TAWAKAL KEPADA ALLAH Menyerahkan Hasil, Menenangkan Hati, dan Menguatkan Iman

TAWAKAL KEPADA ALLAH

Menyerahkan Hasil, Menenangkan Hati, dan Menguatkan Iman


PEMBUKAAN 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا،
من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له،
وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك عليه وعلى آله وصحبه أجمعين.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Di zaman ini, hati manusia penuh cemas.
Takut rezeki kurang.
Takut masa depan gelap.
Takut gagal, takut miskin, takut kehilangan.

Padahal…
rezeki sudah ditulis sebelum kita lahir,
ajal sudah ditentukan sebelum kita bernafas,
namun mengapa hati kita tetap gelisah?

Jawabannya satu:
karena tawakal telah hilang dari hati manusia.


PENGERTIAN TAWAKAL 

Apa itu tawakal?

Tawakal bukan pasrah tanpa usaha.
Tawakal bukan duduk diam menunggu keajaiban.
Tawakal adalah:

Menggunakan sebab secara maksimal, lalu menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Allah.

Allah berfirman:

وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

“Dan hanya kepada Allah-lah hendaknya kalian bertawakal, jika kalian benar-benar beriman.”
(QS. Al-Mā’idah: 23)

Perhatikan…
Allah kaitkan tawakal dengan iman.
Siapa imannya lemah, tawakalnya lemah.
Siapa tawakalnya kuat, imannya hidup.


TAWAKAL ADALAH PERINTAH ALLAH 

Allah tidak hanya menyuruh shalat dan puasa.
Allah juga memerintahkan tawakal.

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ

“Apabila engkau telah bertekad, maka bertawakallah kepada Allah.”
(QS. Āli ‘Imrān: 159)

Artinya:

  • Berpikir ✔️
  • Merencanakan ✔️
  • Berusaha ✔️
  • Setelah itu… serahkan hasilnya kepada Allah

Masalah kita hari ini: 👉 ingin hasil, tapi tidak mau tawakal
👉 sudah berusaha, tapi hatinya masih bergantung pada manusia


TAWAKAL MENDATANGKAN CUKUP DARI ALLAH 

Allah berjanji… dan Allah tidak pernah ingkar.

وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupkannya.”
(QS. Ath-Thalāq: 3)

Cukup bukan berarti kaya.
Cukup artinya:

  • hati tenang
  • hidup ringan
  • tidak diperbudak ketakutan

Berapa banyak orang hartanya banyak, tapi hatinya miskin.
Dan berapa banyak orang hartanya sedikit, tapi hatinya kaya karena tawakal.


HADIS TENTANG TAWAKAL YANG BENAR 

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ، لَرُزِقْتُمْ كَمَا يُرْزَقُ الطَّيْرُ، تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا

“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki; pagi hari keluar dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.”
(HR. Tirmidzi)

Perhatikan: Burung keluar dari sarang.
Burung tidak berdiam diri.
Tapi burung tidak stres soal rezeki.

Kita? Sudah bekerja…
tapi masih takut
masih gelisah
masih su’uzhan kepada Allah


KISAH SALAF: TAWAKAL PARA ULAMA 

Kisah Imam Ahmad رحمه الله

Suatu hari Imam Ahmad tidak punya makanan sama sekali.
Muridnya menawarkan bantuan.

Beliau berkata:

“Jika aku minta, berarti hatiku bergantung pada makhluk.”

Tak lama kemudian, datang seseorang membawa makanan, tanpa diminta.

Inilah tawakal.
Bukan menolak sebab,
tapi hati tidak bergantung pada sebab.


Kisah Ibrahim bin Adham رحمه الله

Beliau berkata:

“Aku tahu rezekiku tidak akan diambil orang lain, maka hatiku pun tenang.”

Inilah rahasia tawakal: 👉 yakin rezeki tidak tertukar
👉 yakin takdir tidak salah alamat


TAWAKAL MELAHIRKAN AKHLAK MULIA 

Orang yang bertawakal:

  • tidak mudah marah
  • tidak pendendam
  • tidak serakah
  • tidak iri

Kenapa?
Karena hatinya tenang bersama Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.”
(HR. Ahmad)

Jika Allah sudah mencintai seseorang…
apa lagi yang ia butuhkan?


TAWAKAL SAAT UJIAN & MUSIBAH 

Musibah tidak datang untuk menghancurkan.
Musibah datang untuk menguji tawakal.

Allah berfirman:

قُل لَّن يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

“Katakanlah: tidak akan menimpa kami kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang beriman bertawakal.”
(QS. At-Taubah: 51)

Musibah + tawakal = pahala
Musibah – tawakal = kegelisahan


PENUTUP 

Jamaah yang dimuliakan Allah…

Jika hari ini:

  • hati gelisah
  • hidup terasa berat
  • doa terasa jauh

Coba periksa:
kepada siapa hatimu bergantung?

Jika masih bergantung pada manusia, harta, jabatan…
maka bersiaplah untuk kecewa.

Tapi jika bergantung kepada Allah…
engkau tidak akan pernah rugi.


DOA 

اللهم يا ربنا…
Kami datang dengan hati yang lemah…
dengan iman yang sering naik dan turun…

Ya Allah…
kami mengaku…
selama ini kami lebih takut kehilangan dunia
daripada kehilangan ridha-Mu…

Ya Allah…
ajarkan kami tawakal yang benar…
tawakal seperti para nabi…
tawakal seperti para sahabat…
tawakal seperti orang-orang shalih…

Ya Allah…
jika rezeki kami sempit, lapangkanlah…
jika hati kami sempit, luasakanlah…
jika iman kami lemah, kuatkanlah…

Ya Allah…
jangan Engkau serahkan kami kepada diri kami sendiri
walau hanya sekejap mata…

Ya Allah…
cukupkan kami dengan halal-Mu
jauhkan kami dari yang haram
kayakan hati kami dengan qana’ah
dan hidupkan kami dengan tawakal…

رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

“Wahai Rabb kami, hanya kepada-Mu kami bertawakal, kepada-Mu kami kembali, dan kepada-Mu tempat kembali.”

وصلّى الله على نبينا محمد،
وعلى آله وصحبه أجمعين،
والحمد لله رب العالمين.

Aamiin… Aamiin ya Rabbal ‘alamin…




Tidak ada komentar