Sejarah Umat Manusia dan Misi Para Nabi
Sejarah Umat Manusia dan Misi Para Nabi
Tafsir QS Al-Baqarah 213
1. Pembukaan yang Mengajak Merenung
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah… 🤲
Jika kita melihat dunia hari ini…
kita melihat banyak perbedaan.
Perbedaan bangsa.
Perbedaan bahasa.
Perbedaan pemikiran.
Bahkan perbedaan agama.
Namun Al-Qur’an mengajarkan sebuah fakta yang sangat menarik:
pada awalnya manusia adalah satu umat.
Tidak ada konflik agama.
Tidak ada perpecahan keyakinan.
Tidak ada perselisihan besar.
Semua manusia berada dalam satu jalan.
2. Firman Allah tentang Awal Sejarah Manusia
Allah berfirman:
كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً
“Manusia dahulu adalah satu umat.”
(QS Al-Baqarah:213)
Para ulama tafsir menjelaskan:
Pada masa awal keturunan Nabi Adam, manusia hidup dalam tauhid.
Mereka mengenal Allah.
Mereka hidup dengan petunjuk.
Namun seiring berjalannya waktu…
manusia mulai berubah.
3. Awal Munculnya Penyimpangan
Setelah beberapa generasi…
manusia mulai mengikuti hawa nafsu.
Sebagian mulai meninggalkan petunjuk.
Sebagian mulai membuat ajaran sendiri.
Sebagian lagi mulai menyembah selain Allah.
Inilah awal munculnya penyimpangan dalam sejarah manusia.
4. Peran Para Nabi
Karena itulah Allah mengutus para nabi.
Allah berfirman:
فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ
مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ
“Maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan peringatan.”
Para nabi datang membawa dua pesan besar:
kabar gembira bagi orang yang beriman.
peringatan bagi orang yang menyimpang.
5. Kitab-Kitab Diturunkan
Allah juga berfirman:
وَأَنزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ
“Dan Allah menurunkan bersama mereka kitab dengan kebenaran.”
Sejak zaman dahulu…
Allah menurunkan wahyu kepada manusia.
Melalui nabi-nabi seperti:
- Nabi Nuh
- Nabi Ibrahim
- Nabi Musa
- Nabi Isa
- hingga akhirnya kepada Nabi Muhammad
Semua nabi membawa satu pesan yang sama:
Sembahlah Allah dan jauhi kesesatan.
6. Mengapa Perpecahan Terjadi?
Namun Al-Qur’an menjelaskan sesuatu yang sangat menarik.
Perpecahan tidak selalu terjadi karena ketidaktahuan.
Sering kali perpecahan terjadi karena kesombongan manusia.
Allah berfirman bahwa perselisihan terjadi:
بَغْيًا بَيْنَهُمْ
“Karena kedengkian di antara mereka.”
Artinya manusia sering mengetahui kebenaran…
tetapi tetap menolaknya karena ego.
7. Tragedi Sejarah Manusia
Saudara-saudaraku…
inilah tragedi besar dalam sejarah umat manusia.
Bukan karena tidak tahu kebenaran.
Tetapi karena tidak mau menerima kebenaran.
Sejak dahulu manusia berdebat tentang agama.
Namun Al-Qur’an mengingatkan bahwa semua nabi sebenarnya membawa sumber yang sama: wahyu dari Allah.
8. Hidayah Adalah Karunia Allah
Allah menutup ayat ini dengan pesan yang sangat indah:
فَهَدَى اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا
لِمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ مِنَ الْحَقِّ
“Allah memberi petunjuk kepada orang-orang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan.”
Artinya…
di tengah kebingungan manusia…
Allah tetap memberikan hidayah kepada siapa yang mau mencari kebenaran dengan tulus.
9. Renungan Besar untuk Umat Hari Ini
Saudara-saudaraku…
hari ini manusia memiliki ilmu yang sangat luas.
Teknologi berkembang pesat.
Informasi tersedia di mana-mana.
Namun pertanyaan besarnya tetap sama seperti dahulu:
Apakah manusia mau menerima kebenaran ketika ia mengetahuinya?
10. Penutup yang Menggetarkan Hati
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
sejarah umat manusia adalah sejarah pencarian kebenaran.
Para nabi datang silih berganti membawa cahaya.
Namun cahaya itu hanya bermanfaat bagi hati yang mau menerimanya.
Karena itu berbahagialah orang yang diberi hidayah.
Karena hidayah adalah karunia yang paling besar dalam kehidupan manusia.
Doa
اللهم أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه
Ya Allah tunjukkan kepada kami kebenaran sebagai kebenaran dan berikan kami kekuatan untuk mengikutinya.
وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه
Dan tunjukkan kepada kami kebatilan sebagai kebatilan dan berikan kami kekuatan untuk menjauhinya.
اللهم اجعلنا من المهتدين بنور كتابك
Ya Allah jadikan kami termasuk orang-orang yang mendapatkan petunjuk melalui cahaya kitab-Mu.
آمين يا رب العالمين
Post a Comment