Ketika Manusia Mengakali Hukum Allah

Materi Ceramah

“Ketika Manusia Mengakali Hukum Allah”


1. Pembukaan Ceramah

الحمد لله رب العالمين
الحمد لله الذي أنزل القرآن هدى للناس وبينات من الهدى والفرقان

Segala puji bagi Allah yang menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.

Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad ﷺ.


2. Ayat Utama

Allah berfirman:

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِينَ اعْتَدَوْا مِنْكُمْ فِي السَّبْتِ
فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ

Artinya:

“Sungguh kamu telah mengetahui orang-orang yang melanggar di antara kamu pada hari Sabat, lalu Kami berfirman kepada mereka: ‘Jadilah kamu kera yang hina.’”
(QS Al-Baqarah: 65)


3. Kisah Pelanggaran Hari Sabat

Allah menceritakan kisah ini juga dalam ayat lain:

وَاسْأَلْهُمْ عَنِ الْقَرْيَةِ الَّتِي كَانَتْ حَاضِرَةَ الْبَحْرِ
إِذْ يَعْدُونَ فِي السَّبْتِ

Artinya:

“Tanyakanlah kepada mereka tentang negeri yang berada di tepi laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabat.”
(QS Al-A’raf: 163)


4. Kisahnya (Versi Para Mufassir)

Menurut para ulama tafsir:

Penduduk desa di tepi laut dilarang menangkap ikan pada hari Sabtu.

Namun mereka melakukan tipu daya.

Cara mereka:

  1. Hari Jumat membuat kolam
  2. Air laut dialirkan
  3. Ikan masuk pada hari Sabtu
  4. Hari Ahad baru mereka ambil

Mereka berkata:

“Kami tidak menangkap ikan hari Sabtu.”

Padahal hakikatnya mereka menipu hukum Allah.

📚 Tafsir Ibnu Katsir
📚 Tafsir At-Thabari


5. Hukuman Allah

Allah berfirman:

فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ

Artinya:

“Maka Kami berkata kepada mereka: Jadilah kalian kera yang hina.”


6. Apakah Mereka Benar-Benar Menjadi Kera?

Mayoritas ulama berkata:

Mereka benar-benar berubah wujud menjadi kera.

📚 Ibnu Katsir
📚 Al-Qurtubi
📚 At-Thabari

Namun Mujahid berpendapat:

Yang berubah adalah hati dan sifat mereka.

📚 Tafsir At-Thabari


7. Pelajaran Besar dari Kisah Ini

Pelajaran utamanya:

Jangan mengakali hukum Allah.

Karena Allah tidak melihat cara kita berkelit.

Allah melihat niat dan hakikatnya.


8. Ayat Pendukung

Allah berfirman:

يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا
وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ

Artinya:

“Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang beriman, padahal mereka hanya menipu diri mereka sendiri.”
(QS Al-Baqarah 9)


9. Contoh di Zaman Modern

Ma’asyiral muslimin…

Hari ini manusia juga sering mengakali hukum Allah.

Contoh:

  • riba diganti nama “administrasi”
  • suap disebut “uang terima kasih”
  • korupsi disebut “fee proyek”

Namanya berubah…

Tapi dosanya tetap sama.


10. Hadis Tentang Tipu Daya

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا تَرْتَكِبُوا مَا ارْتَكَبَتِ الْيَهُودُ
فَتَسْتَحِلُّوا مَحَارِمَ اللَّهِ بِأَدْنَى الْحِيَلِ

Artinya:

“Jangan kalian melakukan seperti yang dilakukan Bani Israil, lalu kalian menghalalkan yang haram dengan berbagai tipu daya.”

📚 HR Ibnu Battah
📚 disebut dalam Ighatsatul Lahfan Ibn Qayyim


11. Humor 

Kadang manusia pintar mencari celah dosa.

Ada orang bertanya kepada ustadz:

“Ustadz, kalau saya tidak menyebutnya riba tapi biaya jasa, boleh?”

Ustadz jawab:

“Kalau racun tikus kamu ganti nama jadi vitamin, tetap saja mati kalau diminum.”

Jamaah biasanya tertawa.


12. Perumpamaan Orang Tidak Mengamalkan Kitab

Allah berfirman:

مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ
ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا
كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا

Artinya:

“Perumpamaan orang yang diberi Taurat tetapi tidak mengamalkannya seperti keledai yang membawa kitab-kitab tebal.”
(QS Al-Jumu’ah: 5)


13. Analogi Kehidupan

Hari ini banyak orang:

hafal Al-Qur’an
hafal hadis

Tapi hidupnya tetap:

  • curang
  • menipu
  • zalim

Seperti keledai yang membawa kitab.


14. Humor 

Ada orang kalau ceramah berkata:

“MasyaAllah, ayatnya indah sekali.”

Tapi setelah keluar masjid…

Yang dia ingat bukan ayatnya.

Yang dia ingat:

“Parkiran saya dimana ya?”

Jamaah biasanya tertawa.


15. Pesan Ulama

Imam Al-Hasan Al-Basri berkata:

“Al-Qur’an diturunkan untuk diamalkan, bukan hanya dilagukan.”

📚 Az-Zuhd – Imam Ahmad


16. Bahaya Hati yang Rusak

Jika seseorang sering melanggar hukum Allah:

lama-lama hatinya berubah.

Itulah yang disebut dalam ayat ini.

Hatinya menjadi seperti binatang.


17. Ayat Pendukung

Allah berfirman:

أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ

Artinya:

“Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat.”
(QS Al-A’raf 179)


18. Penutup Ceramah

Ma’asyiral muslimin…

Kisah Bani Israil bukan sekadar sejarah.

Itu cermin bagi kita.

Jika kita:

  • mempermainkan agama
  • mengakali hukum Allah
  • menghalalkan yang haram

maka kita sedang berjalan di jalan mereka.


19. Doa Penutup

اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك

Ya Allah…

Jangan Engkau jadikan hati kami keras.

Jangan Engkau jadikan kami orang yang mempermainkan agama.

Ya Allah…

Jadikan Al-Qur’an cahaya hati kami.

Ampuni dosa kami…

dosa orang tua kami…

dosa guru-guru kami…

Aamiin.


Footnote Kitab Rujukan

  1. Tafsir Ibn Kathir
  2. Tafsir At-Thabari
  3. Tafsir Al-Qurtubi
  4. Ighatsatul Lahfan – Ibn Qayyim
  5. Az-Zuhd – Imam Ahmad

Tidak ada komentar