Ketika Manusia Memusuhi Pembawa Wahyu
Ketika Manusia Memusuhi Pembawa Wahyu
Tafsir QS Al-Baqarah 97–98
1. Pembukaan
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Dalam sejarah umat manusia, ada satu sikap yang sangat aneh.
Ketika kebenaran datang…
bukan hanya kebenarannya yang ditolak.
Tetapi pembawa kebenaran itu juga dimusuhi.
Inilah yang terjadi pada sebagian Bani Israil.
Bahkan mereka sampai memusuhi malaikat yang membawa wahyu.
2. Membaca Ayat
Allah berfirman:
قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِّجِبْرِيْلَ فَاِنَّهٗ نَزَّلَهٗ عَلٰى قَلْبِكَ بِاِذْنِ اللّٰهِ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَّبُشْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ
“Katakanlah: Barang siapa menjadi musuh bagi Jibril, maka sesungguhnya dialah yang menurunkan Al-Qur’an ke dalam hatimu dengan izin Allah, membenarkan kitab sebelumnya serta menjadi petunjuk dan kabar gembira bagi orang beriman.”
(QS Al-Baqarah:97)
Allah melanjutkan:
مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِّلّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَرُسُلِهٖ وَجِبْرِيْلَ وَمِيْكٰىِٕلَ فَاِنَّ اللّٰهَ عَدُوٌّ لِّلْكٰفِرِيْنَ
“Barang siapa menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sungguh Allah adalah musuh bagi orang-orang kafir.”
(QS Al-Baqarah:98)
3. Kisah Permusuhan terhadap
Jibril
Para ulama tafsir seperti Ibn Kathir menjelaskan dalam kitab Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim:
Beberapa orang Yahudi berkata kepada Nabi Muhammad:
“Jika malaikat yang datang kepadamu adalah Mikail, kami akan beriman.”
“Tetapi jika yang datang adalah Jibril, kami tidak akan beriman.”
Kenapa?
Karena menurut mereka Jibril adalah malaikat yang membawa perintah peperangan dan hukuman.
Sedangkan mereka lebih menyukai malaikat yang membawa rezeki dan hujan.
Subhanallah…
mereka memilih malaikat sesuai dengan keinginan mereka.
4. Peran Malaikat dalam Wahyu
Dalam Islam, malaikat memiliki tugas yang agung.
Salah satu malaikat terbesar adalah Jibril.
Tugasnya adalah membawa wahyu dari Allah kepada para nabi.
Allah berfirman:
نَزَلَ بِهِ الرُّوْحُ الْاَمِيْنُ
عَلٰى قَلْبِكَ لِتَكُوْنَ مِنَ الْمُنْذِرِيْنَ
“Ruhul Amin (Jibril) menurunkannya ke dalam hatimu agar engkau menjadi pemberi peringatan.”
(QS Asy-Syu’ara:193-194)
Penjelasan Ulama
Menurut tafsir Al-Tabari dalam Jami’ al-Bayan:
Jibril adalah perantara antara langit dan bumi.
Melalui Jibril…
wahyu Allah sampai kepada para nabi.
Artinya:
memusuhi Jibril sama saja dengan memusuhi wahyu itu sendiri.
5. Kritik Tajam: Memusuhi Pembawa Kebenaran
Saudara-saudaraku…
penyakit ini tidak hanya terjadi pada Bani Israil.
Kadang manusia tidak berani menolak Al-Qur’an.
Tetapi mereka menyerang orang yang menyampaikan Al-Qur’an.
Kalau seorang ulama menyampaikan kebenaran…
langsung dicari kesalahannya.
Kalau seorang da’i menegur dosa…
langsung dihina.
Padahal sebenarnya yang mereka benci bukan orangnya.
Tetapi kebenaran yang dibawanya.
Humor
Kadang orang berkata:
“Ustadznya terlalu keras.”
Padahal ustadz itu cuma membaca ayat Al-Qur’an.
Kalau ayatnya keras…
masa ustadznya disuruh melembutkan ayatnya?
Jamaah biasanya tertawa.
6. Kisah Ulama yang Difitnah
Dalam sejarah Islam, banyak ulama difitnah karena menyampaikan kebenaran.
Salah satu contohnya adalah Ahmad ibn Hanbal.
Beliau diuji dalam peristiwa besar yang dikenal sebagai Mihna.
Saat itu penguasa memaksa ulama mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah makhluk.
Tetapi Imam Ahmad menolak.
Akibatnya beliau:
dipenjara
dipukul
disiksa
Tetapi beliau tetap berkata:
“Al-Qur’an adalah kalam Allah.”
Karena kesabarannya…
akhirnya kebenaran menang.
7. Pelajaran Besar
Jamaah…
orang yang menyampaikan kebenaran sering dimusuhi.
Para nabi dimusuhi.
Para ulama dimusuhi.
Para da’i dimusuhi.
Tetapi sejarah menunjukkan:
kebenaran akhirnya tetap menang.
8. Renungan
Jika suatu hari kita mendengar nasihat…
jangan buru-buru marah kepada orang yang menyampaikannya.
Mungkin Allah sedang menegur kita melalui lisannya.
Allah berfirman:
فَذَكِّرْ اِنَّمَآ اَنْتَ مُذَكِّرٌ
“Maka berilah peringatan, karena engkau hanyalah pemberi peringatan.”
(QS Al-Ghasyiyah:21)
9. Penutup
Saudara-saudaraku…
memusuhi pembawa kebenaran adalah jalan menuju kebinasaan.
Tetapi mencintai kebenaran adalah jalan menuju keselamatan.
Mari kita jadikan hati kita lembut ketika mendengar ayat Allah.
Bukan keras.
Bukan marah.
Tetapi tunduk kepada kebenaran.
Doa
اللهم اجعل القرآن ربيع قلوبنا
Ya Allah jadikan Al-Qur’an sebagai cahaya hati kami.
اللهم اجعلنا من أنصار الحق
Ya Allah jadikan kami penolong kebenaran.
ولا تجعلنا من أعداء أوليائك
Dan jangan jadikan kami musuh bagi para wali-Mu.
اللهم ارزقنا اتباع الحق
Ya Allah karuniakan kepada kami kemampuan mengikuti kebenaran.
آمين يا رب العالمين
Post a Comment