Berpisah dengan Kemuliaan


Berpisah dengan Kemuliaan

Tafsir QS Al-Baqarah 236


1. Pembukaan: Tidak Semua Pernikahan Berjalan Panjang

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah… 🤲

Dalam kehidupan manusia, tidak semua pernikahan berjalan panjang.

Ada rumah tangga yang bertahan puluhan tahun.

Ada yang hanya bertahan beberapa tahun.

Bahkan ada yang berakhir sebelum benar-benar dimulai.

Ada pasangan yang sudah menikah…

tetapi karena berbagai keadaan…

mereka harus berpisah sebelum kehidupan rumah tangga benar-benar berjalan.

Dan dalam keadaan seperti itu, Islam tetap hadir dengan aturan yang sangat indah.

Bukan untuk memperkeruh luka.

Tetapi untuk menjaga kehormatan kedua belah pihak.


2. Ayat yang Sangat Lembut

Allah berfirman:

لَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ
إِن طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ
مَا لَمْ تَمَسُّوهُنَّ

“Tidak ada dosa bagi kalian jika menceraikan perempuan sebelum kalian menyentuh mereka.”

(QS Al-Baqarah:236)

Ayat ini berbicara tentang perceraian yang terjadi sebelum hubungan suami istri terjadi.

Dalam keadaan seperti ini, Islam tidak langsung menyalahkan salah satu pihak.

Namun Islam tetap menekankan akhlak dan kebaikan.


3. Pernikahan Tetap Memiliki Kehormatan

Saudara-saudaraku…

meskipun pernikahan itu berakhir dengan cepat…

ia tetap memiliki kehormatan.

Seorang perempuan yang pernah menikah tetap harus diperlakukan dengan hormat.

Tidak boleh dipermalukan.

Tidak boleh direndahkan.

Tidak boleh disakiti.

Karena dalam Islam, kehormatan manusia adalah sesuatu yang sangat dijaga.


4. Mahar yang Belum Ditentukan

Ayat ini juga berbicara tentang keadaan ketika mahar belum ditentukan.

Pada masa dahulu, terkadang akad nikah terjadi sebelum mahar ditetapkan secara jelas.

Dan jika perceraian terjadi sebelum hubungan suami istri…

maka Islam memberikan jalan keluar yang penuh kebaikan.


5. Perintah Memberi Hadiah (Mut’ah)

Allah kemudian berfirman:

وَمَتِّعُوهُنَّ

“Berilah mereka mut’ah (hadiah).”

Perhatikan betapa indahnya syariat ini.

Meskipun pernikahan berakhir…

Islam tetap memerintahkan laki-laki untuk memberikan hadiah.

Bukan sebagai kewajiban yang memberatkan.

Tetapi sebagai bentuk kebaikan dan penghormatan.


6. Sesuai Kemampuan

Allah melanjutkan:

عَلَى الْمُوسِعِ قَدَرُهُ
وَعَلَى الْمُقْتِرِ قَدَرُهُ

“Orang yang mampu sesuai kemampuannya, dan orang yang kurang mampu sesuai kemampuannya.”

Ini menunjukkan keadilan Islam.

Yang kaya memberi lebih.

Yang sederhana memberi sesuai kemampuan.

Tetapi keduanya tetap memberi sebagai tanda akhlak mulia.


7. Dengan Cara yang Baik

Allah menegaskan:

مَتَاعًا بِالْمَعْرُوفِ

“Hadiah yang diberikan dengan cara yang baik.”

Artinya bukan sekadar memberi.

Tetapi memberi dengan hati yang bersih.

Memberi tanpa menyakiti.

Memberi tanpa merendahkan.


8. Inilah Akhlak Orang yang Berbuat Baik

Ayat ini ditutup dengan kalimat yang sangat indah:

حَقًّا عَلَى الْمُحْسِنِينَ

“Itu adalah kewajiban bagi orang-orang yang berbuat baik.”

Perhatikan kata muhsinin.

Orang yang berbuat baik.

Artinya Islam tidak hanya mengajarkan keadilan.

Islam mengajarkan kebaikan yang lebih tinggi dari sekadar kewajiban.


9. Pelajaran Besar dari Ayat Ini

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Banyak orang tahu bagaimana memulai hubungan dengan baik.

Tetapi tidak semua orang tahu bagaimana mengakhiri hubungan dengan baik.

Islam mengajarkan bahwa bahkan dalam perpisahan…

akhlak tetap harus dijaga.

Karena orang beriman tidak berubah akhlaknya hanya karena hubungan berakhir.


10. Penutup 

Saudara-saudaraku…

Hubungan manusia bisa berubah.

Pernikahan bisa berakhir.

Tetapi akhlak seorang Muslim tidak boleh berubah.

Jika bertemu dengan kebaikan…

maka berpisahlah juga dengan kebaikan.

Karena akhlak yang mulia akan selalu meninggalkan kenangan yang baik…

bahkan ketika jalan hidup harus berpisah.


Doa 

Ya Allah…

hiasilah hati kami dengan akhlak yang mulia.

Ya Allah…

jadikan kami orang-orang yang berbuat baik dalam setiap keadaan.

Ya Allah…

jika kami bertemu dengan seseorang dalam kehidupan kami, jadikan pertemuan itu penuh keberkahan.

Dan jika kami harus berpisah, jadikan perpisahan itu penuh kemuliaan.

آمين يا رب العالمين 🤲



Tidak ada komentar