FASTABIQUL KHAIRAT – BERLOMBA DALAM KEBAIKAN
FASTABIQUL KHAIRAT – BERLOMBA DALAM KEBAIKAN
1. Mukadimah
الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba’du…
Hadirin yang dimuliakan Allah…
Hidup ini bukan sekadar siapa yang hidup paling lama,
tetapi siapa yang paling banyak amalnya.
Karena itu Al-Qur'an tidak memerintahkan:
“jalan santai menuju surga…”
Tetapi memerintahkan BERLOMBA!
2. Perintah Berlomba Dalam Kebaikan
Allah berfirman:
QS Al-Baqarah 148
وَلِكُلٍّ وِّجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِ
Artinya
“Setiap umat memiliki kiblatnya masing-masing, maka berlomba-lombalah kalian dalam kebaikan.”
Tafsir Ulama
Imam Ibnu Katsir menjelaskan:
أي بادروا إلى الطاعات
“Segeralah kalian mendahului orang lain dalam ketaatan.”
📚 (Tafsir Ibnu Katsir 1/415)
Artinya Islam bukan agama santai.
Islam itu agama percepatan amal.
3. Allah Membagi Umat Islam Menjadi 3 Golongan
Allah berfirman:
QS Fathir 32
ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِيْنَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهٖ وَمِنْهُمْ مُّقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌۢ بِالْخَيْرٰتِ بِإِذْنِ اللّٰهِ ۚ ذٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيْرُ
Artinya:
“Kemudian Kami wariskan kitab itu kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami. Maka di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan, dan ada yang berlomba dalam kebaikan dengan izin Allah.”
Tafsir Para Ulama
Imam Ibnu Taimiyah menjelaskan:
Golongan umat Islam ada tiga:
1️⃣ ظالم لنفسه
Orang yang banyak dosa
2️⃣ مقتصد
Orang yang menjalankan kewajiban saja
3️⃣ سابق بالخيرات
Orang yang selalu menambah amal sunnah
📚 (Majmu’ Fatawa 7/284)
4. Golongan Pertama: Orang yang Menyakiti Dirinya Sendiri
Ciri-cirinya:
- shalat sering telat
- ibadah malas
- maksiat jalan terus
Contoh yang disebut Ibnu Taimiyah:
orang yang shalat setelah hampir habis waktunya
Padahal Rasulullah bersabda:
Hadis
أَفْضَلُ الأَعْمَالِ الصَّلاَةُ لِوَقْتِهَا
“Amalan terbaik adalah shalat tepat pada waktunya.”
📚 HR Bukhari no 527
Humor mimbar
Ada orang kalau azan subuh bunyi
dia bilang:
“Ya Allah… azannya indah sekali…”
lalu tidur lagi…
Subhanallah.
Bukan bangun shalat…
malah bangun komentar azan!
5. Golongan Kedua: Muslim Standar
Golongan ini:
- shalat wajib
- puasa wajib
- zakat wajib
Tetapi tidak peduli sunnah.
Imam Al-Ghazali mengatakan:
orang yang hanya mengerjakan kewajiban seperti pedagang yang hanya menutup modal tanpa untung
📚 Ihya Ulumuddin 4/417
Artinya:
Dia selamat…
tapi tidak naik derajat.
6. Golongan Ketiga: Sabiqun Bil Khairat
Inilah level tertinggi.
Ciri mereka:
- shalat wajib + sunnah
- sedekah
- qiyamullail
- dakwah
- menolong umat
Allah berfirman:
QS Al-Hadid 21
سَابِقُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ
“Berlombalah menuju ampunan Tuhan kalian.”
Hadis Nabi
Rasulullah bersabda:
بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ
“Bersegeralah melakukan amal.”
📚 HR Muslim no 118
7. Mengapa Harus Berlomba?
Karena hidup sangat singkat.
Rasulullah bersabda:
أَعْمَارُ أُمَّتِي مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إِلَى السَّبْعِينَ
“Umur umatku antara 60 sampai 70 tahun.”
📚 HR Tirmidzi 3550
Kalau dihitung…
70 tahun =
25.550 hari.
Tidur 8 jam sehari…
sepertiga hidup habis.
