Keindahan Memaafkan dalam Perpisahan


Keindahan Memaafkan dalam Perpisahan

Tafsir QS Al-Baqarah 237


1. Pembukaan: Ketika Pernikahan Berakhir Sebelum Dimulai

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah… 🤲

Dalam kehidupan rumah tangga, ada keadaan yang tidak pernah dibayangkan oleh pasangan yang baru menikah.

Dua orang yang sebelumnya penuh harapan…

dua keluarga yang telah berkumpul dalam akad yang suci…

namun ternyata kehidupan rumah tangga tidak berjalan seperti yang diharapkan.

Kadang perpisahan terjadi bahkan sebelum kehidupan suami istri benar-benar dimulai.

Dan dalam keadaan seperti itu, Islam tidak hanya memberikan hukum.

Islam memberikan pelajaran akhlak yang sangat indah.


2. Ketentuan Mahar dalam Perceraian

Allah berfirman:

وَإِن طَلَّقْتُمُوهُنَّ
مِن قَبْلِ أَن تَمَسُّوهُنَّ

“Jika kalian menceraikan mereka sebelum kalian menyentuh mereka…”

(QS Al-Baqarah:237)

Ayat ini berbicara tentang perceraian yang terjadi sebelum hubungan suami istri terjadi.

Namun dalam keadaan ini, mahar telah ditentukan dalam akad nikah.


3. Setengah Mahar sebagai Keadilan

Allah kemudian berfirman:

فَنِصْفُ مَا فَرَضْتُمْ

“Maka bagi mereka setengah dari mahar yang telah kalian tetapkan.”

Ini adalah bentuk keadilan dalam syariat Islam.

Karena akad nikah telah terjadi.

Namun kehidupan rumah tangga belum berjalan.

Maka syariat menetapkan setengah mahar sebagai hak perempuan.


4. Pintu Kemaafan Dibuka

Namun Islam tidak berhenti pada hukum yang kaku.

Allah membuka pintu yang sangat indah:

إِلَّا أَن يَعْفُونَ

“Kecuali jika mereka memaafkan.”

Artinya perempuan boleh memilih untuk memaafkan dan tidak mengambil haknya.

Ini bukan kewajiban.

Ini adalah kemuliaan akhlak.


5. Kemuliaan dari Pihak Laki-laki

Allah juga memberikan pilihan kepada pihak laki-laki:

أَوْ يَعْفُوَ الَّذِي بِيَدِهِ عُقْدَةُ النِّكَاحِ

“Atau pihak yang memegang ikatan nikah (suami) yang memaafkan.”

Artinya suami juga boleh memberikan seluruh mahar kepada mantan istrinya.

Meskipun secara hukum ia hanya wajib setengah.

Ini adalah contoh akhlak yang lebih tinggi dari sekadar kewajiban.


6. Puncak Pesan Ayat Ini

Allah kemudian memberikan kalimat yang sangat indah:

وَأَن تَعْفُوا أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى

“Dan memaafkan itu lebih dekat kepada ketakwaan.”

Subhanallah…

Allah tidak hanya mengajarkan keadilan.

Allah mengajarkan kemuliaan hati.

Karena memaafkan adalah tanda hati yang bersih.


7. Jangan Lupakan Kebaikan

Allah melanjutkan dengan pesan yang sangat menyentuh:

وَلَا تَنسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ

“Janganlah kalian melupakan kebaikan di antara kalian.”

Kalimat ini sangat dalam.

Meskipun pernikahan berakhir…

jangan lupakan kebaikan yang pernah ada.

Jangan lupakan senyuman yang pernah dibagi.

Jangan lupakan doa yang pernah dipanjatkan bersama.


8. Allah Melihat Semua Akhlak Manusia

Ayat ini ditutup dengan pengingat yang sangat agung:

إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan.”

Allah melihat siapa yang memilih ego.

Dan Allah juga melihat siapa yang memilih memaafkan.


9. Renungan yang Menyentuh

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Kadang manusia mampu memulai hubungan dengan cinta.

Namun tidak semua orang mampu mengakhiri hubungan dengan kemuliaan.

Islam mengajarkan sesuatu yang sangat tinggi:

Jika hubungan harus berakhir…

maka biarkan ia berakhir dengan kehormatan dan kebaikan.

Karena kenangan yang baik lebih berharga daripada pertengkaran yang panjang.


10. Penutup 

Saudara-saudaraku…

Memaafkan bukan tanda kelemahan.

Memaafkan adalah tanda kekuatan hati.

Dan orang yang mampu memaafkan…

adalah orang yang hatinya dekat dengan Allah.

Karena Allah sendiri adalah Maha Pengampun.


Doa 

Ya Allah…

lembutkan hati kami agar mudah memaafkan.

Ya Allah…

jauhkan kami dari dendam dan kebencian.

Ya Allah…

jadikan kami orang-orang yang menjaga akhlak bahkan ketika menghadapi perpisahan.

Dan kumpulkan kami bersama orang-orang yang Engkau cintai di surga-Mu kelak.

آمين يا رب العالمين 🤲



Tidak ada komentar