Tapak Syifa: Ikhtiar, Tawakkal, dan Keyakinan Bahwa Allah-lah Asy-Syāfī

“Tapak Syifa: Ikhtiar, Tawakkal, dan Keyakinan Bahwa Allah-lah Asy-Syāfī”


1️⃣ Mukadimah: Sakit Itu Takdir, Berobat Itu Perintah

Ma’asyiral muslimin rahimakumullāh…

Setiap manusia pasti diuji.
Ada yang diuji dengan harta,
ada yang diuji dengan keluarga,
dan ada yang diuji dengan penyakit.

Kadang penyakitnya ringan:
masuk angin, tinggal dikerok.
Kadang berat: sudah dikerok, ditiup, dipijat, tetap belum sembuh 😄
Akhirnya sadar: “Oh… ini bukan masuk angin, tapi masuk ujian.”

Islam tidak mengajarkan kita pasrah tanpa ikhtiar.
Islam juga tidak mengajarkan kita bergantung pada sebab, apalagi pada manusia.
Islam mengajarkan ikhtiar + doa + tawakkal.


2️⃣ Prinsip Dasar Pengobatan dalam Islam

📖 Dalil Al-Qur’an

﴿وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ﴾
(QS. Asy-Syu‘arā’: 80)

Artinya:

“Dan apabila aku sakit, maka Dialah (Allah) yang menyembuhkanku.”

🧠 Ulasan Ulama

  • Imam Ibnu Katsir رحمه الله menjelaskan:

    Penyakit boleh datang dari sebab duniawi, tetapi kesembuhan hakikatnya murni dari Allah.
    📚 Tafsīr Ibnu Katsīr

➡️ Dokter hanya sebab, obat hanya sarana, Allah-lah Asy-Syāfī (Yang Maha Menyembuhkan).

Humor kecil:
Dokter itu pintar, tapi kalau Allah belum izinkan sembuh,
resepnya bisa dibaca… tiga kali sehari, tapi sembuhnya nanti-nanti 😄


3️⃣ Berobat Itu Sunnah, Bukan Tanda Lemah Iman

📜 Hadis Nabi ﷺ

عَنْ أُسَامَةَ بْنِ شَرِيكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
«تَدَاوَوْا عِبَادَ اللَّهِ، فَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعَ لَهُ دَوَاءً»

Artinya:

“Berobatlah wahai hamba-hamba Allah, karena sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit kecuali Dia juga menurunkan obatnya.”
📚 (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi)

🧠 Ulasan Ulama

  • Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:

    Pengobatan tidak menafikan tawakkal, sebagaimana makan tidak menafikan tawakkal.
    📚 Zādul Ma‘ād

➡️ Jadi jangan bilang:

“Saya tawakkal saja, nggak mau berobat.”

Kalau begitu, jangan makan juga… katanya tawakkal 😄


4️⃣ Doa dan Ruqyah sebagai Pengobatan yang Disyariatkan

📖 Dalil Al-Qur’an

﴿وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ﴾
(QS. Al-Isrā’: 82)

Artinya:

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”

🧠 Tafsir

  • Imam Al-Qurthubi رحمه الله:

    Al-Qur’an adalah obat penyakit hati dan badan, tergantung iman dan keyakinan orang yang menggunakannya.
    📚 Tafsīr Al-Qurthubī

➡️ Jadi masalahnya bukan di ayatnya,
kadang di keyakinan pembacanya.


5️⃣ Telapak Tangan, Doa, dan Air: Apakah Ada Dalilnya?

📜 Hadis Nabi ﷺ tentang Ruqyah

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا اشْتَكَى يَقْرَأُ عَلَى نَفْسِهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ وَيَنْفُثُ
(HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya:

“Nabi ﷺ apabila sakit, beliau membaca Al-Mu‘awwidzat (Al-Ikhlash, Al-Falaq, An-Nas) lalu meniup (dengan sedikit ludah).”

➡️ Nabi menggunakan tangan, bacaan, dan tiupan — bukan karena tangan itu sakti, tapi doa dan izin Allah.

🧠 Penjelasan Ulama

  • Syaikh Ibn Baz رحمه الله:

    Ruqyah dengan tangan dan doa boleh, selama tidak ada keyakinan bahwa tangan itu yang menyembuhkan.
    📚 Majmū‘ Fatāwā Ibn Bāz

➡️ Kalau keyakinannya:

“Sembuh karena telapak tangan saya” ❌
Kalau keyakinannya:
“Allah menyembuhkan melalui doa” ✅


6️⃣ Doa Tapak Syifa dan Kedudukannya

📿 Doa yang Dibaca

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
بِسْمِ اللَّهِ الشَّافِي
بِسْمِ اللَّهِ الْكَافِي
بِسْمِ اللَّهِ الْمُعَافِي
بِسْمِ اللَّهِ رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ
وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

➡️ Sebagian lafaznya bersumber dari hadis shahih, sebagian doa ulama.
Boleh diamalkan selama tidak diyakini sebagai bacaan wajib atau pasti sembuh.

📜 Hadis Terkait

«بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ...»
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi – Hasan Shahih)


7️⃣ Batasan Syariat dalam Pengobatan Alternatif

❗ Yang Dibolehkan:

✅ Doa
✅ Ruqyah syar’iyyah
✅ Air putih
✅ Ikhtiar medis dan nonmedis

❌ Yang Dilarang:

❌ Meminta bantuan jin
❌ Mantra tak jelas
❌ Keyakinan mutlak pada metode
❌ Mengklaim “pasti sembuh”

🧠 Kata Imam Asy-Syathibi:

Segala ibadah dan pengobatan harus dijaga dari keyakinan berlebih yang melampaui syariat.
📚 Al-I‘tiṣām


8️⃣ Penutup: Sehat Itu Nikmat, Sakit Itu Peringatan

Ma’asyiral muslimin…

Kadang Allah sembuhkan kita agar kita bersyukur.
Kadang Allah biarkan sakit agar kita lebih dekat dengan-Nya.

Yang penting:

  • Jangan sombong saat sehat
  • Jangan putus asa saat sakit
  • Jangan syirik saat berobat

Humor penutup:
Kalau sakit masih sempat update status, berarti belum terlalu sakit 😄
Tapi kalau sudah sakitnya bikin doa keluar tanpa teks, itu biasanya Allah sedang sangat dekat.


📚 Daftar Rujukan

  1. Al-Qur’an Al-Karim
  2. Tafsir Ibnu Katsir
  3. Tafsir Al-Qurthubi
  4. Shahih Bukhari & Muslim
  5. Zādul Ma‘ād – Ibnul Qayyim
  6. Majmū‘ Fatāwā – Syaikh Ibn Baz
  7. Al-I‘tiṣām – Asy-Syathibi


Tidak ada komentar