Bahaya Mengikuti Tradisi Tanpa Ilmu
Bahaya Mengikuti Tradisi Tanpa Ilmu
Tafsir QS Al-Baqarah 170
1. Pembukaan
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah… 🤲
Setelah Allah memperingatkan manusia agar tidak mengikuti langkah-langkah setan, Al-Qur’an kemudian menjelaskan salah satu cara setan menyesatkan manusia.
Bukan selalu dengan dosa yang terlihat besar.
Tetapi dengan sesuatu yang terlihat sangat biasa.
Sesuatu yang sering dianggap wajar oleh masyarakat.
Apa itu?
Mengikuti tradisi tanpa berpikir.
Mengikuti kebiasaan nenek moyang tanpa menimbang apakah itu benar atau salah.
2. Membaca Ayat
Allah berfirman:
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنزَلَ اللَّهُ
“Apabila dikatakan kepada mereka: ikutilah apa yang telah Allah turunkan…”
قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا
“Mereka berkata: tidak! Kami hanya mengikuti apa yang kami dapati dari nenek moyang kami.”
Kemudian Allah menegaskan:
أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ
“Apakah mereka tetap mengikuti nenek moyang mereka, walaupun nenek moyang mereka tidak memahami apa pun dan tidak mendapat petunjuk?”
(QS Al-Baqarah:170)
Ayat ini sangat tajam.
Karena Al-Qur’an tidak hanya mengkritik kekafiran.
Tetapi juga cara berpikir manusia yang menolak kebenaran.
3. Penyakit Lama Manusia
Saudara-saudaraku…
penyakit ini bukan penyakit baru.
Sejak zaman para nabi penyakit ini sudah ada.
Ketika para nabi datang membawa wahyu…
banyak manusia menolaknya dengan satu kalimat:
“Kami hanya mengikuti agama nenek moyang kami.”
Padahal kebenaran tidak diukur dari berapa lama tradisi itu ada.
Kebenaran diukur dari apakah ia berasal dari wahyu Allah atau tidak.
4. Dialog Para Nabi dengan Kaumnya
Coba kita lihat sejarah para nabi.
Ketika Nabi Ibrahim menghancurkan berhala kaumnya…
kaumnya berkata:
“Ini adalah agama nenek moyang kami.”
Ketika Nabi Musa datang membawa tauhid…
Fir’aun berkata:
“Ini bertentangan dengan tradisi kerajaan kami.”
Ketika Nabi Muhammad mengajak bangsa Arab menyembah Allah…
orang Quraisy berkata:
“Kami tidak akan meninggalkan agama nenek moyang kami.”
Jadi penolakan terhadap kebenaran sering kali bukan karena tidak tahu.
Tetapi karena tidak mau meninggalkan kebiasaan lama.
5. Kritik Al-Qur’an terhadap Taklid Buta
Islam tidak melarang menghormati tradisi.
Namun Islam melarang taklid buta.
Taklid buta adalah mengikuti sesuatu tanpa ilmu.
Tanpa dalil.
Tanpa berpikir.
Tanpa mencari kebenaran.
Karena agama ini adalah agama ilmu dan wahyu.
Humor
Kadang ada orang berkata:
“Dari dulu di kampung kami memang begitu.”
Lalu ketika ditanya:
“Dalilnya apa?”
Dia menjawab:
“Tidak tahu… pokoknya dari dulu begitu.”
Padahal kalau semua manusia hanya mengikuti kebiasaan lama…
maka dunia tidak akan pernah berubah.
6. Perbedaan Agama Wahyu dan Agama Tradisi
Saudara-saudaraku…
ada perbedaan besar antara:
agama yang hidup dengan wahyu
dan
agama yang hanya diwarisi sebagai tradisi.
Agama wahyu membuat manusia:
berpikir
mencari ilmu
memahami dalil
mendekat kepada Allah.
Sedangkan agama tradisi sering kali hanya berupa kebiasaan yang diwariskan tanpa pemahaman.
7. Bahaya Tradisi Tanpa Ilmu
Tradisi yang tidak diuji dengan wahyu bisa membawa manusia pada kesesatan.
Karena tidak semua yang diwariskan oleh nenek moyang adalah benar.
Sebagian benar.
Sebagian salah.
Karena itu Allah memerintahkan manusia untuk kembali kepada wahyu.
8. Renungan
Saudara-saudaraku…
pertanyaan besar yang harus kita tanyakan pada diri kita adalah:
Apakah kita menjalankan agama karena kita memahami kebenaran?
Atau hanya karena kita mewarisinya dari lingkungan kita?
Orang beriman tidak hanya berkata:
“Ayah saya begitu.”
“Ibu saya begitu.”
Tetapi ia berkata:
“Allah berfirman demikian.”
9. Penutup
Islam adalah agama yang memuliakan akal.
Islam tidak memerintahkan manusia untuk menutup mata.
Islam memerintahkan manusia untuk mencari kebenaran.
Karena kebenaran sejati bukan berasal dari tradisi manusia.
Kebenaran sejati berasal dari wahyu Allah.
Dan orang yang benar-benar beriman akan selalu siap meninggalkan tradisi yang salah demi mengikuti kebenaran.
Doa
اللهم أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه
Ya Allah perlihatkan kepada kami kebenaran sebagai kebenaran dan karuniakan kami kemampuan untuk mengikutinya.
وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه
Dan perlihatkan kepada kami kebatilan sebagai kebatilan dan karuniakan kami kemampuan untuk menjauhinya.
اللهم علمنا ما ينفعنا
Ya Allah ajarkan kepada kami ilmu yang bermanfaat.
واجعلنا من أهل الهداية
Dan jadikan kami termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.
آمين يا رب العالمين 🤲
Post a Comment