Ketika Kebenaran Disembunyikan
Ketika Kebenaran Disembunyikan
Tafsir QS Al-Baqarah 75
Pembukaan
Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin…
Segala puji bagi Allah yang menurunkan kitab-Nya sebagai cahaya bagi manusia.
Allah berfirman:
اَفَتَطْمَعُوْنَ اَنْ يُّؤْمِنُوْا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ يَسْمَعُوْنَ كَلَامَ اللّٰهِ ثُمَّ يُحَرِّفُوْنَهٗ
“Apakah kalian masih berharap mereka beriman, padahal sebagian dari mereka mendengar firman Allah lalu mengubahnya.”
(QS Al-Baqarah: 75)
Saudara-saudaraku…
Ayat ini bukan sekadar sejarah.
Ini adalah tragedi agama terbesar dalam sejarah manusia.
Ketika wahyu Allah…
diubah oleh tangan manusia.
Kisah Dramatis Ulama Yahudi Menyembunyi kan Ayat tentang Muhammad
Para ulama tafsir seperti Ibnu Katsir dan Ath-Thabari meriwayatkan bahwa dalam Taurat terdapat kabar tentang nabi terakhir.
Ciri-cirinya:
- lahir di Makkah
- hijrah ke Madinah
- membawa syariat terakhir.
Sebagian ulama Yahudi mengetahui hal ini.
Suatu malam…
di sebuah rumah di Madinah…
para pendeta berkumpul.
Lampu minyak menyala redup.
Kitab Taurat terbuka di atas meja.
Seorang pendeta membaca ayat itu dengan suara pelan.
Lalu ia berkata:
“Jika kita biarkan ayat ini diketahui… orang-orang akan mengikuti Muhammad.”
Pendeta lain menjawab dengan suara berat:
“Kalau mereka mengikuti Muhammad… kita kehilangan kekuasaan.”
Suasana hening.
Akhirnya seorang pendeta berkata:
“Kalau begitu… sembunyikan ayat itu.”
Lalu sebagian ayat ditutup.
Sebagian tafsirnya diubah.
Dan sebagian ayat tidak diajarkan lagi kepada umat.
Inilah yang dimaksud Allah:
يُحَرِّفُوْنَ الْكَلِمَ عَنْ مَّوَاضِعِهٖ
“Mereka mengubah kata-kata dari tempatnya.”
(QS An-Nisa: 46)
Kisah Abdullah bin Salam
Namun tidak semua ulama Yahudi jahat.
Ada seorang ulama besar Yahudi di Madinah:
Abdullah bin Salam.
Dia membaca Taurat.
Dia menemukan ciri-ciri Nabi terakhir.
Ketika Nabi Muhammad datang ke Madinah…
dia melihat wajah Nabi.
Dia berkata:
“Ketika aku melihat wajahnya, aku tahu ini bukan wajah pendusta.”
Ia langsung masuk Islam.
Hadis riwayat Bukhari.
Humor
Kadang manusia ini lucu.
Kalau ayat cocok dengan keinginannya…
dia bilang:
“Ini dalil kuat!”
Tapi kalau tidak cocok…
langsung bilang:
“Ini perlu ditafsirkan ulang.”
🤣
Seperti orang yang diet.
Kalau ayat tentang sedekah dibaca…
dia semangat.
Tapi kalau ayat tentang puasa sunnah…
langsung bilang:
“Islam itu agama yang mudah.”
😂
Kisah Pendeta Vatikan Masuk Islam
Ada seorang pendeta besar di Eropa yang mempelajari Injil puluhan tahun.
Ia membaca Injil Yohanes tentang Paraclete.
Ia penasaran.
Ia mempelajari bahasa Yunani kuno.
Lalu ia menemukan bahwa kata itu kemungkinan berasal dari kata Periclytos.
Artinya:
“Yang terpuji.”
Nama lain dari Muhammad.
Ia terkejut.
Ia membaca Al-Qur’an.
Ia menemukan bahwa Al-Qur’an menjelaskan kisah para nabi dengan sangat jelas.
Akhirnya ia berkata:
“Jika ini bukan wahyu dari Allah… maka tidak ada wahyu di dunia.”
Ia pun masuk Islam.
Seperti firman Allah:
الَّذِيْنَ اٰتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يَعْرِفُوْنَهٗ كَمَا يَعْرِفُوْنَ اَبْنَاۤءَهُمْ
“Orang yang diberi kitab mengenal Nabi Muhammad seperti mereka mengenal anak mereka sendiri.”
(QS Al-Baqarah: 146)
Keistimewaan Al-Qur’an
Saudara-saudaraku…
Kitab sebelumnya bisa berubah.
Tetapi Al-Qur’an tidak.
Allah berfirman:
اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ
“Kami yang menurunkan Al-Qur’an dan Kami pula yang menjaganya.”
(QS Al-Hijr: 9)
Hari ini…
jutaan manusia hafal Al-Qur’an.
Anak umur 7 tahun hafal.
Ini mukjizat.
Klimaks Ceramah
Saudara-saudaraku…
Bani Israil tahu kebenaran.
Tetapi mereka menutupinya.
Bukan karena tidak tahu…
Tetapi karena takut kehilangan dunia.
Berapa banyak manusia hari ini yang tahu kebenaran…
tetapi tidak mau mengikutinya?
Karena:
- jabatan
- harta
- gengsi.
Padahal Allah berfirman:
وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
“Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang menipu.”
(QS Ali Imran: 185)
Munajat
Ya Allah…
Jika kami pernah mengetahui kebenaran tetapi tidak mengikutinya…
ampuni kami.
Ya Allah…
Jika kami pernah membaca ayat-Mu tetapi hati kami tidak tunduk…
ampuni kami.
Ya Allah…
Jangan Engkau jadikan kami seperti orang-orang yang menyembunyikan kebenaran.
Ya Allah…
Terangi hati kami dengan Al-Qur’an.
Ya Allah…
Jika suatu hari kami berdiri di hadapan-Mu…
jangan Engkau tanya kami tentang dosa yang tidak sanggup kami jawab.
Ya Allah…
Ampuni dosa kami…
dosa orang tua kami…
dosa guru-guru kami…
dosa seluruh kaum muslimin.
اللهم اجعل القرآن ربيع قلوبنا ونور صدورنا
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Post a Comment