقَاتِ فَرْقًا
فَالْمُلْقِيَاتِ ذِكْرًا
عُذْرًا أَوْ نُذْرًا

“Demi angin yang diutus beriringan… yang bertiup kencang… yang menyebarkan… yang membedakan… yang menyampaikan peringatan…”

📚 Tafsir Ulama

  • Ibnu Katsir: Ini sumpah Allah atas makhluk-Nya, menunjukkan kekuasaan dan keseriusan ancaman.
  • Al-Qurthubi: Sumpah ini menegaskan kepastian hari Kiamat.

📖 Jawaban Sumpah (Ayat 7)

إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَوَاقِعٌ

“Sesungguhnya apa yang dijanjikan pasti terjadi.”


🎤 Tekanan Mimbar

Allah tidak bersumpah untuk main-main.

Kita kalau bersumpah: “Demi Allah, besok saya diet!”

Besoknya?
Nasi Padang manggil…

😂

Tapi sumpah Allah?
Pasti benar.
Kiamat itu pasti.


BAGIAN 2 – KIAMAT DIMULAI (Ayat 8–14)

📖

فَإِذَا النُّجُومُ طُمِسَتْ
وَإِذَا السَّمَاءُ فُرِجَتْ
وَإِذَا الْجِبَالُ نُسِفَتْ

“Apabila bintang-bintang dihapus… langit dibelah… gunung dihancurkan…”

📚 Tafsir

As-Sa’di: Ini gambaran kehancuran total sistem kosmos.

Saudara…

Gunung yang kita anggap kokoh…
di hari itu jadi debu.

Rumah cicilan 20 tahun?
Tidak tersisa.

Mobil kredit 5 tahun?
Asap.

WiFi?
Sudah tidak ada sinyal akhirat.

😂 (jeda)


📖 Ayat 14

وَمَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الْفَصْلِ

“Dan tahukah kamu apa itu hari keputusan?”

Ini gaya bahasa untuk menunjukkan kedahsyatan.


BAGIAN 3 – ULANGAN ANCAMAN (Ayat 15 dan seterusnya)

📖

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ

“Kecelakaan pada hari itu bagi orang yang mendustakan.”

Ayat ini diulang 10 kali.

📚 Hikmah Pengulangan

Al-Qurthubi: Pengulangan menunjukkan penegasan ancaman dan dahsyatnya peringatan.


🎤 Humor Serius

Kalau istri ulangi 10 kali: “Buang sampah!”

Itu artinya serius.

Allah ulang 10 kali “ويل للمكذبين”
Masih santai?


BAGIAN 4 – SEJARAH KAUM YANG DIBINASAKAN (Ayat 16–19)

📖

أَلَمْ نُهْلِكِ الْأَوَّلِينَ
ثُمَّ نُتْبِعُهُمُ الْآخِرِينَ

“Bukankah Kami telah membinasakan orang terdahulu… lalu Kami susulkan yang kemudian?”

📚 Dalil Al-Qur’an Pendukung

فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنبِهِ
(QS. Al-‘Ankabut: 40)

“Kami siksa masing-masing karena dosanya.”


Saudara…

Fir’aun tenggelam.
‘Ad dihancurkan angin.
Tsamud disambar petir.

Sejarah bukan dongeng.
Itu peringatan.


BAGIAN 5 – ASAL MANUSIA (Ayat 20–23)

📖

أَلَمْ نَخْلُقكُّم مِّن مَّاءٍ مَّهِينٍ

“Bukankah Kami menciptakan kalian dari air yang hina?”

📚 Tafsir

Ibnu Katsir: Allah mengingatkan asal kejadian untuk menghancurkan kesombongan.


🎤 Humor Tajam

Asal kita cair.
Tapi sekarang gaya jalan seperti komisaris.

😂

Kalau sombong…
ingat dulu kita lewat mana masuk dunia.

(hening… jamaah sadar…)


BAGIAN 6 – BUMI DAN KEKUASAAN ALLAH (Ayat 25–27)

📖

أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ كِفَاتًا
أَحْيَاءً وَأَمْوَاتًا

“Kami jadikan bumi tempat berkumpul, yang hidup dan yang mati.”

Kita di atasnya hidup.
Nanti di bawahnya tinggal.


🎤

Sekarang rebutan tanah.
Nanti tanah rebut kita.


BAGIAN 7 – NERAKA YANG MENGERIKAN (Ayat 29–34)

📖

انطَلِقُوا إِلَىٰ مَا كُنتُم بِهِ تُكَذِّبُونَ

“Pergilah kepada azab yang dulu kalian dustakan.”

📖

إِنَّهَا تَرْمِي بِشَرَرٍ كَالْقَصْرِ

“Neraka melempar bunga api sebesar istana.”

📚 Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

نَارُ جَهَنَّمَ أُوقِدَ عَلَيْهَا أَلْفَ سَنَةٍ...
(HR. Tirmidzi)

Neraka dinyalakan 1000 tahun hingga merah, 1000 tahun hingga putih, 1000 tahun hingga hitam.


Saudara…

Di dunia, panas sedikit cari AC.
Di neraka… tidak ada remote.


BAGIAN 8 – HARI TANPA ALASAN (Ayat 35–40)

📖

هَٰذَا يَوْمُ لَا يَنطِقُونَ
وَلَا يُؤْذَنُ لَهُمْ فَيَعْتَذِرُونَ

“Hari mereka tidak bisa berbicara dan tidak diizinkan meminta maaf.”

Di dunia?
Kita ahli alasan.

“Telat karena macet.”
“Tidak shalat karena sibuk.”
“Belum hijrah karena belum siap.”

Di sana?
Tidak ada klarifikasi.


BAGIAN 9 – BALASAN BAGI ORANG BERTAKWA (Ayat 41–44)

📖

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي ظِلَالٍ وَعُيُونٍ

“Orang bertakwa dalam naungan dan mata air.”

📖

كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا

“Makan dan minum dengan nikmat.”

📚 Hadis

أَعْدَدْتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ...
(HR. Bukhari & Muslim)


Surga sesuai selera.

Di dunia?
Makan sesuai dompet.

😂


BAGIAN 10 – PENUTUP 

📖

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ارْكَعُوا لَا يَرْكَعُونَ

“Jika dikatakan rukuklah, mereka tidak rukuk.”

Ini sindiran keras.

Shalat dianggap beban.
Tapi nongkrong 3 jam tidak berat.


📖 Ayat Terakhir

فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ

“Maka kepada perkataan apa lagi setelah ini mereka akan beriman?”

Al-Qur’an sudah jelas.
Kalau ini saja ditolak…
mau pakai apa lagi?


KESIMPULAN 

  1. Kiamat pasti terjadi.
  2. Sejarah umat terdahulu bukti nyata.
  3. Asal kita hina – jangan sombong.
  4. Hari itu tanpa alasan.
  5. Pilihan: Neraka atau Surga.


Tidak ada komentar