Kesendirian Manusia di Hari Kiamat
Kesendirian Manusia di Hari Kiamat
Tafsir QS Al-Baqarah 122–123
1. Pembukaan
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Di dalam Al-Qur’an ada satu metode pendidikan yang sangat kuat.
Allah sering mengingatkan manusia dengan dua hal:
- nikmat yang pernah diberikan
- hari kiamat yang akan datang
Nikmat mengingatkan manusia agar bersyukur.
Hari kiamat mengingatkan manusia agar takut kepada Allah.
Dan dua hal ini digabungkan dalam ayat yang akan kita renungkan sekarang.
2. Membaca Ayat
Allah berfirman:
يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ
“Wahai Bani Israil, ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepada kalian.”
(QS Al-Baqarah:122)
Allah mengingatkan mereka tentang nikmat yang sangat besar.
Mereka diberi nabi.
Mereka diberi kitab.
Mereka diselamatkan dari tirani penguasa.
Salah satu peristiwa besar dalam sejarah mereka adalah ketika Allah menyelamatkan mereka dari kekejaman
Pharaoh
melalui perjuangan Nabi
Moses.
Namun setelah semua nikmat itu…
banyak dari mereka justru melupakan Allah.
3. Bahaya Melupakan Nikmat Allah
Saudara-saudaraku…
melupakan nikmat Allah adalah awal dari kesombongan.
Ketika manusia merasa semua yang ia miliki adalah hasil usahanya sendiri…
dia mulai jauh dari Allah.
Padahal setiap nikmat dalam hidup kita adalah pemberian Allah:
- kesehatan
- keluarga
- rezeki
- kesempatan hidup
Semua itu adalah amanah.
4. Ayat tentang Hari Kiamat
Kemudian Allah memberikan peringatan yang sangat menegangkan.
Allah berfirman:
وَاتَّقُوا يَوْمًا لَا تَجْزِي نَفْسٌ عَنْ نَفْسٍ شَيْئًا
“Takutlah kalian pada hari ketika tidak ada seorang pun yang dapat menolong orang lain.”
(QS Al-Baqarah:123)
Hari itu adalah hari kiamat.
Hari ketika seluruh manusia berdiri di hadapan Allah.
5. Tidak Ada Pertolongan di Hari Itu
Allah melanjutkan:
وَلَا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَاعَةٌ
“Tidak ada syafaat yang diterima.”
وَلَا يُؤْخَذُ مِنْهَا عَدْلٌ
“Tidak ada tebusan yang diterima.”
Artinya pada hari itu:
- harta tidak bisa menyelamatkan
- kedudukan tidak bisa menolong
- kekuasaan tidak ada gunanya
Semua manusia berdiri sendirian di hadapan Allah.
6. Kisah Manusia yang Tidak Bisa Menolong Keluarganya
Diriwayatkan dalam banyak hadis bahwa pada hari kiamat manusia akan sangat ketakutan.
Seorang ayah melihat anaknya…
tetapi tidak bisa menolongnya.
Seorang ibu melihat anaknya…
tetapi tidak bisa menyelamatkannya.
Setiap orang berkata:
“Diriku… diriku… diriku.”
7. Renungan tentang Kesendirian di Hadapan Allah
Saudara-saudaraku…
suatu hari nanti kita akan berdiri sendirian di hadapan Allah.
Tidak ada sahabat.
Tidak ada keluarga.
Tidak ada jabatan.
Yang ada hanya dua hal:
- amal baik
- amal buruk
Semua akan diperlihatkan.
Tidak ada yang tersembunyi.
Humor
Kadang manusia sangat takut kehilangan uang.
Dompet hilang sedikit saja…
langsung panik.
Tetapi kehilangan waktu untuk akhirat…
tidak pernah panik.
Padahal yang akan kita bawa ke akhirat bukan dompet kita.
Yang kita bawa adalah amal kita.
Jamaah biasanya tersenyum pahit mendengar ini.
8. Renungan Besar
Saudara-saudaraku…
hidup di dunia ini sangat singkat.
Tetapi hari kiamat sangat panjang.
Karena itu orang yang cerdas adalah orang yang mempersiapkan bekal.
Bukan hanya untuk hidup di dunia…
tetapi untuk kehidupan setelah mati.
9. Penutup
Mari kita gunakan hidup ini untuk mendekat kepada Allah.
Perbaiki shalat kita.
Perbaiki akhlak kita.
Perbanyak amal baik.
Karena suatu hari nanti kita akan berdiri sendirian di hadapan Allah.
Dan saat itu kita hanya berharap satu hal:
rahmat Allah menyelamatkan kita.
Doa
اللهم ذكرنا نعمك ولا تجعلنا من الغافلين
Ya Allah ingatkan kami selalu akan nikmat-Mu dan jangan jadikan kami orang yang lalai.
اللهم هون علينا يوم القيامة
Ya Allah mudahkan kami menghadapi hari kiamat.
اللهم اجعل خير أعمالنا خواتيمها
Ya Allah jadikan akhir amal kami sebagai amal yang terbaik.
اللهم ارحمنا يوم نقف بين يديك
Ya Allah rahmatilah kami ketika kami berdiri di hadapan-Mu.
آمين يا رب العالمين
Post a Comment