Tafsir & Materi Ceramah QS Al-Baqarah Ayat 6
Tafsir & Materi Ceramah
QS Al-Baqarah Ayat 6
Teks Ayat:
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا سَوَاۤءٌ عَلَيْهِمْ ءَاَنْذَرْتَهُمْ اَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ
Artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu sama saja bagi mereka, apakah engkau beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman.”
I. PEMBUKAAN CERAMAH
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Ayat ini bukan sekadar informasi. Ini adalah peringatan keras tentang hati yang terkunci.
Ada orang yang tidak beriman karena belum tahu.
Ada orang yang tidak beriman karena belum paham.
Tapi ada juga yang tidak beriman karena tidak mau paham.
Nah… yang terakhir ini yang berbahaya.
Kadang bukan kurang dalil…
Tapi kebanyakan gengsi.
II. MAKNA “الَّذِينَ كَفَرُوا”
1️⃣ Makna Kafir Secara Bahasa
Kafir berasal dari kata كَفَرَ yang artinya menutup.
Petani disebut kāfir dalam bahasa Arab karena menutup benih dengan tanah.
Jadi kafir itu bukan sekadar tidak tahu,
tapi menutup kebenaran setelah jelas.
2️⃣ Penjelasan Ulama Tafsir
📖 Imam Ibn Kathir – dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim
Beliau menjelaskan:
“Ayat ini turun tentang orang-orang yang telah ditetapkan dalam ilmu Allah bahwa mereka tidak akan beriman.”
Artinya:
Bukan karena Allah zalim,
tapi karena mereka sendiri memilih jalan keras kepala.
📖 Imam Al-Tabari – dalam Jami’ al-Bayan
Beliau berkata:
“Mereka yang menolak kebenaran setelah jelas hujjahnya, maka peringatan tidak lagi bermanfaat bagi mereka.”
III. DALIL PENDUKUNG DARI AL-QUR’AN
1️⃣ QS Yasin: 10
وَسَوَآءٌ عَلَيْهِمْ ءَاَنْذَرْتَهُمْ اَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ
“Dan sama saja bagi mereka, apakah engkau beri peringatan atau tidak, mereka tidak akan beriman.”
Ayat ini hampir sama redaksinya.
Artinya:
Masalahnya bukan kurang ceramah.
Masalahnya bukan kurang ustadz.
Masalahnya… hati sudah beku.
2️⃣ QS Al-Mutaffifin: 14
كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَىٰ قُلُوْبِهِمْ مَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
“Sekali-kali tidak! Bahkan telah berkarat hati mereka karena apa yang mereka kerjakan.”
Kata “رَانَ” = karat.
Kalau besi berkarat, masih bisa dibersihkan.
Tapi kalau hati berkarat… perlu taubat dan tangisan.
IV. DALIL DARI HADIS
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ
فَإِنْ تَابَ صُقِلَ قَلْبُهُ
وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا
“Sesungguhnya seorang hamba apabila melakukan dosa, dititikkan dalam hatinya satu titik hitam. Jika ia bertaubat, hatinya dibersihkan. Jika ia mengulanginya, ditambah titik itu.”
(HR. Al-Tirmidzi, hasan sahih)
Inilah proses hati menjadi tertutup.
V. APAKAH INI BERARTI DAKWAH TIDAK PERLU?
Tidak!
Lihat firman Allah:
QS Al-Ghashiyah: 21-22
فَذَكِّرْ إِنَّمَآ أَنْتَ مُذَكِّرٌ
لَسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍ
“Maka berilah peringatan! Sesungguhnya engkau hanyalah pemberi peringatan. Engkau bukan penguasa atas mereka.”
Tugas kita menyampaikan.
Hidayah itu hak Allah.
VI. SIAPA YANG TERMASUK DALAM AYAT INI?
Menurut mayoritas ulama, ayat ini turun tentang:
- Tokoh Quraisy seperti Abu Jahal
- Orang-orang yang telah jelas mukjizat tapi tetap menolak
Namun ayat ini juga menjadi peringatan bagi siapa saja yang:
✔ Mendengar kebenaran tapi menolak
✔ Tahu salah tapi tetap membela ego
✔ Lebih cinta gengsi daripada iman
VII. HUMOR
Kadang ada orang begini…
Dikasih dalil, jawabnya:
“Ah itu kan tafsirnya ustadz itu…”
Dikasih ayat lain, jawabnya:
“Itu kan beda mazhab…”
Dikasih hadis sahih, jawabnya:
“Itu kan konteksnya beda…”
Kalau semua salah…
yang benar cuma dia sama Google!
Padahal Google saja kalau salah ketik bisa bilang:
“Did you mean…?”
Tapi kita kalau salah, nggak mau bilang:
“Iya, saya salah.”
😂😂
Hati-hati… jangan sampai kita lebih keras dari HP kita.
VIII. PESAN AKIDAH YANG DALAM
Ayat ini mengajarkan:
- Hidayah milik Allah.
- Jangan sombong dengan ilmu.
- Dosa yang diulang bisa mengunci hati.
- Dakwah tetap wajib meski tidak semua menerima.
IX. PESAN INTROSPEKSI
Jamaah…
Jangan buru-buru bilang,
“Itu ayat tentang orang kafir.”
Tanya dulu:
Apakah saya pernah menolak kebenaran karena gengsi?
Karena kadang…
Kufur itu bukan cuma tidak percaya Allah,
Tapi tidak mau tunduk kepada perintah Allah.
X. PENUTUP RENUNGAN
Imam Ibn al-Qayyim dalam Ighatsat al-Lahfan menjelaskan:
“Hati itu seperti cermin. Dosa adalah debunya. Jika dibiarkan, ia menjadi karat. Jika karat menebal, cahaya tidak lagi masuk.”
Maka sebelum hati benar-benar terkunci…
Segeralah bersihkan dengan:
- Taubat
- Istighfar
- Dzikir
- Ilmu
- Menangis di hadapan Allah
Kalau ada orang bilang:
“Saya nggak butuh ceramah.”
Jawab saja:
“Baik, tapi minimal butuh wifi… karena hidup tanpa petunjuk lebih tersesat daripada tanpa sinyal.”
Post a Comment