Ketika Manusia Meragukan Wahyu
Ketika Manusia Meragukan Wahyu
Tafsir QS Al-Baqarah 108–109
1. Pembukaan
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Setelah Allah menjelaskan tentang ketaatan kepada hukum-Nya…
Allah mengingatkan satu penyakit hati yang sangat berbahaya.
Penyakit itu adalah meragukan wahyu.
Bukan karena wahyunya tidak jelas…
tetapi karena hati yang tidak siap menerima kebenaran.
2. Membaca Ayat
Allah berfirman:
اَمْ تُرِيْدُوْنَ اَنْ تَسْـَٔلُوْا رَسُوْلَكُمْ كَمَا سُئِلَ مُوْسٰى مِنْ قَبْلُ
“Ataukah kalian ingin meminta kepada Rasul kalian seperti Bani Israil meminta kepada Musa dahulu?”
(QS Al-Baqarah:108)
Allah melanjutkan:
وَمَنْ يَّتَبَدَّلِ الْكُفْرَ بِالْاِيْمَانِ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاۤءَ السَّبِيْلِ
“Barang siapa menukar iman dengan kekafiran maka sungguh ia telah tersesat dari jalan yang lurus.”
Kemudian Allah berfirman:
وَدَّ كَثِيْرٌ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ لَوْ يَرُدُّوْنَكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ اِيْمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِّنْ عِنْدِ اَنْفُسِهِمْ
“Banyak dari Ahli Kitab ingin mengembalikan kalian kepada kekafiran setelah kalian beriman karena iri hati.”
(QS Al-Baqarah:109)
3. Kisah Bani Israil yang Menuntut Mukjizat
Allah mengingatkan umat ini tentang sikap Bani Israil kepada
Musa.
Mereka bukan hanya meminta satu mukjizat.
Tetapi terus menuntut mukjizat demi mukjizat.
Di antara permintaan mereka:
“Musa, kami tidak akan beriman sampai kami melihat Allah secara terang.”
Permintaan yang sangat berani.
Padahal mereka sudah melihat banyak mukjizat:
laut terbelah
tongkat berubah menjadi ular
air memancar dari batu
Namun hati yang keras tetap mencari alasan.
4. Kritik Tajam terhadap Iman yang Penuh Keraguan
Saudara-saudaraku…
iman yang sehat adalah iman yang tunduk kepada wahyu.
Tetapi ada orang yang imannya selalu dipenuhi keraguan.
Setiap ada ayat…
dia bertanya dengan nada meremehkan.
Setiap ada hadis…
dia mencari-cari alasan untuk menolaknya.
Padahal masalahnya bukan pada dalilnya.
Masalahnya ada pada hati yang belum siap menerima kebenaran.
Humor
Kadang manusia berkata:
“Saya belum yakin.”
Padahal yang dia maksud bukan belum yakin.
Tetapi belum siap meninggalkan kebiasaan lama.
Kalau meninggalkan dosa terasa berat…
lalu kita berkata:
“Masih perlu penelitian.”
Jamaah biasanya tertawa.
5. Kisah Sahabat yang Takut Mempertanyakan Wahyu
Para sahabat Nabi sangat berbeda dengan sikap Bani Israil.
Salah satu sahabat yang terkenal sangat berhati-hati adalah
Umar ibn al-Khattab.
Suatu hari beliau berkata:
“Kami dilarang terlalu banyak bertanya tentang sesuatu yang belum terjadi.”
Para sahabat takut jika terlalu banyak bertanya…
lalu turun hukum yang lebih berat.
Karena mereka tahu bahwa wahyu adalah amanah besar.
6. Penyakit Hati: Iri terhadap Kebenaran
Pada ayat berikutnya Allah menjelaskan sebab lain penolakan terhadap kebenaran.
Yaitu hasad (iri hati).
Sebagian orang sebenarnya tahu kebenaran.
Tetapi mereka tidak suka melihat orang lain mendapat hidayah.
Mereka tidak suka melihat agama berkembang.
Karena hati mereka dipenuhi iri.
Kisah Hasad yang Menghancurkan
Sejarah manusia penuh dengan kisah iri hati.
Iri membuat manusia menolak kebenaran.
Iri membuat manusia memusuhi orang yang membawa kebenaran.
Bahkan dalam sejarah para nabi…
banyak penolakan terjadi karena hasad.
7. Renungan Besar
Saudara-saudaraku…
iman membutuhkan hati yang bersih.
Hati yang bersih dari:
kesombongan
keraguan
dan iri hati
Jika hati bersih…
maka ayat Allah akan terasa manis.
Tetapi jika hati dipenuhi penyakit…
maka ayat Allah terasa berat.
8. Sikap yang Allah Ajarkan
Pada akhir ayat ini Allah mengajarkan sikap yang sangat indah.
Allah memerintahkan:
memaafkan dan bersabar.
Karena orang yang iri tidak akan berhenti memusuhi kebenaran.
Tetapi orang beriman tetap berjalan di jalan yang lurus.
9. Penutup
Saudara-saudaraku…
jangan sampai kita memiliki hati seperti Bani Israil:
melihat kebenaran tetapi tetap ragu.
Mari kita meminta kepada Allah agar diberikan hati yang bersih.
Hati yang mudah menerima kebenaran.
Hati yang tidak iri terhadap hidayah.
Doa
اللهم طهر قلوبنا من الشك
Ya Allah bersihkan hati kami dari keraguan.
اللهم طهر قلوبنا من الحسد
Ya Allah bersihkan hati kami dari iri hati.
اللهم ارزقنا الإيمان الصادق
Ya Allah karuniakan kepada kami iman yang tulus.
ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا
Wahai Tuhan kami jangan Engkau palingkan hati kami setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami.
آمين يا رب العالمين
Post a Comment