Ketika Hukum Allah Berubah dan Iman Diuji
Ketika Hukum Allah Berubah dan Iman Diuji
Tafsir QS Al-Baqarah 106–107
1. Pembukaan
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Dalam perjalanan syariat Islam, ada satu konsep penting yang sering disalahpahami.
Yaitu pergantian sebagian hukum dalam wahyu.
Ada ayat yang datang…
kemudian Allah menggantinya dengan ayat yang lain.
Sebagian orang yang lemah imannya bertanya:
“Mengapa hukum itu berubah?”
Tetapi orang yang kuat imannya berkata:
“Kami dengar dan kami taat.”
2. Membaca Ayat
Allah berfirman:
مَا نَنْسَخْ مِنْ اٰيَةٍ اَوْ نُنْسِهَا نَاْتِ بِخَيْرٍ مِّنْهَآ اَوْ مِثْلِهَا
“Kami tidak menghapus suatu ayat atau menjadikannya dilupakan, kecuali Kami datangkan yang lebih baik darinya atau yang sebanding dengannya.”
(QS Al-Baqarah:106)
Kemudian Allah berfirman:
اَلَمْ تَعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
“Tidakkah engkau mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?”
(QS Al-Baqarah:106)
Lalu Allah melanjutkan:
اَلَمْ تَعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ
“Tidakkah engkau mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah milik Allah.”
(QS Al-Baqarah:107)
3. Apa Itu Nasikh dan Mansukh
Para ulama tafsir seperti Al-Tabari menjelaskan bahwa:
Nasikh adalah ayat yang menggantikan hukum sebelumnya.
Mansukh adalah ayat yang hukumnya diganti.
Ini menunjukkan bahwa Allah menurunkan hukum secara bertahap sesuai hikmah-Nya.
Contoh dalam Syariat
Salah satu contoh terkenal adalah pengharaman khamar.
Awalnya hanya disebutkan bahwa dalam khamar ada dosa dan manfaat.
Kemudian turun ayat yang melarang shalat dalam keadaan mabuk.
Akhirnya turun ayat yang mengharamkan khamar secara total.
Ini menunjukkan bahwa syariat Allah mendidik manusia secara bertahap.
4. Kisah Sahabat yang Menangis
Diriwayatkan bahwa sebagian sahabat Nabi sangat tersentuh ketika ayat hukum berubah.
Di antara sahabat yang terkenal sangat takut kepada Allah adalah
Abdullah ibn Masud.
Ketika beliau mendengar ayat-ayat Al-Qur’an yang berisi hukum…
beliau sering menangis.
Beliau berkata:
“Ini adalah amanah dari Allah.”
“Setiap hukum yang turun adalah tanggung jawab bagi kita.”
Para sahabat tidak memperdebatkan wahyu.
Mereka menerimanya dengan hati yang tunduk.
Humor
Kadang manusia sekarang berbeda.
Kalau ada perintah Allah…
yang pertama dilakukan bukan taat.
Tetapi diskusi panjang.
“Kenapa harus begini?”
“Kenapa tidak begitu saja?”
Padahal kalau beli obat dari dokter…
tidak ada yang bertanya panjang.
Langsung diminum.
Padahal Allah jauh lebih mengetahui apa yang terbaik bagi manusia.
5. Kritik terhadap Orang yang Meragukan Hikmah Allah
Sebagian orang berkata:
“Mengapa syariat ini seperti ini?”
“Mengapa hukum Islam begitu?”
Pertanyaan untuk mencari ilmu tidak salah.
Tetapi meragukan hikmah Allah adalah masalah besar.
Karena Allah adalah Pencipta manusia.
Yang menciptakan manusia tentu lebih mengetahui apa yang baik bagi manusia.
6. Renungan Besar: Ujian Ketaatan
Sebenarnya inti dari ayat ini bukan sekadar perubahan hukum.
Tetapi ujian ketaatan.
Apakah manusia taat kepada Allah…
meskipun belum memahami seluruh hikmahnya?
Para sahabat Nabi memberikan contoh yang luar biasa.
Ketika turun perintah menghadap Ka’bah dalam shalat…
mereka langsung berbalik arah di tengah shalat.
Tanpa protes.
Tanpa debat.
Karena mereka yakin bahwa perintah Allah selalu mengandung hikmah.
7. Kisah Ketaatan Para Sahabat
Dalam sejarah disebutkan bahwa ketika perubahan kiblat terjadi…
sebagian sahabat sedang shalat di masjid.
Tiba-tiba datang kabar bahwa kiblat telah berubah dari Baitul Maqdis ke Ka’bah.
Mereka langsung berbalik arah saat shalat.
Inilah iman yang hidup.
Iman yang tidak menunggu penjelasan panjang.
Tetapi langsung berkata:
سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا
“Kami dengar dan kami taat.”
8. Renungan untuk Kita
Saudara-saudaraku…
berapa banyak perintah Allah yang kita dengar setiap hari?
Tetapi sering kali kita berkata:
“Sebentar… nanti dulu…”
Padahal iman sejati adalah ketika hati tunduk kepada Allah.
9. Penutup
Mari kita jadikan hati kita seperti hati para sahabat.
Hati yang lembut ketika mendengar ayat Allah.
Hati yang langsung berkata:
“Ya Allah, kami siap taat.”
Karena kebahagiaan manusia bukan pada banyaknya harta.
Tetapi pada ketaatan kepada Allah.
Doa
اللهم اجعلنا من الذين سمعوا وأطاعوا
Ya Allah jadikan kami termasuk orang yang mendengar dan taat.
اللهم ارزقنا فهماً لكتابك
Ya Allah karuniakan kepada kami pemahaman terhadap kitab-Mu.
اللهم لا تجعل في قلوبنا شكاً في حكمك
Ya Allah jangan Engkau jadikan dalam hati kami keraguan terhadap hukum-Mu.
ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا
Wahai Tuhan kami jangan Engkau palingkan hati kami setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami.
آمين يا رب العالمين
Post a Comment