Ya Allah, jangan Engkau tenggelamkan keluarga kami dalam banjir maksiat

“Ya Allah, jangan Engkau tenggelamkan keluarga kami dalam banjir maksiat.”

Pendekatan Tafsir Riwayah & Dirayah

Referensi Utama:

  • Tafsir Ath-Thabari (Jāmi’ al-Bayān)
  • Tafsir Ibn Katsir
  • Tafsir Al-Qurthubi
  • Tafsir Al-Baghawi
  • Tafsir As-Sa’di
  • Tafsir Al-Alusi (Ruhul Ma’ani)
  • Tafsir Jalalain

AYAT 1

إِنَّا أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ أَنْ أَنْذِرْ قَوْمَكَ مِن قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Artinya:
“Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya: ‘Berilah peringatan kepada kaummu sebelum datang kepada mereka azab yang pedih.’”

Tafsir Ilmiah

Ath-Thabari menjelaskan bahwa kata “an andzir” adalah perintah kerasulan, menunjukkan tugas utama para nabi adalah inzar (peringatan), bukan memaksa hidayah.

Ibn Katsir menegaskan bahwa azab pedih mencakup:

  • Azab dunia (banjir besar)
  • Azab akhirat (neraka)

Dalil Penguat

Rasulullah ﷺ bersabda:

«إِنَّمَا مَثَلِي وَمَثَلُكُمْ كَمَثَلِ رَجُلٍ اسْتَوْقَدَ نَارًا…» (HR. Bukhari no. 6483)

Artinya: Nabi seperti orang yang memperingatkan manusia dari api, namun mereka justru mendekatinya.


AYAT 2–3: METODE DAKWAH

قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي لَكُمْ نَذِيرٌ مُّبِينٌ

أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاتَّقُوهُ وَأَطِيعُونِ

Tiga pilar dakwah Nuh:

  1. Tauhid (اعبدوا الله)
  2. Taqwa (واتقوه)
  3. Taat kepada Rasul (وأطيعون)

Al-Qurthubi: Ini adalah ringkasan seluruh syariat para nabi.


AYAT 4: KONSEP AMPUNAN & TAKDIR

يَغْفِرْ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمْ

Perbedaan ulama tentang “min”:

  1. Za’idah (tambahan) → Mengampuni seluruh dosa (pendapat mayoritas).
  2. Tab’idh (sebagian) → Tidak termasuk hak sesama manusia (Ibn Katsir).

AYAT 5–9: TOTALITAS DAKWAH

Nuh berdakwah:

  • Malam & siang
  • Terang-terangan
  • Sembunyi-sembunyi

Ath-Thabari: Ini dalil bolehnya variasi metode dakwah sesuai kondisi.

Namun hasilnya?

فَلَمْ يَزِدْهُمْ دُعَائِي إِلَّا فِرَارًا
“Seruanku justru membuat mereka lari.”


AYAT 10–12: ISTIGHFAR & KESEJAHTERAAN

اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

Janji Dunia:

  • Hujan deras
  • Harta
  • Anak
  • Kebun
  • Sungai

Ibn Katsir meriwayatkan dari Hasan Al-Bashri: Beliau menasihati orang yang:

  • Mengadu kemiskinan → istighfar
  • Mengadu mandul → istighfar
  • Mengadu kekeringan → istighfar

(Riwayat dalam Tafsir Ibn Katsir, dengan sanad kepada Hasan Al-Bashri)


AYAT 13–20: ARGUMEN KOSMOLOGIS

Nuh mengajak mereka berpikir:

  • Penciptaan manusia bertahap
  • Tujuh langit
  • Matahari & bulan
  • Bumi hamparan

Al-Alusi: Ini bentuk dalil rububiyah yang seharusnya mengantarkan pada uluhiyah.


AYAT 21–24: AROGANSI PEMIMPIN SESAT

وَمَكَرُوا مَكْرًا كُبَّارًا
“Mereka melakukan makar besar.”

