Ketika Dunia Memperindah Kekafiran
Ketika Dunia Memperindah Kekafiran
Tafsir QS Al-Baqarah 212
1. Pembukaan yang Menyentuh Hati
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah… 🤲
Salah satu ujian terbesar dalam kehidupan manusia adalah tipuan dunia.
Dunia sering tampak begitu indah.
Harta terlihat menarik.
Kekuasaan tampak mempesona.
Kemewahan terlihat begitu menggoda.
Namun Al-Qur’an mengingatkan kita bahwa keindahan dunia tidak selalu menunjukkan kebenaran.
2. Firman Allah yang Sangat Dalam
Allah berfirman:
زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا
الْحَيَاةُ الدُّنْيَا
“Dijadikan indah kehidupan dunia bagi orang-orang yang kafir.”
(QS Al-Baqarah:212)
Perhatikan kalimat ini.
Dunia dihiasi sehingga terlihat sangat menarik.
Seolah-olah kebahagiaan hanya ada pada harta, kedudukan, dan kesenangan.
3. Sikap Meremehkan Orang Beriman
Allah melanjutkan:
وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا
“Mereka mengejek orang-orang yang beriman.”
Saudara-saudaraku…
sejak dahulu hingga sekarang…
orang beriman sering menjadi sasaran ejekan.
Mereka dianggap kolot.
Dianggap ketinggalan zaman.
Dianggap terlalu serius dalam agama.
Padahal mereka hanya berusaha taat kepada Allah.
4. Kisah dari Zaman Rasulullah
Pada masa Nabi Muhammad, banyak orang kaya Quraisy yang mengejek para sahabat yang miskin.
Di antara mereka adalah sahabat mulia seperti Bilal bin Rabah, Ammar bin Yasir, dan Khabbab bin Al-Aratt.
Mereka tidak memiliki harta.
Tidak memiliki kedudukan.
Namun mereka memiliki sesuatu yang jauh lebih berharga: iman.
5. Jawaban Al-Qur’an terhadap Ejekan Dunia
Allah memberikan jawaban yang sangat menenangkan hati orang beriman:
وَالَّذِينَ اتَّقَوْا
فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Orang-orang yang bertakwa akan berada di atas mereka pada hari kiamat.”
(QS Al-Baqarah:212)
Artinya…
mungkin di dunia orang beriman terlihat lemah.
Namun di akhirat mereka akan dimuliakan.
Mungkin di dunia mereka diremehkan.
Namun di akhirat mereka akan ditinggikan.
6. Dunia Tidak Menentukan Kemuliaan
Saudara-saudaraku…
kemuliaan di sisi Allah tidak diukur dengan harta.
Tidak diukur dengan kekuasaan.
Tidak diukur dengan popularitas.
Kemuliaan di sisi Allah diukur dengan takwa.
7. Renungan untuk Hati Kita
Jika suatu hari kita merasa diremehkan karena berpegang pada agama…
jangan bersedih.
Karena para nabi juga mengalami hal yang sama.
Bahkan manusia terbaik seperti Nabi Muhammad pun pernah dihina dan dicemooh.
Namun semua kesabaran itu berbuah kemuliaan di sisi Allah.
8. Janji Allah yang Sangat Indah
Ayat ini ditutup dengan kalimat yang penuh harapan:
وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَن يَشَاءُ
بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa batas.”
Artinya…
rezeki dan kemuliaan berada di tangan Allah.
Bukan di tangan manusia.
9. Pesan Besar untuk Orang Beriman
Saudara-saudaraku…
jika dunia menertawakan kita karena iman…
biarkan saja.
Karena dunia hanya sementara.
Namun kemuliaan di akhirat adalah abadi.
10. Penutup
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
mungkin di dunia ini orang beriman tidak selalu dihormati.
Mungkin mereka sering diremehkan.
Namun yakinlah…
pada hari ketika semua manusia berdiri di hadapan Allah…
orang-orang yang bertakwa akan diangkat derajatnya.
Dan pada hari itu…
tidak ada lagi ejekan.
Tidak ada lagi kesombongan.
Yang ada hanyalah keadilan Allah yang sempurna.
Doa
اللهم لا تجعل الدنيا أكبر همنا
Ya Allah jangan jadikan dunia sebagai tujuan terbesar kami.
اللهم ارزقنا الصبر على طاعتك
Ya Allah karuniakan kepada kami kesabaran dalam ketaatan kepada-Mu.
اللهم اجعلنا من المتقين الذين ترفع درجاتهم يوم القيامة
Ya Allah jadikan kami termasuk orang-orang bertakwa yang Engkau tinggikan derajatnya pada hari kiamat.
آمين يا رب العالمين 🤲
Post a Comment