Tugas Nabi Menyampaikan Kebenaran
Tugas Nabi Menyampaikan Kebenaran
Tafsir QS Al-Baqarah 119–121
1. Pembukaan
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Sering kali seorang da’i atau guru merasa sedih ketika nasihatnya tidak didengar.
Ia sudah menjelaskan kebenaran…
tetapi manusia tetap menolak.
Perasaan seperti ini bahkan pernah dirasakan oleh Nabi.
Namun Allah menenangkan Nabi dengan firman-Nya.
2. Membaca Ayat
Allah berfirman:
Ø¥ِÙ†َّا Ø£َرْسَÙ„ْÙ†َاكَ بِالْØَÙ‚ِّ بَØ´ِيرًا ÙˆَÙ†َذِيرًا
“Sesungguhnya Kami mengutus engkau dengan kebenaran, sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.”
(QS Al-Baqarah:119)
Kemudian Allah menegaskan:
ÙˆَÙ„َا تُسْØ£َÙ„ُ عَÙ†ْ Ø£َصْØَابِ الْجَØِيمِ
“Engkau tidak akan diminta pertanggungjawaban tentang penghuni neraka.”
Ayat ini sangat menenangkan.
Tugas Nabi adalah menyampaikan.
Bukan memaksa manusia untuk beriman.
3. Dakwah Tidak Selalu Diterima
Saudara-saudaraku…
Nabi berdakwah selama puluhan tahun.
Namun tidak semua manusia menerima.
Bahkan keluarga para nabi pun ada yang menolak.
Ini menunjukkan bahwa hidayah adalah hak Allah.
Tugas manusia hanya berusaha menyampaikan kebenaran.
4. Kisah Ulama yang Difitnah tetapi Tetap Berdakwah
Sejarah Islam penuh dengan ulama yang diuji dengan fitnah.
Salah satunya adalah ulama besar
Ibn Taymiyyah.
Beliau sering difitnah oleh lawan-lawan ilmiahnya.
Beliau dipenjara.
Namun ketika keluar dari penjara…
beliau tetap berdakwah.
Beliau berkata:
“Apa yang bisa mereka lakukan kepadaku?
Penjara bagiku adalah tempat khalwat.
Pengasingan bagiku adalah perjalanan.
Dan kematian bagiku adalah syahid.”
Inilah kekuatan iman.
5. Kritik terhadap Penolakan Kebenaran
Allah kemudian menjelaskan dalam ayat berikutnya bahwa sebagian manusia tetap menolak kebenaran.
Bukan karena mereka tidak tahu.
Tetapi karena hati mereka tidak mau menerima.
Kadang manusia menolak kebenaran karena:
- kesombongan
- kepentingan dunia
- atau takut kehilangan kedudukan.
Padahal kebenaran datang dari Allah.
Humor
Kadang manusia sangat aneh.
Kalau dokter berkata:
“Jangan makan terlalu banyak gula.”
Dia langsung percaya.
Tetapi ketika Al-Qur’an berkata:
“Jangan melakukan dosa.”
Dia berkata:
“Nanti dulu, masih muda.”
Padahal nasihat Allah jauh lebih benar daripada nasihat manusia.
6. Ayat tentang Orang yang Membaca Al-Qur’an dengan Benar
Kemudian Allah memberikan kabar gembira:
الَّذِينَ آتَÙŠْÙ†َاهُÙ…ُ الْÙƒِتَابَ ÙŠَتْÙ„ُونَÙ‡ُ ØَÙ‚َّ تِÙ„َاوَتِÙ‡ِ
“Orang-orang yang Kami beri kitab, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenar-benarnya.”
(QS Al-Baqarah:121)
Apa maksudnya membaca dengan benar?
Para ulama menjelaskan:
Bukan hanya membaca dengan suara yang indah.
Tetapi:
- memahami maknanya
- mengamalkan isinya
- menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup.
7. Penjelasan Ulama
Ulama tafsir besar
Abdullah ibn Abbas
menjelaskan:
“Membaca Al-Qur’an dengan benar adalah mengikuti apa yang halal dan menjauhi apa yang haram.”
Artinya Al-Qur’an tidak hanya dibaca.
Al-Qur’an harus dihidupkan dalam kehidupan.
8. Renungan Besar tentang Al-Qur’an
Saudara-saudaraku…
banyak orang membaca Al-Qur’an.
Namun tidak semua orang hidup dengan Al-Qur’an.
Ada yang membaca ayat tentang kejujuran…
tetapi masih berbohong.
Ada yang membaca ayat tentang shalat…
tetapi masih meninggalkan shalat.
Padahal Al-Qur’an diturunkan untuk mengubah kehidupan manusia.
9. Penutup
Mari kita renungkan…
berapa banyak ayat Al-Qur’an yang sudah kita baca.
Namun berapa banyak yang sudah kita amalkan.
Karena orang yang benar-benar membaca Al-Qur’an dengan hati yang hidup…
akan merasakan bahwa setiap ayat berbicara kepadanya.
Dan itulah orang yang mendapat petunjuk dari Allah.
Doa
اللهم اجعل القرآن ربيع قلوبنا
Ya Allah jadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk hati kami.
اللهم اجعلنا من أهل القرآن
Ya Allah jadikan kami termasuk orang-orang yang dekat dengan Al-Qur’an.
اللهم ارزقنا تلاوته ØÙ‚ تلاوته
Ya Allah karuniakan kepada kami kemampuan membaca Al-Qur’an dengan bacaan yang benar.
واجعلنا من الذين يعملون به
Dan jadikan kami orang-orang yang mengamalkannya.
آمين يا رب العالمين
Post a Comment