Materi Ceramah Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Baqarah Ayat 5

Materi Ceramah Tafsir Al-Qur'an

Surah Al-Baqarah Ayat 5


📖 Ayat

اُولٰۤىِٕكَ عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ ۙ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

"Mereka itulah yang mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."


BAGIAN PERTAMA

“أُولٰئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ”

Mereka berada di atas petunjuk

Perhatikan kata “عَلَى” (di atas).
Seakan-akan hidayah itu kendaraan, dan mereka berada di atasnya.

📚 Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim menjelaskan:
Makna “di atas petunjuk” menunjukkan kokoh, mantap, dan istiqamah.

Bukan sekadar tahu jalan…
Tapi sudah naik kendaraan menuju tujuan 😄


📖 Dalil Tentang Hidayah

فَمَنْ يُرِدِ اللّٰهُ اَنْ يَّهْدِيَهٗ يَشْرَحْ صَدْرَهٗ لِلْاِسْلَامِ

"Barang siapa yang Allah kehendaki mendapat hidayah, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk Islam."
(QS. Al-An‘am: 125)

Hidayah itu bukan sekadar ilmu.
Banyak orang tahu kebenaran… tapi tidak mau jalan.

Ibarat tahu diet itu sehat…
Tapi tetap nambah nasi dua kali 😄


BAGIAN KEDUA

“وَأُولٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ”

Mereka itulah orang-orang yang beruntung

Kata “الْمُفْلِحُونَ” berasal dari “falāh” → keberhasilan sejati.

Bukan sekadar sukses dunia.
Bukan sekadar viral.
Bukan sekadar punya mobil 3.


📖 Dalil Tentang Keberuntungan Sejati

قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ

"Sungguh beruntung orang-orang yang beriman."
(QS. Al-Mu’minun: 1)


📖

فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ

"Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh ia telah beruntung."
(QS. Ali Imran: 185)

Itulah definisi sukses menurut langit.
Bukan menurut trending topic 😄


BAGIAN KETIGA

Hubungan dengan Iman kepada Akhirat

Ayat ini adalah kesimpulan dari ayat 2–4:

  1. Iman kepada yang gaib
  2. Menegakkan salat
  3. Berinfak
  4. Iman kepada wahyu
  5. Yakin akhirat

Maka hasilnya:
➡ Hidayah
➡ Keberuntungan


📖 Dalil Tentang Yakin Akhirat

يَعْلَمُوْنَ ظَاهِرًا مِّنَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْاٰخِرَةِ هُمْ غٰفِلُوْنَ

"Mereka hanya mengetahui yang lahir dari kehidupan dunia, dan mereka lalai terhadap akhirat."
(QS. Ar-Rum: 7)

Kalau hidup cuma mikir cicilan, diskon, dan promo 12.12…
Itu tanda kurang mikir akhirat 😄


HADIS TENTANG KEUNTUNGAN AKHIRAT

Rasulullah ﷺ bersabda:

الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ

"Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir."
(HR. Muslim)

📚 Imam Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan:
Dunia terasa sempit bagi mukmin karena ia menahan diri dari maksiat demi akhirat.

Mukmin itu bukan tidak mampu maksiat…
Tapi memilih tahan diri.


KOMENTAR ULAMA

📚 Imam At-Tabari menjelaskan:
Kata “muflihun” menunjukkan keberhasilan total, dunia dan akhirat.

📚 Sayyid Qutb dalam Fi Zhilal al-Qur’an menekankan:
Ayat ini menggambarkan hasil alami dari keimanan yang benar — hidayah dan falah.


APA ITU ORANG RUGI?

Sebaliknya Allah berfirman:

اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ

"Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian."
(QS. Al-‘Asr: 2)

Rugi bukan karena tidak punya mobil.
Rugi karena tidak punya iman.


GAMBARAN SURGA (HASIL KEUNTUNGAN)

📖

جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ

"Surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai."
(QS. Al-Baqarah: 25)

Bayangkan…
Tidak ada listrik mati.
Tidak ada cicilan.
Tidak ada sinyal hilang 😄


PENUTUP

Ayat 5 ini seperti pengumuman kelulusan:

“Mereka lulus.”
“Mereka sukses.”
“Mereka muflihun.”

Pertanyaannya…

Apakah kita termasuk dalam daftar itu?

Kalau hidup masih jauh dari iman, salat bolong, sedekah jarang, akhirat dilupakan…
Jangan-jangan kita masih antre remedial 😄


Pesan Akhir

✔ Bangun iman
✔ Jaga salat
✔ Ringankan infak
✔ Yakin akhirat

Karena sukses sejati bukan saat dipanggil ke panggung dunia…
Tapi saat dipanggil masuk surga.



Tidak ada komentar