Al-Qurthubi: Pemimpin sesat lebih berbahaya dari orang awam yang sesat.

Berhala mereka:

  • Wadd
  • Suwa’
  • Yaghuts
  • Ya’uq
  • Nasr

Riwayat Ibn Abbas (Ath-Thabari): Itu awalnya orang shalih yang kemudian dipatungkan.


AYAT 25: SIKSAAN BERLAPIS

مِمَّا خَطِيئَاتِهِمْ أُغْرِقُوا فَأُدْخِلُوا نَارًا

Ditenggelamkan → lalu dimasukkan ke neraka.

Ibn Katsir: Ini dalil adanya azab kubur.


AYAT 26–27: DOA KEHANCURAN

رَبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الْأَرْضِ مِنَ الْكَافِرِينَ دَيَّارًا

Mengapa Nuh berdoa demikian?

Karena Allah telah mewahyukan:

لَنْ يُؤْمِنَ مِنْ قَوْمِكَ إِلَّا مَنْ قَدْ آمَنَ
(Hud: 36)


AYAT 28: DOA PENUTUP YANG INDAH

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا

Ini menunjukkan:

  • Pentingnya doa untuk orang tua
  • Pentingnya keselamatan keluarga
  • Doa lintas generasi

🌊 MUNAJAT 30 MENIT

“Ya Allah, jangan tenggelamkan keluarga kami dalam banjir maksiat”


Ya Allah…
Sebagaimana Engkau tenggelamkan kaum Nuh dalam banjir air…
Kami takut…
Hari ini keluarga kami tenggelam dalam banjir dosa…

Ya Allah…
Jangan Engkau tenggelamkan rumah kami dalam:

  • Banjir riba
  • Banjir zina
  • Banjir tontonan haram
  • Banjir lalai dari shalat
  • Banjir durhaka anak kepada orang tua

Ya Allah…
Jika Engkau kirim hujan deras karena istighfar…
Kami memohon… kirimkan hujan hidayah atas rumah kami…

Ya Allah…
Jangan Engkau jadikan anak-anak kami seperti kaum Nuh
Yang menutup telinga dari kebenaran…
Yang lari dari nasihat orang tuanya…

Ya Allah…
Jika Engkau tenggelamkan kaum Nuh karena kesombongan…
Selamatkan keluarga kami dari kesombongan dunia…

Ya Allah…
Jadikan rumah kami seperti bahtera Nuh…
Yang selamat di tengah gelombang fitnah…

Ya Allah…
Jika hari ini media sosial adalah lautan…
Jangan biarkan anak kami hanyut tanpa kompas iman…

Ya Allah…
Kami lemah…
Kami bukan Nabi Nuh yang sabar 950 tahun…
Kami hanya orang tua yang sering kalah sabar…

Ampuni kami…

Ya Allah…
Selamatkan ayah kami…
Selamatkan ibu kami…
Selamatkan pasangan kami…
Selamatkan anak-anak kami…

Jangan Engkau wariskan kepada kami keturunan yang fajir dan kafir…
Wariskan kepada kami keturunan yang hafizh Qur’an…
Yang bangun malam…
Yang menjaga shalat…

Ya Allah…
Jika air bah dulu menghancurkan bumi…
Hari ini hawa nafsu menghancurkan hati…

Selamatkan hati kami…
Selamatkan rumah kami…
Selamatkan keluarga kami…

Ya Allah…
Sebagaimana Engkau selamatkan Nuh dan keluarganya dalam bahtera…
Masukkan kami ke dalam bahtera rahmat-Mu…

Ya Allah…
Jangan Engkau biarkan satu pun keluarga kami mati dalam maksiat…
Jangan Engkau cabut nyawa mereka dalam keadaan jauh dari-Mu…

Ya Allah…
Jadikan akhir hidup keluarga kami husnul khatimah…
Satukan kami kembali di Surga-Mu…

آمين يا رب العالمين



Tidak ada komentar