Jadi sebenarnya hidup aktif kita
sekitar 45 tahun saja.
Humor mimbar
Makanya jangan heran…
ada orang baru umur 40
sudah bilang:
“Waduh ustadz… hidup saya kok terasa cepat ya…”
Ya iyalah…
dari kecil sampai sekarang
sepertiga hidup dipakai tidur!
8. Kisah Sahabat Berlomba Dalam Kebaikan
Suatu hari Nabi meminta sedekah.
Umar berkata:
“Hari ini aku akan mengalahkan Abu Bakar.”
Umar membawa setengah hartanya.
Nabi bertanya:
“Apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu?”
Umar menjawab:
“Setengahnya.”
Lalu datang Abu Bakar.
Ia membawa seluruh hartanya.
Nabi bertanya:
“Apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu?”
Abu Bakar menjawab:
“Allah dan Rasul-Nya.”
📚 HR Abu Dawud 1678
Umar langsung berkata:
“Demi Allah… aku tidak akan bisa mengalahkan Abu Bakar.”
9. Penyakit Umat: Tidak Mau Berlomba
Masalah umat Islam hari ini:
kalau urusan dunia
balap-balapan.
Tapi kalau urusan akhirat
santai-santai.
Contoh:
Promo diskon mall…
orang antre dari subuh.
Shalat subuh di masjid?
Sepi.
Humor mimbar
Kalau mall diskon 70%…
parkiran penuh.
Kalau masjid subuh…
parkiran kosong.
Padahal di masjid
diskonnya 100% dosa dihapus!
10. Bahaya Menjadi “Buih Umat”
Rasulullah bersabda:
يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ
“Hampir saja umat-umat memperebutkan kalian.”
Para sahabat bertanya:
“Apakah karena jumlah kami sedikit?”
Nabi menjawab:
“Tidak. Kalian banyak, tetapi seperti buih di lautan.”
📚 HR Abu Dawud 4297
Maknanya:
jumlah banyak
tapi kualitas lemah.
11. Cara Menjadi Sabiqun Bil Khairat
Para ulama menyebut beberapa jalan.
1. Menjaga shalat tepat waktu
2. Qiyamullail
3. Sedekah rutin
4. Dakwah
5. Membaca Al-Qur'an setiap hari
12. Kisah Ulama Salaf
Imam Ahmad bin Hanbal
setiap hari membaca 300 rakaat shalat sunnah.
Ketika sakit pun masih 150 rakaat.
📚 Siyar A’lam An-Nubala 11/296
Bandingkan dengan kita…
Shalat witir 3 rakaat saja
kadang bilang:
“Capek ustadz…”
Humor mimbar
Ada orang kalau disuruh shalat tahajud…
dia bilang:
“Ustadz… saya kuatnya cuma shalat wajib.”
Padahal kalau disuruh lembur kerja
kuat sampai jam 2 pagi!
13. Klimaks Ceramah
Hadirin…
Bayangkan nanti di akhirat…
ada orang yang masuk surga karena:
- satu sedekah
- satu air mata
- satu shalat malam
Dan kita menyesal…
karena terlalu santai hidup di dunia.
Allah berfirman:
QS Al-Munafiqun 10
رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ
“Ya Rabb… mengapa Engkau tidak menunda kematianku sedikit saja…”
Kenapa?
لِأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ
“Agar aku bisa bersedekah dan menjadi orang shalih.”
Tapi waktu itu sudah terlambat.
14. Munajat Penutup
اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك
Ya Allah…
jangan Engkau jadikan kami
golongan yang menzalimi diri.
Ya Allah…
jadikan kami
golongan yang berlomba dalam kebaikan.
Ya Allah…
jika umur kami tersisa sedikit
maka penuhi dengan amal shalih.
Ya Allah…
ampuni dosa kami…
dosa kedua orang tua kami…
dosa guru-guru kami…
dan dosa seluruh kaum muslimin.
Penutup
Hadirin yang dimuliakan Allah…
Mari kita bertekad:
bukan hanya menjadi muslim biasa
tetapi menjadi
SABIQUN BIL KHAIRAT
orang yang paling cepat menuju surga.
Post a Comment