Akhlak Mulia Bahkan dalam Perpisahan
Akhlak Mulia Bahkan dalam Perpisahan
Tafsir QS Al-Baqarah 241
1. Perpisahan Tidak Harus Melahirkan Permusuhan
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah… 🤲
Dalam kehidupan manusia, tidak semua pernikahan berakhir dengan kebahagiaan yang panjang.
Ada rumah tangga yang bertahan sampai akhir usia.
Namun ada juga rumah tangga yang harus berakhir di tengah perjalanan.
Ketika perceraian terjadi, sering kali yang muncul adalah kemarahan.
Dendam.
Permusuhan.
Bahkan kata-kata yang menyakiti.
Namun Islam datang dengan ajaran yang sangat berbeda.
Islam mengajarkan bahwa bahkan dalam perpisahan, akhlak harus tetap dijaga.
2. Ayat yang Sangat Indah
Allah berfirman:
وَلِلْمُطَلَّقَاتِ مَتَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ
حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِينَ
“Bagi perempuan yang diceraikan hendaklah diberikan mut’ah (pemberian) dengan cara yang baik, sebagai kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa.”
(QS Al-Baqarah:241)
Perhatikan betapa lembutnya syariat ini.
Ketika sebuah pernikahan berakhir…
Islam tetap memerintahkan kebaikan.
3. Apa Itu Mut’ah?
Mut’ah adalah pemberian dari mantan suami kepada perempuan yang diceraikannya.
Bukan sebagai harga.
Bukan sebagai kompensasi.
Tetapi sebagai bentuk penghormatan dan kebaikan.
Ini adalah tanda bahwa hubungan yang pernah ada tidak berakhir dengan kebencian.
4. Dengan Cara yang Baik
Allah menggunakan kalimat:
بِالْمَعْرُوفِ
“Dengan cara yang baik.”
Artinya pemberian itu dilakukan dengan akhlak.
Dengan penghormatan.
Tanpa menyakiti.
Tanpa merendahkan.
5. Tanda Ketakwaan
Allah menutup ayat ini dengan kalimat yang sangat kuat:
حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِينَ
“Itu adalah kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa.”
Perhatikan…
Allah menghubungkan akhlak dalam perceraian dengan ketakwaan.
Artinya orang yang benar-benar bertakwa tidak akan memperlakukan mantan pasangannya dengan buruk.
6. Kenangan yang Pernah Ada
Saudara-saudaraku…
setiap pernikahan memiliki kenangan.
Ada hari ketika dua orang saling tersenyum.
Ada hari ketika mereka berdoa bersama.
Ada hari ketika mereka berharap membangun masa depan bersama.
Meskipun perjalanan itu harus berakhir…
Islam mengajarkan agar kenangan itu tidak dihancurkan dengan kebencian.
7. Akhlak Seorang Mukmin
Mukmin yang sejati tidak berubah akhlaknya karena keadaan.
Ketika ia mencintai, ia mencintai dengan kebaikan.
Ketika ia harus berpisah, ia juga berpisah dengan kebaikan.
Karena akhlak seorang mukmin berasal dari imannya kepada Allah.
8. Islam Menutup Pintu Kezaliman
Ayat ini juga menutup pintu kezaliman.
Tidak boleh seorang suami menceraikan istrinya lalu meninggalkannya tanpa kebaikan.
Tidak boleh mempermalukannya.
Tidak boleh menyakitinya.
Karena Islam adalah agama yang menjaga kehormatan manusia.
9. Renungan
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Kadang manusia mampu memulai hubungan dengan cinta.
Namun tidak semua manusia mampu mengakhirinya dengan kemuliaan.
Islam mengajarkan sesuatu yang sangat tinggi:
Jika kalian harus berpisah…
maka berpisahlah dengan akhlak yang mulia.
Karena Allah melihat bagaimana manusia memperlakukan sesamanya.
10. Penutup
Saudara-saudaraku…
Pernikahan adalah perjalanan.
Kadang perjalanan itu panjang.
Kadang ia harus berakhir lebih cepat.
Namun akhlak seorang mukmin harus tetap sama.
Karena orang yang menjaga akhlaknya bahkan dalam perpisahan…
adalah orang yang hatinya dekat dengan Allah.
Doa
Ya Allah…
hiasilah hati kami dengan akhlak yang mulia.
Ya Allah…
jadikan kami orang-orang yang memperlakukan sesama dengan kebaikan.
Ya Allah…
jika kami harus berpisah dengan seseorang dalam kehidupan ini, jadikan perpisahan itu penuh kemuliaan.
Dan jangan Engkau biarkan kebencian merusak hati kami.
آمين يا رب العالمين 🤲
Post a Comment