Ketika Manusia Mengetahui Kebenaran Tetapi Menolaknya


Ketika Manusia Mengetahui Kebenaran Tetapi Menolaknya

Tafsir QS Al-Baqarah 146–147


1. Pembukaan 

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Ada dua jenis manusia ketika kebenaran datang kepada mereka.

Ada yang melihat kebenaran lalu berkata:

“Ini benar, maka aku akan mengikutinya.”

Namun ada juga yang melihat kebenaran…

mengakuinya di dalam hati…

tetapi menolaknya karena takut kehilangan sesuatu.

Kedudukan.

Kekuasaan.

Pengaruh.

Inilah tragedi yang diungkap oleh Al-Qur’an dalam ayat yang kita renungkan malam ini.


2. Membaca Ayat

Allah berfirman:

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ

“Orang-orang yang Kami beri kitab mengenal dia seperti mereka mengenal anak-anak mereka.”

(QS Al-Baqarah:146)

Siapakah yang dimaksud?

Mereka adalah sebagian ulama dari kalangan Ahli Kitab yang membaca kitab-kitab sebelumnya.

Di dalam kitab mereka terdapat tanda-tanda tentang datangnya Nabi terakhir.

Dan ketika Nabi itu datang…

mereka mengenalinya dengan jelas.

Nabi itu adalah
Muhammad.


3. Mengenal Seperti Mengenal Anak Sendiri

Perhatikan ungkapan Al-Qur’an.

“Mereka mengenalnya seperti mengenal anak-anak mereka.”

Apa artinya?

Artinya pengenalan itu sangat jelas.

Seorang ayah tidak pernah ragu mengenali anaknya.

Begitu pula sebagian ulama Ahli Kitab mengenali Nabi Muhammad dari tanda-tanda yang ada dalam kitab mereka.

Namun…

tidak semua dari mereka mau mengikuti kebenaran itu.


4. Tragedi Menyembunyi kan Kebenaran

Allah melanjutkan ayat itu:

وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Sebagian dari mereka menyembunyikan kebenaran padahal mereka mengetahuinya.”

Ini adalah salah satu dosa terbesar dalam agama:

menyembunyikan kebenaran yang sudah diketahui.

Karena orang yang tidak tahu masih bisa belajar.

Tetapi orang yang tahu lalu menyembunyikan kebenaran…

ia menutup pintu hidayah untuk dirinya sendiri.


5. Kisah Ulama yang Mengakui Kebenaran

Sejarah mencatat ada ulama dari kalangan Ahli Kitab yang jujur ketika melihat kebenaran.

Salah satunya adalah sahabat Nabi yang dahulu seorang ulama Yahudi dari Madinah.

Beliau bernama
Abdullah ibn Salam.

Ketika beliau mendengar dakwah Nabi Muhammad…

beliau berkata:

“Aku mengenal wajah ini. Ini bukan wajah seorang pendusta.”

Ia kemudian memeluk Islam.

Namun keputusan itu tidak mudah.

Ia kehilangan kedudukan di tengah kaumnya.

Ia kehilangan penghormatan yang selama ini ia miliki.

Tetapi ia memilih kebenaran daripada kedudukan.


6. Pelajaran Besar tentang Kejujuran

Saudara-saudaraku…

kebenaran sering kali menuntut pengorbanan.

Kadang seseorang harus kehilangan popularitasnya.

Kadang seseorang harus kehilangan kenyamanannya.

Namun orang yang jujur akan tetap mengikuti kebenaran.


Humor 

Kadang manusia sebenarnya tahu mana yang benar.

Tetapi dia berkata:

“Saya tahu ini benar… tapi tunggu dulu.”

Lalu ia menunggu begitu lama…

sampai akhirnya ia tidak pernah berubah.

Jamaah biasanya tersenyum pahit ketika mendengar sindiran ini.


7. Penegasan Ayat 147

Kemudian Allah menutup dengan kalimat yang sangat kuat:

الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ

“Kebenaran itu datang dari Tuhanmu.”

(QS Al-Baqarah:147)

Karena itu Allah berfirman:

فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ

“Janganlah engkau termasuk orang yang ragu.”

Ini pesan penting bagi kita semua.

Kebenaran tidak bergantung pada jumlah pengikutnya.

Kebenaran tidak bergantung pada popularitasnya.

Kebenaran datang dari Allah.


8. Renungan Besar untuk Hati Kita

Mari kita bertanya kepada diri kita sendiri.

Apakah kita termasuk orang yang mencari kebenaran?

Ataukah kita hanya mencari pembenaran?

Karena perbedaan keduanya sangat besar.

Orang yang mencari kebenaran akan berubah ketika kebenaran datang.

Tetapi orang yang mencari pembenaran hanya ingin membela dirinya sendiri.


9. Penutup 

Saudara-saudaraku…

sejarah penuh dengan orang yang mengetahui kebenaran tetapi menolaknya.

Namun sejarah juga penuh dengan orang yang berani meninggalkan segalanya demi kebenaran.

Semoga kita termasuk golongan yang kedua.

Golongan yang jujur kepada Allah.

Golongan yang mengikuti kebenaran ketika ia datang.


Doa 

اللهم أرنا الحق حقاً وارزقنا اتباعه

Ya Allah tunjukkan kepada kami kebenaran sebagai kebenaran dan berikan kami kemampuan untuk mengikutinya.

اللهم أرنا الباطل باطلاً وارزقنا اجتنابه

Ya Allah tunjukkan kepada kami kebatilan sebagai kebatilan dan berikan kami kemampuan untuk menjauhinya.

اللهم لا تجعل في قلوبنا زيغاً بعد إذ هديتنا

Ya Allah jangan Engkau palingkan hati kami setelah Engkau memberi kami petunjuk.

آمين يا رب العالمين



Tidak ada komentar